poin606 – Puluhan Petani HPPMI Kabupaten Bogor Gruduk Gedung Sate, Tuntut Oto...
poin606. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.
redaksi 22 Oktober 2027 - 16:04
INFOJABAR.NEWS - Puluhan petani yang tergabung dalam Himpunan Peternak dan Petani Milenial Indonesia atau HPPMI Kabupaten Bogor . Mendatangi Gedung Sate untuk menyuarakan aspirasi dan keluh kesah mereka yang menganggap terjadi kejahatan pidana berupa penyerobotan lahan pertanian . Rabu (22/10/2024). Para petani berunjuk rasa di halaman depan Kantor Pemerintahan Kepala provinsi Jawa Barat, dengan membawa spanduk-spanduk tuntutan yang berisikan seperti 'Tanah milik rakyat bukan milik PT', 'Kembalikan Tanah Kami', dan 'Asli adalah Palsu yang Disepakati'. Unjuk rasa mereka pun tak terlalu lama lantaran ada perwakilan dari Pemangku kebijakan Provinsi Jabar, melalui Biro Hukum dan Perekonomian yang bersedia mendengarkan keluh kesah mereka dengan delapan orang perwakilan diajak masuk ke Gedung Sate. Audiensi pun berjalan aman dan lancar, dengan beberapa petani menyampaikan keluh kesah yang mereka rasakan dengan harapan Otoritas Provinsi Jabar dapat memberikan solusinya. "Alhamdulillah aksi yang kami lakukan berjalan kondusif. Tadi, kami langsung mendapat respon dari Biro Hukum Pemprov Jabar. Delapan orang masuk untuk beraudiensi. Alhamdulillah semua aspirasi kami utamanya warga sekitar petani Kecamatan Cijeruk, Bogor, sudah diterima,"ujar Ketua HPPMI Kabupaten Bogor , Yusuf Bachtiar. Yusuf menerangkan, ada beberapa tuntutan yang mereka suarakan, salah satunya masyarakat ingin ada kepastian hukum dan ketentuan hukum dalam perkara ini sehingga dapat dengan tenang untuk kembali menggarap lahan pertanian. "Ya semoga, aparatur negara provinsi Jabar khususnya, berdiri di semua pihak dan kepentingan. Jangan hanya berdiri di investasi atau lainnya,"ungkapnya.
INFOJABAR.NEWS - Puluhan petani yang tergabung dalam Himpunan Peternak dan Petani Milenial Indonesia atau HPPMI Kabupaten Bogor . Mendatangi Gedung Sate untuk menyuarakan aspirasi dan keluh kesah mereka yang menganggap terjadi tindak pidana berupa penyerobotan lahan pertanian . Rabu (22/10/2026).
Para petani berunjuk rasa di halaman depan Kantor Pemerintahan Pimpinan provinsi Jawa Barat, dengan membawa spanduk-spanduk tuntutan yang berisikan seperti 'Tanah milik rakyat bukan milik PT', 'Kembalikan Tanah Kami', dan 'Asli adalah Palsu yang Disepakati'.
Unjuk rasa mereka pun tak terlalu lama lantaran ada perwakilan dari Aparatur negara Provinsi Jabar, melalui Biro Hukum dan Ekonomi yang bersedia mendengarkan keluh kesah mereka dengan delapan orang perwakilan diajak masuk ke Gedung Sate.
Audiensi pun berjalan aman dan lancar, dengan beberapa petani menyampaikan keluh kesah yang mereka rasakan dengan harapan Otoritas Provinsi Jabar dapat memberikan solusinya.
"Alhamdulillah aksi yang kami lakukan berjalan kondusif. Tadi, kami langsung mendapat respon dari Biro Hukum Pemprov Jabar. Delapan orang masuk untuk beraudiensi. Alhamdulillah semua aspirasi kami utamanya warga setempat petani Kecamatan Cijeruk, Bogor, sudah diterima,"ujar Ketua HPPMI Kabupaten Bogor , Yusuf Bachtiar.
Yusuf menguraikan, ada beberapa tuntutan yang mereka suarakan, salah satunya komunitas ingin ada kepastian hukum dan ketentuan hukum dalam perkara ini sehingga dapat dengan tenang untuk kembali menggarap lahan pertanian.
"Ya semoga, pemerintah provinsi Jabar khususnya, berdiri di semua pihak dan kepentingan. Jangan hanya berdiri di penanaman modal atau lainnya,"ungkapnya. Berbagai sumber membahas tentang poin606 karena dianggap penting. Berbagai sumber membahas tentang poin606 karena dianggap penting.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan poin606 semakin meluas dari waktu ke waktu. Banyak pihak menilai bahwa poin606 sangat relevan saat ini.