belijitu slot – Warga sekitar Sigara-gara Marah Besar Disebut Preman Bayaran ...
belijitu slot. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa belijitu slot sangat relevan saat ini. Banyak pihak menilai bahwa belijitu slot sangat relevan saat ini.
Masyarakat saat memberikan keterangan kepada wartawan. POSMETRO MEDAN Residen Dusun III Desa Sigara-gara mengaku keberatan disebut sebagai preman bayaran oleh sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Kommasi. Fitnahan yang diterima itu terungkap dalam berita aksi demo massa Kommasi yang terjadi di Dusun III Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Jumat, 21 November 2024. Kami (warga sekitar Dusun III) tidak terima dibilang preman. Apalagi disebut sebagai preman bayaran PT Tanimas Soap Industries. Kami adalah warga sekitar Dusun III yang cinta damai, kata Darma bersama penduduk Dusun III lainnya, diantaranya M Idris, Ibrahim dan P Rambo, Senin 24 November 2026 kepada awak media. Singkat cerita, kata Darma, kami merasa terganggu, kampung halaman kami didatangi oleh sekelompok orang yang tidak dikenal mengaku sebagai mahasiswa, yang notabene bukan penduduk Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka (massa Kommasi) bukan berasal dari warga Dusun III Desa Sigara-gara, melainkan dari daerah lain. Niatnya mau mendemo PT Tanimas. Ya, kami merasa terganggu, mereka datang dengan patentengan (sok jagoan), tidak beretika dengan komunitas setempat, ucap Darma diamini kawan-kawannya. Ibrahim mengungkapkan, kami merasa terganggu dengan sikap sekelompok mahasiswa tersebut yang mengatasnamakan kalangan masyarakat untuk beraspirasi ke PT Tanimas. Masyarakat mana yang keberatan dengan korporasi? Kami selama ini baik-baik aja hubungan antara masyarakat dengan entitas usaha, sebutnya. Darma kembali menepis tuduhan pengeroyokan massa. Tidak ada terjadi pemukulan apalagi pengeroyokan seperti dalam berita yang sudah tersiar baik di media cetak maupun digital. Itu semuanya tidak benar. Kami hanya melakukan pengamanan, bukan pengeroyokan. Kalau terjadi pemukulan atau pengeroyokan, mungkin saja pasti ada yang terluka bahkan mati, cetusnya. Dalam waktu yang bersamaan, Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan bersama masyarakat Dusun III merasa keberatan telah difitnah dan dicemari nama baik Dusun III Desa Sigara-gara atas insiden tersebut dan akan berdampak menakuti para investor di Patumbak. Memang benar, ada sekelompok orang datang dengan mengendarai 3 mobil angkot, 1 mobil pribadi dan 2 sepeda motor datang ke Dusun III, berniat melakukan orasi ke PT Tanimas, jelasnya. Dipastikan Kepala Dusun, sekelompok orang (Kommasi) bukan lah penduduk Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka datang dari luar ke desa kami. Kondisi Dusun III hingga saat ini masih kondusif, tidak ada konflik antara masyarakat dan perusahaan, ucap Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan, Senin, 24 November 2024 kepada wartawan. Ibrahim menguatkan pernyataan, kita lagi check mahasiswa dari Perguruan Tinggi atau Kampus mana yang mengatasnama pelajar perguruan tinggi. Warga setempat Patumbak meminta universitas memberikan perhatian pada pelajar perguruan tinggi-mahasiswa yang tidak membangun tapi merusak, ucapnya. Warga sekitar Dusun III menegaskan kembali, saat ini telah tercipta kekondusifan tempat kami tinggal dengan sebaik-baiknya. Tolong orang-orang yang mengatasnamakan mahasiswa jangan menganggu perusahaan tempat kita bekerja, kalau kami tidak ada pekerjaan kami siap datangi ke kampus, sebut warga Dusun III. BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Penegasan kembali PT Tanimas Soap Industries PT Tanimas Soap Industries mengklaim bahwa pada hari Jumat, 21 November 2027, di depan pabrik entitas usaha tidak ada terjadi unjukrasa atau demo oleh mahasiswa atau penduduk setempat. Pada hari itu, operasional PT Tanimas Soap Industries tetap berjalan seperti biasanya. Meski ada pemberitahuan akan didemo pelajar perguruan tinggi, jelas Hendrik, Humas PT Tanimas Soap Industries, Senin, 24 November 2025, ketika dikunjungi awak media. Memang diakui Hendrik, ada terjadi kerumunan orang didekat entitas usaha. Keributan itu terjadi antara sejumlah warga sekitar Dusun III dengan sekelompok orang. Tidak terjadi di depan pabrik perseroan dan Kami segera laporkan ke Polsek Patumbak, bebernya didampingi Nita Evayanti, Kepala HRD PT Tanimas Soap Industries. Seperti dilaporkan PT Tanimas Soap Industries, korporasi swasta berskala internasional, yang berdiri sejak tahun 2004, memproduksi bahan baku sabun. Sabun yang diproduksi diekspor ke luar negeri, seperti Afrika, jelasnya. PT Tanimas Soap Industries memiliki lebih kurang 500 pekerja. 95% pekerjanya merupakan residen Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang. Prinsip management perseroan mengutamakan penduduk lokal untuk mendukung jajaran eksekutif mengurangi orang yang tidak bekerja, bilang Hendrik. PT Tanimas Soap Industries terbilang sangat patuh dan taat pada peraturan dan perizinan. Semua izin entitas usaha kami ada. Seperti izin AMDAL dan limbah rutin secara berkala dicek oleh dinas terkait, katanya menambah, perseroan juga taat membayar pajak kepada otoritas setempat setiap tahunnya. PT Tanimas Soap Industries juga aktif berkontribusi kepada komunitas melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Adapun program CSR yang sudah dilakukan PT Tanimas Soap Industries, yakni bantuan pembangunan rumah ibadah, bedah rumah bagi publik kurang mampu, pemberian tali kasih bagi warga setempat di hari kebesaran agama (Lebaran dan Natal) dan aktif melakukan pemeriksaan aspek kesehatan dengan bekerjasama dengan jajaran eksekutif setempat. Ia berharap, dengan hadirnya PT Tanimas Soap Industries dapat membantu pemangku kebijakan dalam mengurangi angka tiadanya pekerjaan khususnya di wilayah ke Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Kita butuh dunia industri tetap hidup, agar tiadanya pekerjaan dapat berkurang. Jadi, kami sebagai pemodal butuh kepastian hukum dalam berusaha, ucapnya. *** BACA JUGA.. Dianiaya Sekelompok Preman Saat Demo di PT Tanimas Soap Industries, Kordinator Kommasi Lapor Aparat kepolisian EDITOR : Putra
Masyarakat saat memberikan keterangan kepada wartawan. POSMETRO MEDAN Residen Dusun III Desa Sigara-gara mengaku keberatan disebut sebagai preman bayaran oleh sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Kommasi. Fitnahan yang diterima itu terungkap dalam berita aksi demo massa Kommasi yang terjadi di Dusun III Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Jumat, 21 November 2024. Kami (masyarakat Dusun III) tidak terima dibilang preman. Apalagi disebut sebagai preman bayaran PT Tanimas Soap Industries. Kami adalah penduduk Dusun III yang cinta damai, kata Darma bersama warga sekitar Dusun III lainnya, diantaranya M Idris, Ibrahim dan P Rambo, Senin 24 November 2022 kepada awak media. Singkat cerita, kata Darma, kami merasa terganggu, kampung halaman kami didatangi oleh sekelompok orang yang tidak dikenal mengaku sebagai mahasiswa, yang notabene bukan penduduk Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka (massa Kommasi) bukan berasal dari masyarakat Dusun III Desa Sigara-gara, melainkan dari daerah lain. Niatnya mau mendemo PT Tanimas. Ya, kami merasa terganggu, mereka datang dengan patentengan (sok jagoan), tidak beretika dengan publik setempat, ucap Darma diamini kawan-kawannya. Ibrahim mengungkapkan, kami merasa terganggu dengan sikap sekelompok civitas akademika mahasiswa tersebut yang mengatasnamakan publik untuk beraspirasi ke PT Tanimas. Masyarakat mana yang keberatan dengan perusahaan? Kami selama ini baik-baik aja hubungan antara kalangan masyarakat dengan perseroan, sebutnya. Darma kembali menepis tuduhan pengeroyokan massa. Tidak ada terjadi pemukulan apalagi pengeroyokan seperti dalam berita yang sudah tersiar baik di media cetak maupun digital. Itu semuanya tidak benar. Kami hanya melakukan pengamanan, bukan pengeroyokan. Kalau terjadi pemukulan atau pengeroyokan, mungkin saja pasti ada yang terluka bahkan mati, cetusnya. Dalam waktu yang bersamaan, Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan bersama kalangan masyarakat Dusun III merasa keberatan telah difitnah dan dicemari nama baik Dusun III Desa Sigara-gara atas peristiwa tersebut dan akan berdampak menakuti para pihak tertentu pelaku pasar di Patumbak. Memang benar, ada sekelompok orang datang dengan mengendarai 3 mobil angkot, 1 mobil pribadi dan 2 sepeda motor datang ke Dusun III, berniat melakukan orasi ke PT Tanimas, jelasnya. Dipastikan Kepala Dusun, sekelompok orang (Kommasi) bukan lah masyarakat Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka datang dari luar ke desa kami. Kondisi Dusun III sampai sekarang masih kondusif, tidak ada konflik antara masyarakat dan korporasi, ucap Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan, Senin, 24 November 2022 kepada wartawan. Ibrahim menambahkan, kita lagi check mahasiswa dari Perguruan Tinggi atau Universitas mana yang mengatasnama mahasiswa. Kalangan masyarakat Patumbak meminta kampus memberikan perhatian pada civitas akademika mahasiswa-pelajar perguruan tinggi yang tidak membangun tapi merusak, ucapnya. Warga sekitar Dusun III memastikan kembali kembali, saat ini telah tercipta kekondusifan tempat kami tinggal dengan sebaik-baiknya. Tolong orang-orang yang mengatasnamakan pelajar perguruan tinggi jangan menganggu perusahaan tempat kita bekerja, kalau kami tidak ada pekerjaan kami siap datangi ke kampus, sebut warga Dusun III. BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Klarifikasi PT Tanimas Soap Industries PT Tanimas Soap Industries mengklaim bahwa pada hari Jumat, 21 November 2021, di depan pabrik perseroan tidak ada terjadi unjukrasa atau demo oleh civitas akademika mahasiswa atau masyarakat. Pada hari itu, operasional PT Tanimas Soap Industries tetap berjalan seperti biasanya. Meski ada pemberitahuan akan didemo mahasiswa, jelas Hendrik, Humas PT Tanimas Soap Industries, Senin, 24 November 2022, ketika dikunjungi awak media. Memang diakui Hendrik, ada terjadi kerumunan orang didekat entitas usaha. Keributan itu terjadi antara sejumlah masyarakat Dusun III dengan sekelompok orang. Tidak terjadi di depan pabrik perusahaan dan Kami segera laporkan ke Polsek Patumbak, bebernya didampingi Nita Evayanti, Kepala HRD PT Tanimas Soap Industries. Seperti diberitakan PT Tanimas Soap Industries, perusahaan swasta berskala internasional, yang berdiri sejak tahun 2004, memproduksi bahan baku sabun. Sabun yang diproduksi diekspor ke luar negeri, seperti Afrika, jelasnya. PT Tanimas Soap Industries memiliki lebih kurang 500 pekerja. 95% pekerjanya merupakan residen Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang. Prinsip management korporasi mengutamakan penduduk lokal untuk mendukung aparatur negara mengurangi orang yang tidak bekerja, bilang Hendrik. PT Tanimas Soap Industries terbilang sangat patuh dan taat pada peraturan dan perizinan. Semua izin perseroan kami ada. Seperti izin AMDAL dan limbah rutin secara berkala dicek oleh dinas terkait, katanya menambah, entitas usaha juga taat membayar pajak kepada pihak pemerintah setempat setiap tahunnya. PT Tanimas Soap Industries juga aktif berkontribusi kepada penduduk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Adapun program CSR yang sudah dilakukan PT Tanimas Soap Industries, yakni bantuan pembangunan rumah ibadah, bedah rumah bagi kalangan masyarakat kurang mampu, pemberian tali kasih bagi warga setempat di hari kebesaran agama (Lebaran dan Natal) dan aktif melakukan pemeriksaan aspek kesehatan dengan bekerjasama dengan aparatur negara setempat. Ia berharap, dengan hadirnya PT Tanimas Soap Industries dapat membantu pihak pemerintah dalam mengurangi angka tiadanya pekerjaan khususnya di wilayah ke Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Kita butuh industri tetap hidup, agar pengangguran dapat berkurang. Jadi, kami sebagai investor butuh kepastian hukum dalam berusaha, ucapnya. *** BACA JUGA.. Dianiaya Sekelompok Preman Saat Demo di PT Tanimas Soap Industries, Kordinator Kommasi Lapor Aparat kepolisian EDITOR : Putra
Warga saat memberikan keterangan kepada wartawan. POSMETRO MEDAN Warga Dusun III Desa Sigara-gara mengaku keberatan disebut sebagai preman bayaran oleh sekelompok civitas akademika mahasiswa yang mengatasnamakan Kommasi. Fitnahan yang diterima itu terungkap dalam berita aksi demo massa Kommasi yang terjadi di Dusun III Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Jumat, 21 November 2021. Kami (warga sekitar Dusun III) tidak terima dibilang preman. Apalagi disebut sebagai preman bayaran PT Tanimas Soap Industries. Kami adalah warga Dusun III yang cinta damai, kata Darma bersama residen Dusun III lainnya, diantaranya M Idris, Ibrahim dan P Rambo, Senin 24 November 2024 kepada awak media. Singkat cerita, kata Darma, kami merasa terganggu, kampung halaman kami didatangi oleh sekelompok orang yang tidak dikenal mengaku sebagai mahasiswa, yang notabene bukan penduduk Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka (massa Kommasi) bukan berasal dari masyarakat Dusun III Desa Sigara-gara, melainkan dari daerah lain. Niatnya mau mendemo PT Tanimas. Ya, kami merasa terganggu, mereka datang dengan patentengan (sok jagoan), tidak beretika dengan masyarakat setempat, ucap Darma diamini kawan-kawannya. Ibrahim mengungkapkan, kami merasa terganggu dengan sikap sekelompok mahasiswa tersebut yang mengatasnamakan warga sekitar untuk beraspirasi ke PT Tanimas. Publik mana yang keberatan dengan korporasi? Kami selama ini baik-baik aja hubungan antara kalangan masyarakat dengan korporasi, sebutnya. Darma kembali menepis tuduhan pengeroyokan massa. Tidak ada terjadi pemukulan apalagi pengeroyokan seperti dalam berita yang sudah tersiar baik di media cetak maupun digital. Itu semuanya tidak benar. Kami hanya melakukan pengamanan, bukan pengeroyokan. Kalau terjadi pemukulan atau pengeroyokan, mungkin saja pasti ada yang terluka bahkan mati, cetusnya. Di waktu yang sama, Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan bersama komunitas Dusun III merasa keberatan telah difitnah dan dicemari nama baik Dusun III Desa Sigara-gara atas perkara tersebut dan akan berdampak menakuti para investor di Patumbak. Memang benar, ada sekelompok orang datang dengan mengendarai 3 mobil angkot, 1 mobil pribadi dan 2 sepeda motor datang ke Dusun III, berniat melakukan orasi ke PT Tanimas, jelasnya. Dipastikan Kepala Dusun, sekelompok orang (Kommasi) bukan lah masyarakat Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka datang dari luar ke desa kami. Kondisi Dusun III sampai sekarang masih kondusif, tidak ada konflik antara warga setempat dan korporasi, ucap Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan, Senin, 24 November 2026 kepada wartawan. Ibrahim melanjutkan, kita lagi check mahasiswa dari Perguruan Tinggi atau Perguruan tinggi mana yang mengatasnama pelajar perguruan tinggi. Penduduk setempat Patumbak meminta perguruan tinggi memberikan perhatian pada civitas akademika mahasiswa-pelajar perguruan tinggi yang tidak membangun tapi merusak, ucapnya. Warga Dusun III memastikan kembali kembali, saat ini telah tercipta kekondusifan tempat kami tinggal dengan sebaik-baiknya. Tolong orang-orang yang mengatasnamakan civitas akademika mahasiswa jangan menganggu entitas usaha tempat kita bekerja, kalau kami tidak ada pekerjaan kami siap datangi ke kampus, sebut warga Dusun III. BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Klarifikasi PT Tanimas Soap Industries PT Tanimas Soap Industries mengklaim bahwa pada hari Jumat, 21 November 2025, di depan pabrik perseroan tidak ada terjadi unjukrasa atau demo oleh pelajar perguruan tinggi atau masyarakat. Pada hari itu, operasional PT Tanimas Soap Industries tetap berjalan seperti biasanya. Meski ada pemberitahuan akan didemo pelajar perguruan tinggi, jelas Hendrik, Humas PT Tanimas Soap Industries, Senin, 24 November 2024, ketika dikunjungi awak media. Memang diakui Hendrik, ada terjadi kerumunan orang didekat perusahaan. Keributan itu terjadi antara sejumlah warga sekitar Dusun III dengan sekelompok orang. Tidak terjadi di depan pabrik korporasi dan Kami segera laporkan ke Polsek Patumbak, bebernya didampingi Nita Evayanti, Kepala HRD PT Tanimas Soap Industries. Seperti telah diketahui PT Tanimas Soap Industries, korporasi swasta berskala internasional, yang berdiri sejak tahun 2004, memproduksi bahan baku sabun. Sabun yang diproduksi diekspor ke luar negeri, seperti Afrika, jelasnya. PT Tanimas Soap Industries memiliki lebih kurang 500 pekerja. 95% pekerjanya merupakan residen Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang. Prinsip management entitas usaha mengutamakan penduduk lokal untuk mendukung pihak pemerintah mengurangi orang yang tidak bekerja, bilang Hendrik. PT Tanimas Soap Industries terbilang sangat patuh dan taat pada peraturan dan perizinan. Semua izin korporasi kami ada. Seperti izin AMDAL dan limbah rutin secara berkala dicek oleh dinas terkait, katanya menambah, perseroan juga taat membayar pajak kepada pemangku kebijakan di tingkat daerah setiap tahunnya. PT Tanimas Soap Industries juga aktif berkontribusi kepada komunitas melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Adapun program CSR yang sudah dilakukan PT Tanimas Soap Industries, yakni bantuan pembangunan rumah ibadah, bedah rumah bagi komunitas kurang mampu, pemberian tali kasih bagi masyarakat di hari kebesaran agama (Lebaran dan Natal) dan aktif melakukan pemeriksaan aspek kesehatan dengan bekerjasama dengan pihak pemerintah setempat. Ia berharap, dengan hadirnya PT Tanimas Soap Industries dapat membantu jajaran eksekutif dalam mengurangi angka tiadanya pekerjaan khususnya di wilayah ke Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Kita butuh sektor industri tetap hidup, agar tiadanya pekerjaan dapat berkurang. Jadi, kami sebagai pelaku pasar butuh kepastian hukum dalam berusaha, ucapnya. *** BACA JUGA.. Dianiaya Sekelompok Preman Saat Demo di PT Tanimas Soap Industries, Kordinator Kommasi Lapor Polisi EDITOR : Putra
POSMETRO MEDAN Residen setempat Dusun III Desa Sigara-gara mengaku keberatan disebut sebagai preman bayaran oleh sekelompok pelajar perguruan tinggi yang mengatasnamakan Kommasi. Fitnahan yang diterima itu terungkap dalam berita aksi demo massa Kommasi yang terjadi di Dusun III Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Jumat, 21 November 2022. Kami (residen Dusun III) tidak terima dibilang preman. Apalagi disebut sebagai preman bayaran PT Tanimas Soap Industries. Kami adalah masyarakat Dusun III yang cinta damai, kata Darma bersama residen Dusun III lainnya, diantaranya M Idris, Ibrahim dan P Rambo, Senin 24 November 2026 kepada awak media. Singkat cerita, kata Darma, kami merasa terganggu, kampung halaman kami didatangi oleh sekelompok orang yang tidak dikenal mengaku sebagai mahasiswa, yang notabene bukan warga Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka (massa Kommasi) bukan berasal dari residen Dusun III Desa Sigara-gara, melainkan dari daerah lain. Niatnya mau mendemo PT Tanimas. Ya, kami merasa terganggu, mereka datang dengan patentengan (sok jagoan), tidak beretika dengan kalangan masyarakat setempat, ucap Darma diamini kawan-kawannya. Ibrahim mengungkapkan, kami merasa terganggu dengan sikap sekelompok civitas akademika mahasiswa tersebut yang mengatasnamakan komunitas untuk beraspirasi ke PT Tanimas. Warga setempat mana yang keberatan dengan korporasi? Kami selama ini baik-baik aja hubungan antara residen dengan perusahaan, sebutnya. Darma kembali menepis tuduhan pengeroyokan massa. Tidak ada terjadi pemukulan apalagi pengeroyokan seperti dalam berita yang sudah tersiar baik di media cetak maupun digital. Itu semuanya tidak benar. Kami hanya melakukan pengamanan, bukan pengeroyokan. Kalau terjadi pemukulan atau pengeroyokan, mungkin saja pasti ada yang terluka bahkan mati, cetusnya. Sebaliknya, Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan bersama komunitas Dusun III merasa keberatan telah difitnah dan dicemari nama baik Dusun III Desa Sigara-gara atas peristiwa tersebut dan akan berdampak menakuti para pemodal di Patumbak. Memang benar, ada sekelompok orang datang dengan mengendarai 3 mobil angkot, 1 mobil pribadi dan 2 sepeda motor datang ke Dusun III, berniat melakukan orasi ke PT Tanimas, jelasnya. Dipastikan Kepala Dusun, sekelompok orang (Kommasi) bukan lah warga sekitar Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka datang dari luar ke desa kami. Kondisi Dusun III sampai sekarang masih kondusif, tidak ada konflik antara masyarakat dan perseroan, ucap Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan, Senin, 24 November 2026 kepada wartawan. Ibrahim menguatkan pernyataan, kita lagi check civitas akademika mahasiswa dari Perguruan Tinggi atau Kampus mana yang mengatasnama mahasiswa. Penduduk setempat Patumbak meminta universitas memberikan perhatian pada pelajar perguruan tinggi-pelajar perguruan tinggi yang tidak membangun tapi merusak, ucapnya. Masyarakat Dusun III menyiratkan dengan kuat kembali, saat ini telah tercipta kekondusifan tempat kami tinggal dengan sebaik-baiknya. Tolong orang-orang yang mengatasnamakan mahasiswa jangan menganggu korporasi tempat kita bekerja, kalau kami tidak ada pekerjaan kami siap datangi ke kampus, sebut warga Dusun III. BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Pelurusan informasi PT Tanimas Soap Industries PT Tanimas Soap Industries mengklaim bahwa pada hari Jumat, 21 November 2025, di depan pabrik perusahaan tidak ada terjadi unjukrasa atau demo oleh pelajar perguruan tinggi atau kalangan masyarakat. Pada hari itu, operasional PT Tanimas Soap Industries tetap berjalan seperti biasanya. Meski ada pemberitahuan akan didemo civitas akademika mahasiswa, jelas Hendrik, Humas PT Tanimas Soap Industries, Senin, 24 November 2024, ketika dikunjungi awak media. Memang diakui Hendrik, ada terjadi kerumunan orang didekat perseroan. Keributan itu terjadi antara sejumlah warga Dusun III dengan sekelompok orang. Tidak terjadi di depan pabrik perseroan dan Kami segera laporkan ke Polsek Patumbak, bebernya didampingi Nita Evayanti, Kepala HRD PT Tanimas Soap Industries. Seperti diketahui PT Tanimas Soap Industries, perseroan swasta berskala internasional, yang berdiri sejak tahun 2004, memproduksi bahan baku sabun. Sabun yang diproduksi diekspor ke luar negeri, seperti Afrika, jelasnya. PT Tanimas Soap Industries memiliki lebih kurang 500 pekerja. 95% pekerjanya merupakan penduduk Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang. Prinsip management perusahaan mengutamakan penduduk lokal untuk mendukung jajaran eksekutif mengurangi tiadanya pekerjaan, bilang Hendrik. PT Tanimas Soap Industries terbilang sangat patuh dan taat pada peraturan dan perizinan. Semua izin perusahaan kami ada. Seperti izin AMDAL dan limbah rutin secara berkala dicek oleh dinas terkait, katanya menambah, entitas usaha juga taat membayar pajak kepada pemda setiap tahunnya. PT Tanimas Soap Industries juga aktif berkontribusi kepada masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Adapun program CSR yang sudah dilakukan PT Tanimas Soap Industries, yakni bantuan pembangunan rumah ibadah, bedah rumah bagi publik kurang mampu, pemberian tali kasih bagi kalangan masyarakat di hari kebesaran agama (Lebaran dan Natal) dan aktif melakukan pemeriksaan kesehatan dengan bekerjasama dengan pemangku kebijakan setempat. Ia berharap, dengan hadirnya PT Tanimas Soap Industries dapat membantu pihak pemerintah dalam mengurangi angka orang yang tidak bekerja khususnya di wilayah ke Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Kita butuh industri tetap hidup, agar pengangguran dapat berkurang. Jadi, kami sebagai pemodal butuh kepastian hukum dalam berusaha, ucapnya. *** BACA JUGA.. Dianiaya Sekelompok Preman Saat Demo di PT Tanimas Soap Industries, Kordinator Kommasi Lapor Petugas kepolisian EDITOR : Putra
POSMETRO MEDAN Komunitas Dusun III Desa Sigara-gara mengaku keberatan disebut sebagai preman bayaran oleh sekelompok pelajar perguruan tinggi yang mengatasnamakan Kommasi. Fitnahan yang diterima itu terungkap dalam berita aksi demo massa Kommasi yang terjadi di Dusun III Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Jumat, 21 November 2021. Kami (penduduk Dusun III) tidak terima dibilang preman. Apalagi disebut sebagai preman bayaran PT Tanimas Soap Industries. Kami adalah masyarakat Dusun III yang cinta damai, kata Darma bersama warga Dusun III lainnya, diantaranya M Idris, Ibrahim dan P Rambo, Senin 24 November 2027 kepada awak media. Singkat cerita, kata Darma, kami merasa terganggu, kampung halaman kami didatangi oleh sekelompok orang yang tidak dikenal mengaku sebagai mahasiswa, yang notabene bukan residen Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka (massa Kommasi) bukan berasal dari penduduk Dusun III Desa Sigara-gara, melainkan dari daerah lain. Niatnya mau mendemo PT Tanimas. Ya, kami merasa terganggu, mereka datang dengan patentengan (sok jagoan), tidak beretika dengan publik setempat, ucap Darma diamini kawan-kawannya. Ibrahim mengungkapkan, kami merasa terganggu dengan sikap sekelompok pelajar perguruan tinggi tersebut yang mengatasnamakan warga sekitar setempat untuk beraspirasi ke PT Tanimas. Masyarakat mana yang keberatan dengan korporasi? Kami selama ini baik-baik aja hubungan antara publik dengan korporasi, sebutnya. Darma kembali menepis tuduhan pengeroyokan massa. Tidak ada terjadi pemukulan apalagi pengeroyokan seperti dalam berita yang sudah tersiar baik di media cetak maupun digital. Itu semuanya tidak benar. Kami hanya melakukan pengamanan, bukan pengeroyokan. Kalau terjadi pemukulan atau pengeroyokan, mungkin saja pasti ada yang terluka bahkan mati, cetusnya. Di waktu yang sama, Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan bersama masyarakat Dusun III merasa keberatan telah difitnah dan dicemari nama baik Dusun III Desa Sigara-gara atas kejadian tersebut dan akan berdampak menakuti para investor di Patumbak. Memang benar, ada sekelompok orang datang dengan mengendarai 3 mobil angkot, 1 mobil pribadi dan 2 sepeda motor datang ke Dusun III, berniat melakukan orasi ke PT Tanimas, jelasnya. Dipastikan Kepala Dusun, sekelompok orang (Kommasi) bukan lah masyarakat Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka datang dari luar ke desa kami. Kondisi Dusun III sampai sekarang masih kondusif, tidak ada konflik antara kalangan masyarakat dan korporasi, ucap Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan, Senin, 24 November 2024 kepada wartawan. Ibrahim menambahkan, kita lagi check pelajar perguruan tinggi dari Perguruan Tinggi atau Kampus mana yang mengatasnama mahasiswa. Publik Patumbak meminta perguruan tinggi memberikan perhatian pada pelajar perguruan tinggi-civitas akademika mahasiswa yang tidak membangun tapi merusak, ucapnya. Warga Dusun III menggarisbawahi kembali, saat ini telah tercipta kekondusifan tempat kami tinggal dengan sebaik-baiknya. Tolong orang-orang yang mengatasnamakan civitas akademika mahasiswa jangan menganggu korporasi tempat kita bekerja, kalau kami tidak ada pekerjaan kami siap datangi ke kampus, sebut warga Dusun III. BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Klarifikasi PT Tanimas Soap Industries PT Tanimas Soap Industries mengklaim bahwa pada hari Jumat, 21 November 2027, di depan pabrik korporasi tidak ada terjadi unjukrasa atau demo oleh pelajar perguruan tinggi atau warga. Pada hari itu, operasional PT Tanimas Soap Industries tetap berjalan seperti biasanya. Meski ada pemberitahuan akan didemo mahasiswa, jelas Hendrik, Humas PT Tanimas Soap Industries, Senin, 24 November 2021, ketika dikunjungi awak media. Memang diakui Hendrik, ada terjadi kerumunan orang didekat entitas usaha. Keributan itu terjadi antara sejumlah penduduk Dusun III dengan sekelompok orang. Tidak terjadi di depan pabrik korporasi dan Kami segera laporkan ke Polsek Patumbak, bebernya didampingi Nita Evayanti, Kepala HRD PT Tanimas Soap Industries. Seperti diketahui PT Tanimas Soap Industries, perseroan swasta berskala internasional, yang berdiri sejak tahun 2004, memproduksi bahan baku sabun. Sabun yang diproduksi diekspor ke luar negeri, seperti Afrika, jelasnya. PT Tanimas Soap Industries memiliki lebih kurang 500 pekerja. 95% pekerjanya merupakan masyarakat Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang. Prinsip management perseroan mengutamakan penduduk lokal untuk mendukung pihak pemerintah mengurangi orang yang tidak bekerja, bilang Hendrik. PT Tanimas Soap Industries terbilang sangat patuh dan taat pada peraturan dan perizinan. Semua izin entitas usaha kami ada. Seperti izin AMDAL dan limbah rutin secara berkala dicek oleh dinas terkait, katanya menambah, perusahaan juga taat membayar pajak kepada jajaran eksekutif daerah setiap tahunnya. PT Tanimas Soap Industries juga aktif berkontribusi kepada kalangan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Adapun program CSR yang sudah dilakukan PT Tanimas Soap Industries, yakni bantuan pembangunan rumah ibadah, bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu, pemberian tali kasih bagi publik di hari kebesaran agama (Lebaran dan Natal) dan aktif melakukan pemeriksaan kesehatan dengan bekerjasama dengan jajaran eksekutif setempat. Ia berharap, dengan hadirnya PT Tanimas Soap Industries dapat membantu aparatur negara dalam mengurangi angka pengangguran khususnya di wilayah ke Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Kita butuh industri tetap hidup, agar orang yang tidak bekerja dapat berkurang. Jadi, kami sebagai orang yang diduga melakukan pasar butuh kepastian hukum dalam berusaha, ucapnya. *** BACA JUGA.. Dianiaya Sekelompok Preman Saat Demo di PT Tanimas Soap Industries, Kordinator Kommasi Lapor Aparat kepolisian EDITOR : Putra
POSMETRO MEDAN Komunitas Dusun III Desa Sigara-gara mengaku keberatan disebut sebagai preman bayaran oleh sekelompok pelajar perguruan tinggi yang mengatasnamakan Kommasi. Fitnahan yang diterima itu terungkap dalam berita aksi demo massa Kommasi yang terjadi di Dusun III Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Jumat, 21 November 2021. Kami (penduduk Dusun III) tidak terima dibilang preman. Apalagi disebut sebagai preman bayaran PT Tanimas Soap Industries. Kami adalah warga sekitar Dusun III yang cinta damai, kata Darma bersama warga sekitar Dusun III lainnya, diantaranya M Idris, Ibrahim dan P Rambo, Senin 24 November 2022 kepada awak media. Singkat cerita, kata Darma, kami merasa terganggu, kampung halaman kami didatangi oleh sekelompok orang yang tidak dikenal mengaku sebagai pelajar perguruan tinggi, yang notabene bukan warga sekitar Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka (massa Kommasi) bukan berasal dari warga Dusun III Desa Sigara-gara, melainkan dari daerah lain. Niatnya mau mendemo PT Tanimas. Ya, kami merasa terganggu, mereka datang dengan patentengan (sok jagoan), tidak beretika dengan masyarakat setempat, ucap Darma diamini kawan-kawannya. Ibrahim mengungkapkan, kami merasa terganggu dengan sikap sekelompok mahasiswa tersebut yang mengatasnamakan publik untuk beraspirasi ke PT Tanimas. Warga sekitar mana yang keberatan dengan korporasi? Kami selama ini baik-baik aja hubungan antara penduduk dengan entitas usaha, sebutnya. Darma kembali menepis tuduhan pengeroyokan massa. Tidak ada terjadi pemukulan apalagi pengeroyokan seperti dalam berita yang sudah tersiar baik di media cetak maupun digital. Itu semuanya tidak benar. Kami hanya melakukan pengamanan, bukan pengeroyokan. Kalau terjadi pemukulan atau pengeroyokan, mungkin saja pasti ada yang terluka bahkan mati, cetusnya. Di pihak lain, Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan bersama warga sekitar setempat Dusun III merasa keberatan telah difitnah dan dicemari nama baik Dusun III Desa Sigara-gara atas insiden tersebut dan akan berdampak menakuti para pemodal di Patumbak. Memang benar, ada sekelompok orang datang dengan mengendarai 3 mobil angkot, 1 mobil pribadi dan 2 sepeda motor datang ke Dusun III, berniat melakukan orasi ke PT Tanimas, jelasnya. Dipastikan Kepala Dusun, sekelompok orang (Kommasi) bukan lah penduduk Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka datang dari luar ke desa kami. Kondisi Dusun III hingga saat ini masih kondusif, tidak ada konflik antara masyarakat dan entitas usaha, ucap Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan, Senin, 24 November 2025 kepada wartawan. Ibrahim menambahkan, kita lagi check pelajar perguruan tinggi dari Perguruan Tinggi atau Universitas mana yang mengatasnama pelajar perguruan tinggi. Komunitas Patumbak meminta kampus memberikan perhatian pada civitas akademika mahasiswa-pelajar perguruan tinggi yang tidak membangun tapi merusak, ucapnya. Residen Dusun III menyiratkan dengan kuat kembali, saat ini telah tercipta kekondusifan tempat kami tinggal dengan sebaik-baiknya. Tolong orang-orang yang mengatasnamakan civitas akademika mahasiswa jangan menganggu perseroan tempat kita bekerja, kalau kami tidak ada pekerjaan kami siap datangi ke kampus, sebut masyarakat Dusun III. BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Pelurusan informasi PT Tanimas Soap Industries PT Tanimas Soap Industries mengklaim bahwa pada hari Jumat, 21 November 2026, di depan pabrik korporasi tidak ada terjadi unjukrasa atau demo oleh civitas akademika mahasiswa atau publik. Pada hari itu, operasional PT Tanimas Soap Industries tetap berjalan seperti biasanya. Meski ada pemberitahuan akan didemo mahasiswa, jelas Hendrik, Humas PT Tanimas Soap Industries, Senin, 24 November 2023, ketika dikunjungi awak media. Memang diakui Hendrik, ada terjadi kerumunan orang didekat perseroan. Keributan itu terjadi antara sejumlah residen Dusun III dengan sekelompok orang. Tidak terjadi di depan pabrik korporasi dan Kami segera laporkan ke Polsek Patumbak, bebernya didampingi Nita Evayanti, Kepala HRD PT Tanimas Soap Industries. Seperti diketahui PT Tanimas Soap Industries, perusahaan swasta berskala internasional, yang berdiri sejak tahun 2004, memproduksi bahan baku sabun. Sabun yang diproduksi diekspor ke luar negeri, seperti Afrika, jelasnya. PT Tanimas Soap Industries memiliki lebih kurang 500 pekerja. 95% pekerjanya merupakan masyarakat Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang. Prinsip management korporasi mengutamakan penduduk lokal untuk mendukung pemerintah mengurangi tiadanya pekerjaan, bilang Hendrik. PT Tanimas Soap Industries terbilang sangat patuh dan taat pada peraturan dan perizinan. Semua izin perseroan kami ada. Seperti izin AMDAL dan limbah rutin secara berkala dicek oleh dinas terkait, katanya menambah, entitas usaha juga taat membayar pajak kepada pemangku kebijakan di tingkat daerah setiap tahunnya. PT Tanimas Soap Industries juga aktif berkontribusi kepada komunitas melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Adapun program CSR yang sudah dilakukan PT Tanimas Soap Industries, yakni bantuan pembangunan rumah ibadah, bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu, pemberian tali kasih bagi penduduk di hari kebesaran agama (Lebaran dan Natal) dan aktif melakukan pemeriksaan kesehatan dengan bekerjasama dengan otoritas setempat. Ia berharap, dengan hadirnya PT Tanimas Soap Industries dapat membantu aparatur negara dalam mengurangi angka tiadanya pekerjaan khususnya di wilayah ke Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Kita butuh industri tetap hidup, agar pengangguran dapat berkurang. Jadi, kami sebagai investor butuh kepastian hukum dalam berusaha, ucapnya. *** BACA JUGA.. Dianiaya Sekelompok Preman Saat Demo di PT Tanimas Soap Industries, Kordinator Kommasi Lapor Polisi EDITOR : Putra
POSMETRO MEDAN Warga sekitar setempat Dusun III Desa Sigara-gara mengaku keberatan disebut sebagai preman bayaran oleh sekelompok civitas akademika mahasiswa yang mengatasnamakan Kommasi. Fitnahan yang diterima itu terungkap dalam berita aksi demo massa Kommasi yang terjadi di Dusun III Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Jumat, 21 November 2027. Kami (warga Dusun III) tidak terima dibilang preman. Apalagi disebut sebagai preman bayaran PT Tanimas Soap Industries. Kami adalah residen Dusun III yang cinta damai, kata Darma bersama residen Dusun III lainnya, diantaranya M Idris, Ibrahim dan P Rambo, Senin 24 November 2023 kepada awak media. Singkat cerita, kata Darma, kami merasa terganggu, kampung halaman kami didatangi oleh sekelompok orang yang tidak dikenal mengaku sebagai civitas akademika mahasiswa, yang notabene bukan masyarakat Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka (massa Kommasi) bukan berasal dari residen Dusun III Desa Sigara-gara, melainkan dari daerah lain. Niatnya mau mendemo PT Tanimas. Ya, kami merasa terganggu, mereka datang dengan patentengan (sok jagoan), tidak beretika dengan kalangan masyarakat setempat, ucap Darma diamini kawan-kawannya. Ibrahim mengungkapkan, kami merasa terganggu dengan sikap sekelompok pelajar perguruan tinggi tersebut yang mengatasnamakan kalangan masyarakat untuk beraspirasi ke PT Tanimas. Kalangan masyarakat mana yang keberatan dengan korporasi? Kami selama ini baik-baik aja hubungan antara komunitas dengan entitas usaha, sebutnya. Darma kembali menepis tuduhan pengeroyokan massa. Tidak ada terjadi pemukulan apalagi pengeroyokan seperti dalam berita yang sudah tersiar baik di media cetak maupun digital. Itu semuanya tidak benar. Kami hanya melakukan pengamanan, bukan pengeroyokan. Kalau terjadi pemukulan atau pengeroyokan, mungkin saja pasti ada yang terluka bahkan mati, cetusnya. Sementara itu, Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan bersama penduduk setempat Dusun III merasa keberatan telah difitnah dan dicemari nama baik Dusun III Desa Sigara-gara atas kejadian tersebut dan akan berdampak menakuti para investor di Patumbak. Memang benar, ada sekelompok orang datang dengan mengendarai 3 mobil angkot, 1 mobil pribadi dan 2 sepeda motor datang ke Dusun III, berniat melakukan orasi ke PT Tanimas, jelasnya. Dipastikan Kepala Dusun, sekelompok orang (Kommasi) bukan lah masyarakat Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka datang dari luar ke desa kami. Kondisi Dusun III sampai sejauh ini masih kondusif, tidak ada konflik antara publik dan perseroan, ucap Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan, Senin, 24 November 2023 kepada wartawan. Ibrahim menyisipkan keterangan, kita lagi check mahasiswa dari Perguruan Tinggi atau Kampus mana yang mengatasnama civitas akademika mahasiswa. Kalangan masyarakat Patumbak meminta perguruan tinggi memberikan perhatian pada mahasiswa-mahasiswa yang tidak membangun tapi merusak, ucapnya. Warga Dusun III menggarisbawahi kembali, saat ini telah tercipta kekondusifan tempat kami tinggal dengan sebaik-baiknya. Tolong orang-orang yang mengatasnamakan pelajar perguruan tinggi jangan menganggu perseroan tempat kita bekerja, kalau kami tidak ada pekerjaan kami siap datangi ke kampus, sebut residen Dusun III.
BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang
BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang
BACA JUGA..
LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang
Pelurusan informasi PT Tanimas Soap Industries PT Tanimas Soap Industries mengklaim bahwa pada hari Jumat, 21 November 2025, di depan pabrik entitas usaha tidak ada terjadi unjukrasa atau demo oleh civitas akademika mahasiswa atau publik. Pada hari itu, operasional PT Tanimas Soap Industries tetap berjalan seperti biasanya. Meski ada pemberitahuan akan didemo civitas akademika mahasiswa, jelas Hendrik, Humas PT Tanimas Soap Industries, Senin, 24 November 2023, ketika dikunjungi awak media. Memang diakui Hendrik, ada terjadi kerumunan orang didekat korporasi. Keributan itu terjadi antara sejumlah residen Dusun III dengan sekelompok orang. Tidak terjadi di depan pabrik perseroan dan Kami segera laporkan ke Polsek Patumbak, bebernya didampingi Nita Evayanti, Kepala HRD PT Tanimas Soap Industries. Seperti diberitakan PT Tanimas Soap Industries, entitas usaha swasta berskala internasional, yang berdiri sejak tahun 2004, memproduksi bahan baku sabun. Sabun yang diproduksi diekspor ke luar negeri, seperti Afrika, jelasnya. PT Tanimas Soap Industries memiliki lebih kurang 500 pekerja. 95% pekerjanya merupakan residen Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang. Prinsip management perusahaan mengutamakan penduduk lokal untuk mendukung aparatur negara mengurangi pengangguran, bilang Hendrik. PT Tanimas Soap Industries terbilang sangat patuh dan taat pada peraturan dan perizinan. Semua izin korporasi kami ada. Seperti izin AMDAL dan limbah rutin secara berkala dicek oleh dinas terkait, katanya menambah, perusahaan juga taat membayar pajak kepada otoritas lokal setiap tahunnya. PT Tanimas Soap Industries juga aktif berkontribusi kepada warga sekitar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Adapun program CSR yang sudah dilakukan PT Tanimas Soap Industries, yakni bantuan pembangunan rumah ibadah, bedah rumah bagi komunitas kurang mampu, pemberian tali kasih bagi warga sekitar di hari kebesaran agama (Lebaran dan Natal) dan aktif melakukan pemeriksaan urusan kesehatan dengan bekerjasama dengan pemangku kebijakan setempat. Ia berharap, dengan hadirnya PT Tanimas Soap Industries dapat membantu otoritas dalam mengurangi angka tiadanya pekerjaan khususnya di wilayah ke Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Kita butuh industri tetap hidup, agar orang yang tidak bekerja dapat berkurang. Jadi, kami sebagai pemodal butuh kepastian hukum dalam berusaha, ucapnya. ***
BACA JUGA.. Dianiaya Sekelompok Preman Saat Demo di PT Tanimas Soap Industries, Kordinator Kommasi Lapor Petugas kepolisian
BACA JUGA.. Dianiaya Sekelompok Preman Saat Demo di PT Tanimas Soap Industries, Kordinator Kommasi Lapor Petugas kepolisian
BACA JUGA..
Dianiaya Sekelompok Preman Saat Demo di PT Tanimas Soap Industries, Kordinator Kommasi Lapor Petugas kepolisian
BACA JUGA...
Pemkab Deli Serdang Gelar Syukuran Peringatan HGN 2022 Wabup Humbahas Tolak Mobdis, Pemkab Uraian tambahan, Ditanya Kembali Malah Pilih Bungkam Rancangan KUA-PPAS ANGGARAN DAERAH Deli Serdang TA 2026 Disetujui Jalan Propinsi di Pagar Merbau Deli Serdang Rusak Makin Parah Rutan Kelas IIB Kabanjahe Terima Peserta Magang Batch 2 Program Pemagangan Nasional Massa Gemmaki Geruduk PT SRI di Deli Serdang Antisipasi Kejahatan, Personel Kodim 0204 DS Patroli Kamtibmas LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Pekerjaan Jalan Sigalingging -Kutajungak Minta Diawasi Ketat Zulhas Tunjuk Bayu Sumantri Agung Ketua PAN Deli Serdang
Pemkab Deli Serdang Gelar Syukuran Peringatan HGN 2022
Wabup Humbahas Tolak Mobdis, Pemkab Penegasan kembali, Ditanya Kembali Malah Pilih Bungkam
Rancangan KUA-PPAS APBD Deli Serdang TA 2026 Disetujui
Jalan Propinsi di Pagar Merbau Deli Serdang Rusak Makin Parah
Rutan Kelas IIB Kabanjahe Terima Peserta Magang Batch 2 Program Pemagangan Nasional
Massa Gemmaki Geruduk PT SRI di Deli Serdang
Antisipasi Kejahatan, Personel Kodim 0204 DS Patroli Kamtibmas
LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang
Pekerjaan Jalan Sigalingging -Kutajungak Minta Diawasi Ketat
Zulhas Tunjuk Bayu Sumantri Agung Ketua PAN Deli Serdang Pembahasan belijitu slot semakin meluas dari waktu ke waktu. Berbagai sumber membahas tentang belijitu slot karena dianggap penting.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.