rekonvensi adalah – Pemdaprov Jabar Komitmen Kelola Limbah B3 Ramah Lingkungan
rekonvensi adalah. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa rekonvensi adalah sangat relevan saat ini. rekonvensi adalah menjadi perhatian besar masyarakat. Pembahasan rekonvensi adalah semakin meluas dari waktu ke waktu.
sabtoewage 30 Juli 2024 - 08:32
INFOJABARNEWS - Pemangku kebijakan daerah Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen mendukung pengelolaan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di semua fasilitas layanan kesehatan. Sejumlah upaya dilakukan, di antaranya melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi petugas kesehatan, penguatan regulasi serta pengawasan dalam pengelolaan limbah B3 . Hal itu diutarakan Penjabat Pimpinan provinsi Jabar Bey Machmudin saat membuka seminar Kebijakan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar , Kota Bandung, Selasa (30/7/2024). "Kami sangat berkomitmen mendukung ragam upaya pengelolaan limbah B3 yang ramah lingkungan melalui penguatan regulasi, pengawasan regulasi, dan peningkatan kapastias, salah satunya melalui seminar ini," ujarnya. Bey mengungkapkan, pada 2023, tercatat limbah B3 yang dihasilkan di Jabar mencapai 36.744,82 ton dengan jumlah limbah yang dikelola lebih lanjut mencapai 8.048,60 ton. Sisanya disimpan di Tempat Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (TPS B3) sebesar 28.696,22 ton. "Karena itu seminar ini sangat krusial dalam berbagi pengetahuan dan berbagi pengalaman terkait kebijakan dan teknik pengelolaan limbah B3 , khususnya di layanan urusan kesehatan," kata Bey. Diinisiasi oleh DLH Jabar dan PT. Jasa Medivest seminar tersebut menghadirkan para ahli dan prakitisi di bidang pengelolaan limbah dan lingkungan.
INFOJABARNEWS - Otoritas lokal Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen mendukung pengelolaan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di semua fasilitas layanan kesehatan.
Sejumlah upaya dilakukan, di antaranya melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga urusan kesehatan, penguatan regulasi serta pengawasan dalam pengelolaan limbah B3 .
Hal itu diutarakan Penjabat Pimpinan provinsi Jabar Bey Machmudin saat membuka seminar Kebijakan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Fasilitas Pelayanan Urusan kesehatan, di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar , Kota Bandung, Selasa (30/7/2024).
"Kami sangat berkomitmen mendukung ragam upaya pengelolaan limbah B3 yang ramah lingkungan melalui penguatan regulasi, pengawasan regulasi, dan peningkatan kapastias, salah satunya melalui seminar ini," ujarnya.
Bey mengungkapkan, pada 2023, tercatat limbah B3 yang dihasilkan di Jabar mencapai 36.744,82 ton dengan jumlah limbah yang dikelola lebih lanjut mencapai 8.048,60 ton. Sisanya disimpan di Tempat Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (TPS B3) sebesar 28.696,22 ton.
"Karena itu seminar ini sangat krusial dalam berbagi pengetahuan dan berbagi pengalaman terkait kebijakan dan teknik pengelolaan limbah B3 , khususnya di layanan aspek kesehatan," kata Bey.
Diinisiasi oleh DLH Jabar dan PT. Jasa Medivest seminar tersebut menghadirkan para ahli dan prakitisi di bidang pengelolaan limbah dan lingkungan. Pembahasan rekonvensi adalah semakin meluas dari waktu ke waktu.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.