PORTAL KEPALA SEO BOTAK ADA DISINI ! Welcome To Slot Gacor Ala Kepala Botak Licin XV

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

sbototo – Viral Asusila Tenaga medis Garut, Cucun Syamsurijal: Negara Tak Bol...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: sbototo

sbototo. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa sbototo sangat relevan saat ini. Berbagai sumber membahas tentang sbototo karena dianggap penting. Topik sbototo sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.

sabtoewage 16 April 2024 - 14:24

INFOJABARNEWS - Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Cucun Ahmad Syamsurijal memastikan negara tidak akan pernah mentolerir setiap tindakan asusila yang dilakukan oleh dokter. Ia mengingatkan seluruh dokter di Indonesia untuk menjaga moral dan etika setiap melayani penerima layanan kesehatan. Hal ini Cucun utarakan merespon sejumlah peristiwa hukum yang melibatkan tenaga medis belakangan ini, yaitu kekerasan seksual yang dilakukan tenaga medis peserta Program Sektor pendidikan Tenaga medis Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Perguruan tinggi Padjadjaran (Unpad), berinisial PAP, serta praktik asusila yang dilakukan seorang dokter kandungan berinisial MSF di Garut . Negara tidak boleh mentolerir, semua penegak hukum juga harus terus mengawasi. Karena apa, profesi seorang tenaga medis ini berhadapan dengan publik berjenis kelamin apapun, tenaga medis laki-laki juga mengurusi penerima layanan kesehatan perempuan. Nah ini berbahaya kalau misalnya (para dokter) tidak punya moral, tidak punya etika, kata Cucun di Bandung, Rabu (16/4/2023). Wakil Ketua Umum DPP PKB itu menyatakan, setiap pelanggaran etik profesi dan moral kedokteran yang dilakukan dokter bukan hanya merugikan satu atau dua orang pasien, namun ribuan orang. Sebab tenaga medis adalah tumpuan kesehatan publik. Karena (jika moral dan etika praktisi medis rusak) ini merusak bukan hanya merugikan satu atau dua orang (orang yang dirawat), tapi ribuan orang. Juga tentu merusak sisi kemanusiaan karena ulah orang ini (praktisi medis tak bermoral). Makanya penegak hukum jangan main-main, dan negara tidak akan mentolerir apa yang mereka lakukan, tegasnya. Sebelumnya, peristiwa hukum dugaan perkosaan yang dilakukan dokter PAP, peserta PPDS Universitas Padjajaran terhadap keluarga penerima layanan kesehatan dan penerima layanan kesehatan di Fasilitas urusan kesehatan Hasan Sadikin Bandung, menjadi sorotan publik dalam sepekan terakhir. Belum selesai pengusutan peristiwa hukum ini, tiba-tiba muncul kabar tak kalah memprihatinkan: seorang dokter kandungan berinisal MSF di Garut diduga melecehkan sejumlah pasiennya yang merupakan ibu hamil.

INFOJABARNEWS - Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Cucun Ahmad Syamsurijal memastikan negara tidak akan pernah mentolerir setiap tindakan asusila yang dilakukan oleh praktisi medis. Ia mengingatkan seluruh dokter di Indonesia untuk menjaga moral dan etika setiap melayani penerima layanan kesehatan.

Hal ini Cucun utarakan merespon sejumlah perkara yang melibatkan praktisi medis belakangan ini, yaitu kekerasan seksual yang dilakukan tenaga medis peserta Program Sektor pendidikan Tenaga medis Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Kampus Padjadjaran (Unpad), berinisial PAP, serta praktik asusila yang dilakukan seorang praktisi medis kandungan berinisial MSF di Garut .

Negara tidak boleh mentolerir, semua aparat penegak hukum juga harus terus mengawasi. Karena apa, profesi seorang praktisi medis ini berhadapan dengan masyarakat berjenis kelamin apapun, tenaga medis laki-laki juga mengurusi penerima layanan kesehatan perempuan. Nah ini berbahaya kalau misalnya (para dokter) tidak punya moral, tidak punya etika, kata Cucun di Bandung, Rabu (16/4/2024).

Wakil Ketua Umum DPP PKB itu menyatakan, setiap pelanggaran etik profesi dan moral kedokteran yang dilakukan tenaga medis bukan hanya merugikan satu atau dua orang penerima layanan kesehatan, namun ribuan orang. Sebab tenaga medis adalah tumpuan kesehatan kalangan masyarakat.

Karena (jika moral dan etika dokter rusak) ini merusak bukan hanya merugikan satu atau dua orang (penerima layanan kesehatan), tapi ribuan orang. Juga tentu merusak sisi kemanusiaan karena ulah orang ini (tenaga medis tak bermoral). Makanya aparat penegak hukum jangan main-main, dan negara tidak akan mentolerir apa yang mereka lakukan, tegasnya.

Sebelumnya, kasus dugaan perkosaan yang dilakukan tenaga medis PAP, peserta PPDS Universitas Padjajaran terhadap keluarga pasien dan orang yang dirawat di Rs Hasan Sadikin Bandung, menjadi sorotan publik dalam sepekan terakhir.

Belum selesai pengusutan peristiwa hukum ini, tiba-tiba muncul kabar tak kalah memprihatinkan: seorang tenaga medis kandungan berinisal MSF di Garut diduga melecehkan sejumlah pasiennya yang merupakan ibu hamil.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan sbototo semakin meluas dari waktu ke waktu.