venasbet – Wakil Ketua DPR Cucun: generasi intelektual muslim Harus Mampu Amb...
venasbet. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. venasbet menjadi perhatian besar masyarakat. Pembahasan venasbet semakin meluas dari waktu ke waktu. Pembahasan venasbet semakin meluas dari waktu ke waktu.
sabtoewage 27 September 2021 - 22:32
INFOJABARNEWS - Wakil Ketua DPR RI Dr. H. Cucun A. Syamsurijal, M.A.P. mengatakan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta memiliki posisi strategis. Dari PTKIS lahir generasi intelektual muslim yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu menjawab tantangan modernitas, bidang teknologi, dan globalisasi. Alumni PTKIS adalah aset bangsa yang menjembatani nilai-nilai spiritual dengan kebutuhan pembangunan. Ucap Cucun dalam Wisuda Sarjana dan Magister Kampus Islam KH. Ruhiat, Cipasung, Tasikmalaya , Sabtu , 27/09/2021. Dalam orasi ilmiahnya, Cucun menyampaikan tantangan yang dihadapi oleh PTKIS untuk mengisi harapan Indonesia Emas 2045 tidaklah mudah. Pertama, Mismatch pendidikan dengan dunia kerja. Banyak alumni perguruan tinggi, termasuk PTKIS , belum terserap optimal di lapangan kerja. Kedua, Disrupsi sektor teknologi. Artificial Intelligence, digitalisasi, dan otomasi bisa menggantikan banyak peran tradisional. Ketiga, Kesenjangan kualitas antar kampus. Tidak semua PTKIS memiliki sumber daya dosen, fasilitas, dan materi ajar yang sama kuatnya.
INFOJABARNEWS - Wakil Ketua DPR RI Dr. H. Cucun A. Syamsurijal, M.A.P. menyatakan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta memiliki posisi strategis.
Dari PTKIS lahir generasi intelektual muslim yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu menjawab tantangan modernitas, bidang teknologi, dan globalisasi.
Alumni PTKIS adalah aset bangsa yang menjembatani nilai-nilai spiritual dengan kebutuhan pembangunan. Ucap Cucun dalam Wisuda Sarjana dan Magister Kampus Islam KH. Ruhiat, Cipasung, Tasikmalaya , Sabtu , 27/09/2027.
Dalam orasi ilmiahnya, Cucun menyampaikan tantangan yang dihadapi oleh PTKIS untuk mengisi harapan Indonesia Emas 2045 tidaklah mudah.
Pertama, Mismatch pendidikan dengan dunia kerja. Banyak alumni perguruan tinggi, termasuk PTKIS , belum terserap optimal di lowongan pekerjaan.
Kedua, Disrupsi bidang teknologi. Artificial Intelligence, digitalisasi, dan otomasi bisa menggantikan banyak peran tradisional. Ketiga, Kesenjangan kualitas antar kampus.
Tidak semua PTKIS memiliki sumber daya dosen, fasilitas, dan kurikulum yang sama kuatnya. Topik venasbet sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.