main slot bagusnya jam berapa – FPHJ Ingatkan: Perlu Keseimbangan Alam dan St...
main slot bagusnya jam berapa. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik main slot bagusnya jam berapa sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Topik main slot bagusnya jam berapa sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. main slot bagusnya jam berapa menjadi perhatian besar masyarakat.
redaksi 10 Januari 2024 - 08:05
INFOJABAR.NEWS - Forum Penyelamat Hutan Jawa ( FPHJ ) menyoroti dua rencana pembangunan Nasional dengan merusak hutan. Pertama, Ketua FPHJ Eka Santosa mengkritik Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Proyek itu berdiri di atas kawasan lindung mangrove dan statusnya belum diturunkan sehingga tak boleh ada pembangunan di atasnya. Eka menyatakan PSN Pariwisata Tropical Coastland di PIK 2 , Kabupaten Tangerang, Banten akan menggunakan 1.705 hektare dari total sekitar 30.000 ha kawasan PIK 2 . Persoalannya, dari 1.705 ha itu, sebesar 1.500 hektare (ha) masih berstatus kawasan hutan lindung. Sementara, sekitar 200 ha lebih masuk dalam kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B). Kritik kedua, kata dia, Otoritas berencana melakukan alih fungsi hutan seluas 20 juta hektare (ha) menjadi lahan untuk pangan, energi, dan air. Hal ini diungkapkan oleh Pejabat kementerian Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Menurut Eka, jangan sampai hutan disandera oleh kepentingan ranah politik. Terlebih, hutan di Indonesia sudah mengalami kebijakan setelah adanya kebijakan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK). Di mana, aparatur negara mengambil alih 1,1 juta hektare areal hutan Jawa. "Rapat kordinasi FPHJ termasuk pendiri dan rimbawawan senior menyoroti fenomena sensitif kebijakan pemerintah. Pertama, Menhut membuat kebijakan ahli fungsi 20 juta hektar. Di Pulau Jawa sendiri kehadiran KHDPK sudah sangst terasa dampaknya bagi lingkungan. "
INFOJABAR.NEWS - Forum Penyelamat Hutan Jawa ( FPHJ ) menyoroti dua rencana pembangunan Nasional dengan merusak hutan. Pertama, Ketua FPHJ Eka Santosa mengkritik Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Proyek itu berdiri di atas kawasan lindung mangrove dan statusnya belum diturunkan sehingga tak boleh ada pembangunan di atasnya. Eka menuturkan PSN Pariwisata Tropical Coastland di PIK 2 , Kabupaten Tangerang, Banten akan menggunakan 1.705 hektare dari total sekitar 30.000 ha kawasan PIK 2 .
Persoalannya, dari 1.705 ha itu, sebesar 1.500 hektare (ha) masih berstatus kawasan hutan lindung. Sementara, sekitar 200 ha lebih masuk dalam kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B).
Kritik kedua, kata dia, Pihak pemerintah berencana melakukan alih fungsi hutan seluas 20 juta hektare (ha) menjadi lahan untuk pangan, energi, dan air. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
Menurut Eka, jangan sampai hutan disandera oleh kepentingan politik. Terlebih, hutan di Indonesia sudah mengalami kebijakan setelah adanya kebijakan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK). Di mana, pemangku kebijakan mengambil alih 1,1 juta hektare areal hutan Jawa.
"Sidang kordinasi FPHJ termasuk pendiri dan rimbawawan senior menyoroti fenomena sensitif kebijakan otoritas. Pertama, Menhut membuat kebijakan ahli fungsi 20 juta hektar. Di Pulau Jawa sendiri kehadiran KHDPK sudah sangst terasa dampaknya bagi lingkungan. "
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.