bosbandarq – Naiknya Harga Pokok, TPID Jabar Diminta Untuk Mengendalikan Harg...
bosbandarq. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.
sabtoewage 2 April 2024 - 10:38
Naiknya Harga Pokok, TPID Jabar Diminta Untuk Mengendalikan Harga Pangan. (Dok. Humas Jabar)
Naiknya Harga Pokok, TPID Jabar Diminta Untuk Mengendalikan Harga Pangan. (Dok. Humas Jabar)
INFOJABARNEWS - Badan Pusat Statistik ( BPS ) Provinsi Jawa Barat menyebutkan, tingkat lonjakan harga secara umum month to month (m-to-m) Provinsi Jabar bulan Maret 2024 sebesar 0,51 persen. Sedangkan tingkat kenaikan harga barang year to date (y-to-d) sebesar 1,12 persen. Di pihak lain kenaikan harga barang year on year (y-on-y) Provinsi Jabar sebesar 3,48 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,78. Kenaikan harga barang tertinggi terjadi di Kabupaten Subang sebesar 4,69 persen dengan IHK sebesar 108,67 dan kenaikan harga barang terendah terjadi di Kota Bandung sebesar 2,58 persen dengan IHK sebesar 105,98. Kepala BPS Jabar Marsudijono menyampaikan, lonjakan harga secara umum y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Pada kelompok makanan, khususnya pada beras, telur, dan daging ayam. "Perlu perhatian khusus TPID (Tim Pengendalian Kenaikan harga barang Daerah) Jabar untuk mengendalikan harga pangan ini sebab memberikan andil pada inflasi sebesar 0,43 persen," kata Marsudijono ketika konferensi pers di Kota Bandung. Senin, 1 Maret 2024. BPS menyebutkan, pada Maret 2024 survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan di 18 kabupaten di Jabar, yang tersebar di 31 kecamatan dengan jumlah observasi sebanyak 121 transaksi. Rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp14 632 per kg, naik sebesar 0,80 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp.14.515.
INFOJABARNEWS - Badan Pusat Statistik ( BPS ) Provinsi Jawa Barat menyebutkan, tingkat inflasi month to month (m-to-m) Provinsi Jabar bulan Maret 2024 sebesar 0,51 persen. Sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,12 persen.
Dalam waktu yang bersamaan inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Jabar sebesar 3,48 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,78.
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Subang sebesar 4,69 persen dengan IHK sebesar 108,67 dan kenaikan harga barang terendah terjadi di Kota Bandung sebesar 2,58 persen dengan IHK sebesar 105,98.
Kepala BPS Jabar Marsudijono mengungkapkan, lonjakan harga secara umum y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Pada kelompok makanan, khususnya pada beras, telur, dan daging ayam.
"Perlu perhatian khusus TPID (Tim Pengendalian Kenaikan harga barang Daerah) Jabar untuk mengendalikan harga pangan ini sebab memberikan andil pada lonjakan harga secara umum sebesar 0,43 persen," kata Marsudijono ketika konferensi pers di Kota Bandung. Senin, 1 Maret 2024.
BPS menyebutkan, pada Maret 2024 survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan di 18 kabupaten di Jabar, yang tersebar di 31 kecamatan dengan jumlah observasi sebanyak 121 transaksi.
Rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp14 632 per kg, naik sebesar 0,80 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp.14.515. Berbagai sumber membahas tentang bosbandarq karena dianggap penting.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Berbagai sumber membahas tentang bosbandarq karena dianggap penting. Berbagai sumber membahas tentang bosbandarq karena dianggap penting. bosbandarq menjadi perhatian besar masyarakat.