PORTAL KEPALA SEO BOTAK ADA DISINI ! Welcome To Slot Gacor Ala Kepala Botak Licin XV

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

bintangdomino – LSF RI Sosialisasikan App e-SiAS bagi Orang yang diduga melak...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: bintangdomino

bintangdomino. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. bintangdomino menjadi perhatian besar masyarakat.

INFOJABAR.NEWS - Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia kembali mensosialisasikan  pentingnya penyensoran film melalui kegiatan Literasi Penyensoran serta pelatihan teknis penggunaan app e-SiAS . Acara ini diadakan di Hotel Grand Mercure City Center, Bandung, pada Rabu (9/7/2023). Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari komunitas perfilman dan universitas. Selain itu, juga dari sekolah menengah kejuruan (SMK) yang memiliki program keahlian di bidang perfilman. Penyensoran film adalah tugas yang diatur dalam Pasal 57 Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 mengenai Perfilman, yang bertujuan untuk melindungi komunitas dari pengaruh negatif konten audio visual. Dengan demikian, setiap film dan iklan film yang akan diproduksi dan ditayangkan harus mendapatkan Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) dari LSF. Ketua Alat kelengkapan dewan I LSF RI, Wiwid Setya, yang menyapa Tri Widyastuti Setyaningsih, menekankan betapa pentingnya pemahaman tentang penyensoran untuk meningkatkan kesadaran para terduga pelaksana perfilman. Tujuannya agar bisa memilih dan menetapkan konten film yang sesuai dengan norma serta regulasi yang berlaku di Indonesia. "Untuk meningkatkan kualitas layanan, LSF kini menghadirkan sistem penyensoran digital lewat perangkat lunak aplikasi e-SiAS (Sistem Administrasi Penyensoran Berbasis Elektronik)," ujar Tri, Rabu (9/7/2021). Perangkat lunak aplikasi e-SiAS memungkinkan proses penyensoran dilakukan secara daring, mulai dari pembuatan akun, pengajuan penyensoran, pengiriman konten film, pembayaran, hingga penerbitan STLS. Dengan sistem ini, para pembuat film di seluruh Indonesia tidak perlu lagi pergi ke Jakarta untuk menyensor karya mereka.

INFOJABAR.NEWS - Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia kembali mensosialisasikan  pentingnya penyensoran film melalui kegiatan Literasi Penyensoran serta pelatihan teknis penggunaan aplikasi e-SiAS . Acara ini diadakan di Hotel Grand Mercure City Center, Bandung, pada Rabu (9/7/2024).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari komunitas perfilman dan kampus. Selain itu, juga dari instansi pendidikan menengah kejuruan (SMK) yang memiliki program keahlian di bidang perfilman.

Penyensoran film adalah tugas yang diatur dalam Pasal 57 Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 mengenai Perfilman, yang bertujuan untuk melindungi warga sekitar setempat dari pengaruh negatif konten audio visual. Dengan demikian, setiap film dan iklan film yang akan diproduksi dan ditayangkan harus mendapatkan Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) dari LSF.

Ketua Seksi I LSF RI, Wiwid Setya, yang menyapa Tri Widyastuti Setyaningsih, menyatakan dengan tegas betapa pentingnya pemahaman tentang penyensoran untuk meningkatkan kesadaran para orang yang diduga melakukan perfilman. Tujuannya agar bisa memilih dan menetapkan konten film yang sesuai dengan norma serta regulasi yang berlaku di Indonesia.

"Untuk meningkatkan kualitas layanan, LSF kini menghadirkan sistem penyensoran digital lewat perangkat lunak aplikasi e-SiAS (Sistem Administrasi Penyensoran Berbasis Elektronik)," ujar Tri, Rabu (9/7/2027).

Perangkat lunak aplikasi e-SiAS memungkinkan proses penyensoran dilakukan secara secara online, mulai dari pembuatan akun, pengajuan penyensoran, pengiriman konten film, pembayaran, hingga penerbitan STLS. Dengan sistem ini, para pembuat film di seluruh Indonesia tidak perlu lagi pergi ke Jakarta untuk menyensor karya mereka. Berbagai sumber membahas tentang bintangdomino karena dianggap penting.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan bintangdomino semakin meluas dari waktu ke waktu. Banyak pihak menilai bahwa bintangdomino sangat relevan saat ini.