kedai 169 – Literasi KesehatanPemdaprov Jabar Luncurkan Geber Si Jumo dan Jam...
kedai 169. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.
INFOJABARNEWS -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan Gerakan Bersama Literasi Stunting, Imunisasi, Pencegahan DBD, Penanggulangan TBC (Geber Si Jumo) dan Jaga Ibu Hamil Lingkungan Bersih dan Sehat (Jamillah) dengan perilaku PHBS. Gerakan bersama itu diluncurkan Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Herman Suryatman di SMK Negeri 1 Majalengka, Kabupaten Majalengka, Rabu (22/5/2024). "Si Jumo itu ikon pahlawan bagi anak instansi pendidikan membantu menjadi agen perubahan dalam rangka merdeka belajar untuk membacakan cerita (sosialisasi) mengenai pencegahan _stunting_, penanganan DBD (demam berdarah dengue), dan TBC ke minimal 10 orang tetangganya," katanya. Untuk Geber Jamillah, Herman memaparkan itu terkait agen perubahan bagi penduduk yang ikut serta dalam pencegahan tengkes (_stunting_), penanganan DBD. dan TBC. "Mudah-mudahan kader di lokasi bisa menunaikan tugas dengan baik," harap Herman. Selain itu, Herman mengklarifikasi, berdasarkan Survei Urusan kesehatan Indonesia, saat ini prevalensi _stunting_ di Jabar berada di angka 21,7 persen. Untuk DBD, selama tahun 2024, ada sekitar 28.000 orang yang terkena DBD dan 210 orang meninggal dunia.
INFOJABARNEWS -- Otoritas Provinsi Jawa Barat meluncurkan Gerakan Bersama Literasi Stunting, Imunisasi, Pencegahan DBD, Penanggulangan TBC (Geber Si Jumo) dan Jaga Ibu Hamil Lingkungan Bersih dan Sehat (Jamillah) dengan perilaku PHBS.
Gerakan bersama itu diluncurkan Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Herman Suryatman di SMK Negeri 1 Majalengka, Kabupaten Majalengka, Rabu (22/5/2024).
"Si Jumo itu ikon pahlawan bagi anak instansi pendidikan membantu menjadi agen perubahan dalam rangka merdeka belajar untuk membacakan cerita (sosialisasi) mengenai pencegahan _stunting_, penanganan DBD (demam berdarah dengue), dan TBC ke minimal 10 orang tetangganya," katanya.
Untuk Geber Jamillah, Herman menjabarkan itu terkait agen perubahan bagi komunitas yang ikut serta dalam pencegahan tengkes (_stunting_), penanganan DBD. dan TBC.
"Mudah-mudahan kader di tempat peristiwa bisa menunaikan tugas dengan baik," harap Herman.
Selain itu, Herman menjelaskan, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia, saat ini prevalensi _stunting_ di Jabar berada di angka 21,7 persen.
Untuk DBD, selama tahun 2024, ada sekitar 28.000 orang yang terkena DBD dan 210 orang meninggal dunia. Pembahasan kedai 169 semakin meluas dari waktu ke waktu.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Banyak pihak menilai bahwa kedai 169 sangat relevan saat ini. Pembahasan kedai 169 semakin meluas dari waktu ke waktu. Topik kedai 169 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.