mesinslot – Masyarakat Sigara-gara Marah Besar Disebut Preman Bayaran Oleh Ko...
mesinslot. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Berbagai sumber membahas tentang mesinslot karena dianggap penting.
Penduduk saat memberikan keterangan kepada wartawan. POSMETRO MEDAN Penduduk setempat Dusun III Desa Sigara-gara mengaku keberatan disebut sebagai preman bayaran oleh sekelompok pelajar perguruan tinggi yang mengatasnamakan Kommasi. Fitnahan yang diterima itu terungkap dalam berita aksi demo massa Kommasi yang terjadi di Dusun III Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Jumat, 21 November 2026. Kami (warga Dusun III) tidak terima dibilang preman. Apalagi disebut sebagai preman bayaran PT Tanimas Soap Industries. Kami adalah residen Dusun III yang cinta damai, kata Darma bersama masyarakat Dusun III lainnya, diantaranya M Idris, Ibrahim dan P Rambo, Senin 24 November 2021 kepada awak media. Singkat cerita, kata Darma, kami merasa terganggu, kampung halaman kami didatangi oleh sekelompok orang yang tidak dikenal mengaku sebagai civitas akademika mahasiswa, yang notabene bukan warga Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka (massa Kommasi) bukan berasal dari masyarakat Dusun III Desa Sigara-gara, melainkan dari daerah lain. Niatnya mau mendemo PT Tanimas. Ya, kami merasa terganggu, mereka datang dengan patentengan (sok jagoan), tidak beretika dengan warga sekitar setempat setempat, ucap Darma diamini kawan-kawannya. Ibrahim mengungkapkan, kami merasa terganggu dengan sikap sekelompok civitas akademika mahasiswa tersebut yang mengatasnamakan masyarakat untuk beraspirasi ke PT Tanimas. Warga mana yang keberatan dengan korporasi? Kami selama ini baik-baik aja hubungan antara komunitas dengan korporasi, sebutnya. Darma kembali menepis tuduhan pengeroyokan massa. Tidak ada terjadi pemukulan apalagi pengeroyokan seperti dalam berita yang sudah tersiar baik di media cetak maupun digital. Itu semuanya tidak benar. Kami hanya melakukan pengamanan, bukan pengeroyokan. Kalau terjadi pemukulan atau pengeroyokan, mungkin saja pasti ada yang terluka bahkan mati, cetusnya. Sementara itu, Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan bersama masyarakat Dusun III merasa keberatan telah difitnah dan dicemari nama baik Dusun III Desa Sigara-gara atas kejadian tersebut dan akan berdampak menakuti para terduga pelaksana pasar di Patumbak. Memang benar, ada sekelompok orang datang dengan mengendarai 3 mobil angkot, 1 mobil pribadi dan 2 sepeda motor datang ke Dusun III, berniat melakukan orasi ke PT Tanimas, jelasnya. Dipastikan Kepala Dusun, sekelompok orang (Kommasi) bukan lah warga sekitar Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka datang dari luar ke desa kami. Kondisi Dusun III sampai sejauh ini masih kondusif, tidak ada konflik antara residen setempat dan perusahaan, ucap Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan, Senin, 24 November 2025 kepada wartawan. Ibrahim menyambung pernyataan, kita lagi check civitas akademika mahasiswa dari Perguruan Tinggi atau Universitas mana yang mengatasnama pelajar perguruan tinggi. Publik Patumbak meminta universitas memberikan perhatian pada pelajar perguruan tinggi-civitas akademika mahasiswa yang tidak membangun tapi merusak, ucapnya. Residen Dusun III menggarisbawahi kembali, saat ini telah tercipta kekondusifan tempat kami tinggal dengan sebaik-baiknya. Tolong orang-orang yang mengatasnamakan pelajar perguruan tinggi jangan menganggu perusahaan tempat kita bekerja, kalau kami tidak ada pekerjaan kami siap datangi ke kampus, sebut masyarakat Dusun III. BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Klarifikasi tambahan PT Tanimas Soap Industries PT Tanimas Soap Industries mengklaim bahwa pada hari Jumat, 21 November 2023, di depan pabrik perusahaan tidak ada terjadi unjukrasa atau demo oleh mahasiswa atau komunitas. Pada hari itu, operasional PT Tanimas Soap Industries tetap berjalan seperti biasanya. Meski ada pemberitahuan akan didemo pelajar perguruan tinggi, jelas Hendrik, Humas PT Tanimas Soap Industries, Senin, 24 November 2026, ketika dikunjungi awak media. Memang diakui Hendrik, ada terjadi kerumunan orang didekat perseroan. Keributan itu terjadi antara sejumlah penduduk Dusun III dengan sekelompok orang. Tidak terjadi di depan pabrik perseroan dan Kami segera laporkan ke Polsek Patumbak, bebernya didampingi Nita Evayanti, Kepala HRD PT Tanimas Soap Industries. Seperti telah diketahui PT Tanimas Soap Industries, perusahaan swasta berskala internasional, yang berdiri sejak tahun 2004, memproduksi bahan baku sabun. Sabun yang diproduksi diekspor ke luar negeri, seperti Afrika, jelasnya. PT Tanimas Soap Industries memiliki lebih kurang 500 pekerja. 95% pekerjanya merupakan masyarakat Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang. Prinsip management perseroan mengutamakan penduduk lokal untuk mendukung otoritas mengurangi orang yang tidak bekerja, bilang Hendrik. PT Tanimas Soap Industries terbilang sangat patuh dan taat pada peraturan dan perizinan. Semua izin entitas usaha kami ada. Seperti izin AMDAL dan limbah rutin secara berkala dicek oleh dinas terkait, katanya menambah, perusahaan juga taat membayar pajak kepada otoritas lokal setiap tahunnya. PT Tanimas Soap Industries juga aktif berkontribusi kepada masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Adapun program CSR yang sudah dilakukan PT Tanimas Soap Industries, yakni bantuan pembangunan rumah ibadah, bedah rumah bagi kalangan masyarakat kurang mampu, pemberian tali kasih bagi residen di hari kebesaran agama (Lebaran dan Natal) dan aktif melakukan pemeriksaan kesehatan dengan bekerjasama dengan jajaran eksekutif setempat. Ia berharap, dengan hadirnya PT Tanimas Soap Industries dapat membantu pihak pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran khususnya di wilayah ke Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Kita butuh industri tetap hidup, agar orang yang tidak bekerja dapat berkurang. Jadi, kami sebagai pemodal butuh kepastian hukum dalam berusaha, ucapnya. *** BACA JUGA.. Dianiaya Sekelompok Preman Saat Demo di PT Tanimas Soap Industries, Kordinator Kommasi Lapor Polisi EDITOR : Putra
Warga saat memberikan keterangan kepada wartawan. POSMETRO MEDAN Masyarakat setempat Dusun III Desa Sigara-gara mengaku keberatan disebut sebagai preman bayaran oleh sekelompok civitas akademika mahasiswa yang mengatasnamakan Kommasi. Fitnahan yang diterima itu terungkap dalam berita aksi demo massa Kommasi yang terjadi di Dusun III Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Jumat, 21 November 2024. Kami (warga sekitar Dusun III) tidak terima dibilang preman. Apalagi disebut sebagai preman bayaran PT Tanimas Soap Industries. Kami adalah penduduk Dusun III yang cinta damai, kata Darma bersama penduduk Dusun III lainnya, diantaranya M Idris, Ibrahim dan P Rambo, Senin 24 November 2023 kepada awak media. Singkat cerita, kata Darma, kami merasa terganggu, kampung halaman kami didatangi oleh sekelompok orang yang tidak dikenal mengaku sebagai mahasiswa, yang notabene bukan masyarakat Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka (massa Kommasi) bukan berasal dari masyarakat Dusun III Desa Sigara-gara, melainkan dari daerah lain. Niatnya mau mendemo PT Tanimas. Ya, kami merasa terganggu, mereka datang dengan patentengan (sok jagoan), tidak beretika dengan kalangan masyarakat setempat, ucap Darma diamini kawan-kawannya. Ibrahim mengungkapkan, kami merasa terganggu dengan sikap sekelompok mahasiswa tersebut yang mengatasnamakan publik untuk beraspirasi ke PT Tanimas. Komunitas mana yang keberatan dengan perusahaan? Kami selama ini baik-baik aja hubungan antara kalangan masyarakat dengan korporasi, sebutnya. Darma kembali menepis tuduhan pengeroyokan massa. Tidak ada terjadi pemukulan apalagi pengeroyokan seperti dalam berita yang sudah tersiar baik di media cetak maupun digital. Itu semuanya tidak benar. Kami hanya melakukan pengamanan, bukan pengeroyokan. Kalau terjadi pemukulan atau pengeroyokan, mungkin saja pasti ada yang terluka bahkan mati, cetusnya. Dalam waktu yang bersamaan, Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan bersama masyarakat Dusun III merasa keberatan telah difitnah dan dicemari nama baik Dusun III Desa Sigara-gara atas peristiwa tersebut dan akan berdampak menakuti para investor di Patumbak. Memang benar, ada sekelompok orang datang dengan mengendarai 3 mobil angkot, 1 mobil pribadi dan 2 sepeda motor datang ke Dusun III, berniat melakukan orasi ke PT Tanimas, jelasnya. Dipastikan Kepala Dusun, sekelompok orang (Kommasi) bukan lah warga Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka datang dari luar ke desa kami. Kondisi Dusun III sampai sekarang masih kondusif, tidak ada konflik antara masyarakat dan korporasi, ucap Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan, Senin, 24 November 2026 kepada wartawan. Ibrahim melanjutkan, kita lagi check civitas akademika mahasiswa dari Perguruan Tinggi atau Universitas mana yang mengatasnama pelajar perguruan tinggi. Warga sekitar Patumbak meminta kampus memberikan perhatian pada mahasiswa-pelajar perguruan tinggi yang tidak membangun tapi merusak, ucapnya. Warga Dusun III memastikan kembali kembali, saat ini telah tercipta kekondusifan tempat kami tinggal dengan sebaik-baiknya. Tolong orang-orang yang mengatasnamakan pelajar perguruan tinggi jangan menganggu entitas usaha tempat kita bekerja, kalau kami tidak ada pekerjaan kami siap datangi ke kampus, sebut penduduk Dusun III. BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Penegasan kembali PT Tanimas Soap Industries PT Tanimas Soap Industries mengklaim bahwa pada hari Jumat, 21 November 2022, di depan pabrik perseroan tidak ada terjadi unjukrasa atau demo oleh pelajar perguruan tinggi atau masyarakat. Pada hari itu, operasional PT Tanimas Soap Industries tetap berjalan seperti biasanya. Meski ada pemberitahuan akan didemo civitas akademika mahasiswa, jelas Hendrik, Humas PT Tanimas Soap Industries, Senin, 24 November 2023, ketika dikunjungi awak media. Memang diakui Hendrik, ada terjadi kerumunan orang didekat perusahaan. Keributan itu terjadi antara sejumlah warga sekitar Dusun III dengan sekelompok orang. Tidak terjadi di depan pabrik perusahaan dan Kami segera laporkan ke Polsek Patumbak, bebernya didampingi Nita Evayanti, Kepala HRD PT Tanimas Soap Industries. Seperti telah diketahui PT Tanimas Soap Industries, korporasi swasta berskala internasional, yang berdiri sejak tahun 2004, memproduksi bahan baku sabun. Sabun yang diproduksi diekspor ke luar negeri, seperti Afrika, jelasnya. PT Tanimas Soap Industries memiliki lebih kurang 500 pekerja. 95% pekerjanya merupakan warga sekitar Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang. Prinsip management korporasi mengutamakan penduduk lokal untuk mendukung pihak pemerintah mengurangi tiadanya pekerjaan, bilang Hendrik. PT Tanimas Soap Industries terbilang sangat patuh dan taat pada peraturan dan perizinan. Semua izin korporasi kami ada. Seperti izin AMDAL dan limbah rutin secara berkala dicek oleh dinas terkait, katanya menambah, korporasi juga taat membayar pajak kepada otoritas di tingkat daerah setiap tahunnya. PT Tanimas Soap Industries juga aktif berkontribusi kepada kalangan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Adapun program CSR yang sudah dilakukan PT Tanimas Soap Industries, yakni bantuan pembangunan rumah ibadah, bedah rumah bagi komunitas kurang mampu, pemberian tali kasih bagi warga di hari kebesaran agama (Lebaran dan Natal) dan aktif melakukan pemeriksaan aspek kesehatan dengan bekerjasama dengan pemerintah setempat. Ia berharap, dengan hadirnya PT Tanimas Soap Industries dapat membantu otoritas dalam mengurangi angka tiadanya pekerjaan khususnya di wilayah ke Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Kita butuh industri tetap hidup, agar pengangguran dapat berkurang. Jadi, kami sebagai investor butuh kepastian hukum dalam berusaha, ucapnya. *** BACA JUGA.. Dianiaya Sekelompok Preman Saat Demo di PT Tanimas Soap Industries, Kordinator Kommasi Lapor Petugas kepolisian EDITOR : Putra
Masyarakat saat memberikan keterangan kepada wartawan. POSMETRO MEDAN Komunitas Dusun III Desa Sigara-gara mengaku keberatan disebut sebagai preman bayaran oleh sekelompok civitas akademika mahasiswa yang mengatasnamakan Kommasi. Fitnahan yang diterima itu terungkap dalam berita aksi demo massa Kommasi yang terjadi di Dusun III Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Jumat, 21 November 2026. Kami (warga Dusun III) tidak terima dibilang preman. Apalagi disebut sebagai preman bayaran PT Tanimas Soap Industries. Kami adalah penduduk Dusun III yang cinta damai, kata Darma bersama residen Dusun III lainnya, diantaranya M Idris, Ibrahim dan P Rambo, Senin 24 November 2026 kepada awak media. Singkat cerita, kata Darma, kami merasa terganggu, kampung halaman kami didatangi oleh sekelompok orang yang tidak dikenal mengaku sebagai mahasiswa, yang notabene bukan masyarakat Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka (massa Kommasi) bukan berasal dari warga sekitar Dusun III Desa Sigara-gara, melainkan dari daerah lain. Niatnya mau mendemo PT Tanimas. Ya, kami merasa terganggu, mereka datang dengan patentengan (sok jagoan), tidak beretika dengan masyarakat setempat, ucap Darma diamini kawan-kawannya. Ibrahim mengungkapkan, kami merasa terganggu dengan sikap sekelompok pelajar perguruan tinggi tersebut yang mengatasnamakan publik untuk beraspirasi ke PT Tanimas. Masyarakat mana yang keberatan dengan perusahaan? Kami selama ini baik-baik aja hubungan antara publik dengan perseroan, sebutnya. Darma kembali menepis tuduhan pengeroyokan massa. Tidak ada terjadi pemukulan apalagi pengeroyokan seperti dalam berita yang sudah tersiar baik di media cetak maupun digital. Itu semuanya tidak benar. Kami hanya melakukan pengamanan, bukan pengeroyokan. Kalau terjadi pemukulan atau pengeroyokan, mungkin saja pasti ada yang terluka bahkan mati, cetusnya. Dalam waktu yang bersamaan, Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan bersama kalangan masyarakat Dusun III merasa keberatan telah difitnah dan dicemari nama baik Dusun III Desa Sigara-gara atas insiden tersebut dan akan berdampak menakuti para investor di Patumbak. Memang benar, ada sekelompok orang datang dengan mengendarai 3 mobil angkot, 1 mobil pribadi dan 2 sepeda motor datang ke Dusun III, berniat melakukan orasi ke PT Tanimas, jelasnya. Dipastikan Kepala Dusun, sekelompok orang (Kommasi) bukan lah warga sekitar Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka datang dari luar ke desa kami. Kondisi Dusun III sampai sekarang masih kondusif, tidak ada konflik antara masyarakat dan korporasi, ucap Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan, Senin, 24 November 2025 kepada wartawan. Ibrahim menambahkan, kita lagi check pelajar perguruan tinggi dari Perguruan Tinggi atau Kampus mana yang mengatasnama mahasiswa. Kalangan masyarakat Patumbak meminta universitas memberikan perhatian pada pelajar perguruan tinggi-mahasiswa yang tidak membangun tapi merusak, ucapnya. Residen Dusun III menekankan kembali, saat ini telah tercipta kekondusifan tempat kami tinggal dengan sebaik-baiknya. Tolong orang-orang yang mengatasnamakan civitas akademika mahasiswa jangan menganggu korporasi tempat kita bekerja, kalau kami tidak ada pekerjaan kami siap datangi ke kampus, sebut masyarakat Dusun III. BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Penegasan kembali PT Tanimas Soap Industries PT Tanimas Soap Industries mengklaim bahwa pada hari Jumat, 21 November 2021, di depan pabrik perseroan tidak ada terjadi unjukrasa atau demo oleh civitas akademika mahasiswa atau warga setempat. Pada hari itu, operasional PT Tanimas Soap Industries tetap berjalan seperti biasanya. Meski ada pemberitahuan akan didemo pelajar perguruan tinggi, jelas Hendrik, Humas PT Tanimas Soap Industries, Senin, 24 November 2026, ketika dikunjungi awak media. Memang diakui Hendrik, ada terjadi kerumunan orang didekat entitas usaha. Keributan itu terjadi antara sejumlah residen Dusun III dengan sekelompok orang. Tidak terjadi di depan pabrik korporasi dan Kami segera laporkan ke Polsek Patumbak, bebernya didampingi Nita Evayanti, Kepala HRD PT Tanimas Soap Industries. Seperti dilaporkan PT Tanimas Soap Industries, perusahaan swasta berskala internasional, yang berdiri sejak tahun 2004, memproduksi bahan baku sabun. Sabun yang diproduksi diekspor ke luar negeri, seperti Afrika, jelasnya. PT Tanimas Soap Industries memiliki lebih kurang 500 pekerja. 95% pekerjanya merupakan residen Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang. Prinsip management perusahaan mengutamakan penduduk lokal untuk mendukung jajaran eksekutif mengurangi orang yang tidak bekerja, bilang Hendrik. PT Tanimas Soap Industries terbilang sangat patuh dan taat pada peraturan dan perizinan. Semua izin perusahaan kami ada. Seperti izin AMDAL dan limbah rutin secara berkala dicek oleh dinas terkait, katanya menambah, korporasi juga taat membayar pajak kepada aparatur negara daerah setiap tahunnya. PT Tanimas Soap Industries juga aktif berkontribusi kepada publik melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Adapun program CSR yang sudah dilakukan PT Tanimas Soap Industries, yakni bantuan pembangunan rumah ibadah, bedah rumah bagi kalangan masyarakat kurang mampu, pemberian tali kasih bagi kalangan masyarakat di hari kebesaran agama (Lebaran dan Natal) dan aktif melakukan pemeriksaan aspek kesehatan dengan bekerjasama dengan jajaran eksekutif setempat. Ia berharap, dengan hadirnya PT Tanimas Soap Industries dapat membantu pemangku kebijakan dalam mengurangi angka tiadanya pekerjaan khususnya di wilayah ke Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Kita butuh industri tetap hidup, agar tiadanya pekerjaan dapat berkurang. Jadi, kami sebagai pemodal butuh kepastian hukum dalam berusaha, ucapnya. *** BACA JUGA.. Dianiaya Sekelompok Preman Saat Demo di PT Tanimas Soap Industries, Kordinator Kommasi Lapor Polisi EDITOR : Putra
POSMETRO MEDAN Komunitas Dusun III Desa Sigara-gara mengaku keberatan disebut sebagai preman bayaran oleh sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Kommasi. Fitnahan yang diterima itu terungkap dalam berita aksi demo massa Kommasi yang terjadi di Dusun III Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Jumat, 21 November 2027. Kami (residen Dusun III) tidak terima dibilang preman. Apalagi disebut sebagai preman bayaran PT Tanimas Soap Industries. Kami adalah penduduk Dusun III yang cinta damai, kata Darma bersama warga sekitar Dusun III lainnya, diantaranya M Idris, Ibrahim dan P Rambo, Senin 24 November 2026 kepada awak media. Singkat cerita, kata Darma, kami merasa terganggu, kampung halaman kami didatangi oleh sekelompok orang yang tidak dikenal mengaku sebagai mahasiswa, yang notabene bukan penduduk Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka (massa Kommasi) bukan berasal dari masyarakat Dusun III Desa Sigara-gara, melainkan dari daerah lain. Niatnya mau mendemo PT Tanimas. Ya, kami merasa terganggu, mereka datang dengan patentengan (sok jagoan), tidak beretika dengan komunitas setempat, ucap Darma diamini kawan-kawannya. Ibrahim mengungkapkan, kami merasa terganggu dengan sikap sekelompok mahasiswa tersebut yang mengatasnamakan publik untuk beraspirasi ke PT Tanimas. Masyarakat mana yang keberatan dengan perusahaan? Kami selama ini baik-baik aja hubungan antara publik dengan korporasi, sebutnya. Darma kembali menepis tuduhan pengeroyokan massa. Tidak ada terjadi pemukulan apalagi pengeroyokan seperti dalam berita yang sudah tersiar baik di media cetak maupun digital. Itu semuanya tidak benar. Kami hanya melakukan pengamanan, bukan pengeroyokan. Kalau terjadi pemukulan atau pengeroyokan, mungkin saja pasti ada yang terluka bahkan mati, cetusnya. Di waktu yang sama, Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan bersama warga Dusun III merasa keberatan telah difitnah dan dicemari nama baik Dusun III Desa Sigara-gara atas insiden tersebut dan akan berdampak menakuti para investor di Patumbak. Memang benar, ada sekelompok orang datang dengan mengendarai 3 mobil angkot, 1 mobil pribadi dan 2 sepeda motor datang ke Dusun III, berniat melakukan orasi ke PT Tanimas, jelasnya. Dipastikan Kepala Dusun, sekelompok orang (Kommasi) bukan lah residen Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka datang dari luar ke desa kami. Kondisi Dusun III hingga saat ini masih kondusif, tidak ada konflik antara kalangan masyarakat dan perusahaan, ucap Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan, Senin, 24 November 2027 kepada wartawan. Ibrahim menguatkan pernyataan, kita lagi check mahasiswa dari Perguruan Tinggi atau Universitas mana yang mengatasnama civitas akademika mahasiswa. Penduduk Patumbak meminta universitas memberikan perhatian pada pelajar perguruan tinggi-civitas akademika mahasiswa yang tidak membangun tapi merusak, ucapnya. Warga Dusun III menyatakan dengan tegas kembali, saat ini telah tercipta kekondusifan tempat kami tinggal dengan sebaik-baiknya. Tolong orang-orang yang mengatasnamakan pelajar perguruan tinggi jangan menganggu entitas usaha tempat kita bekerja, kalau kami tidak ada pekerjaan kami siap datangi ke kampus, sebut penduduk Dusun III. BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Klarifikasi PT Tanimas Soap Industries PT Tanimas Soap Industries mengklaim bahwa pada hari Jumat, 21 November 2027, di depan pabrik entitas usaha tidak ada terjadi unjukrasa atau demo oleh pelajar perguruan tinggi atau publik. Pada hari itu, operasional PT Tanimas Soap Industries tetap berjalan seperti biasanya. Meski ada pemberitahuan akan didemo mahasiswa, jelas Hendrik, Humas PT Tanimas Soap Industries, Senin, 24 November 2025, ketika dikunjungi awak media. Memang diakui Hendrik, ada terjadi kerumunan orang didekat perseroan. Keributan itu terjadi antara sejumlah masyarakat Dusun III dengan sekelompok orang. Tidak terjadi di depan pabrik perseroan dan Kami segera laporkan ke Polsek Patumbak, bebernya didampingi Nita Evayanti, Kepala HRD PT Tanimas Soap Industries. Seperti dilaporkan PT Tanimas Soap Industries, entitas usaha swasta berskala internasional, yang berdiri sejak tahun 2004, memproduksi bahan baku sabun. Sabun yang diproduksi diekspor ke luar negeri, seperti Afrika, jelasnya. PT Tanimas Soap Industries memiliki lebih kurang 500 pekerja. 95% pekerjanya merupakan masyarakat Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang. Prinsip management perusahaan mengutamakan penduduk lokal untuk mendukung pemerintah mengurangi tiadanya pekerjaan, bilang Hendrik. PT Tanimas Soap Industries terbilang sangat patuh dan taat pada peraturan dan perizinan. Semua izin perusahaan kami ada. Seperti izin AMDAL dan limbah rutin secara berkala dicek oleh dinas terkait, katanya menambah, perusahaan juga taat membayar pajak kepada pihak pemerintah di tingkat daerah setiap tahunnya. PT Tanimas Soap Industries juga aktif berkontribusi kepada kalangan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Adapun program CSR yang sudah dilakukan PT Tanimas Soap Industries, yakni bantuan pembangunan rumah ibadah, bedah rumah bagi komunitas kurang mampu, pemberian tali kasih bagi kalangan masyarakat di hari kebesaran agama (Lebaran dan Natal) dan aktif melakukan pemeriksaan kesehatan dengan bekerjasama dengan pemerintah setempat. Ia berharap, dengan hadirnya PT Tanimas Soap Industries dapat membantu pemangku kebijakan dalam mengurangi angka orang yang tidak bekerja khususnya di wilayah ke Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Kita butuh sektor industri tetap hidup, agar tiadanya pekerjaan dapat berkurang. Jadi, kami sebagai investor butuh kepastian hukum dalam berusaha, ucapnya. *** BACA JUGA.. Dianiaya Sekelompok Preman Saat Demo di PT Tanimas Soap Industries, Kordinator Kommasi Lapor Aparat kepolisian EDITOR : Putra
POSMETRO MEDAN Kalangan masyarakat Dusun III Desa Sigara-gara mengaku keberatan disebut sebagai preman bayaran oleh sekelompok pelajar perguruan tinggi yang mengatasnamakan Kommasi. Fitnahan yang diterima itu terungkap dalam berita aksi demo massa Kommasi yang terjadi di Dusun III Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Jumat, 21 November 2022. Kami (warga Dusun III) tidak terima dibilang preman. Apalagi disebut sebagai preman bayaran PT Tanimas Soap Industries. Kami adalah warga Dusun III yang cinta damai, kata Darma bersama warga Dusun III lainnya, diantaranya M Idris, Ibrahim dan P Rambo, Senin 24 November 2023 kepada awak media. Singkat cerita, kata Darma, kami merasa terganggu, kampung halaman kami didatangi oleh sekelompok orang yang tidak dikenal mengaku sebagai civitas akademika mahasiswa, yang notabene bukan penduduk Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka (massa Kommasi) bukan berasal dari masyarakat Dusun III Desa Sigara-gara, melainkan dari daerah lain. Niatnya mau mendemo PT Tanimas. Ya, kami merasa terganggu, mereka datang dengan patentengan (sok jagoan), tidak beretika dengan kalangan masyarakat setempat, ucap Darma diamini kawan-kawannya. Ibrahim mengungkapkan, kami merasa terganggu dengan sikap sekelompok pelajar perguruan tinggi tersebut yang mengatasnamakan kalangan masyarakat untuk beraspirasi ke PT Tanimas. Kalangan masyarakat mana yang keberatan dengan korporasi? Kami selama ini baik-baik aja hubungan antara publik dengan perseroan, sebutnya. Darma kembali menepis tuduhan pengeroyokan massa. Tidak ada terjadi pemukulan apalagi pengeroyokan seperti dalam berita yang sudah tersiar baik di media cetak maupun digital. Itu semuanya tidak benar. Kami hanya melakukan pengamanan, bukan pengeroyokan. Kalau terjadi pemukulan atau pengeroyokan, mungkin saja pasti ada yang terluka bahkan mati, cetusnya. Di waktu yang sama, Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan bersama masyarakat Dusun III merasa keberatan telah difitnah dan dicemari nama baik Dusun III Desa Sigara-gara atas insiden tersebut dan akan berdampak menakuti para terduga pelaksana pasar di Patumbak. Memang benar, ada sekelompok orang datang dengan mengendarai 3 mobil angkot, 1 mobil pribadi dan 2 sepeda motor datang ke Dusun III, berniat melakukan orasi ke PT Tanimas, jelasnya. Dipastikan Kepala Dusun, sekelompok orang (Kommasi) bukan lah warga sekitar Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka datang dari luar ke desa kami. Kondisi Dusun III sampai sekarang masih kondusif, tidak ada konflik antara publik dan entitas usaha, ucap Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan, Senin, 24 November 2021 kepada wartawan. Ibrahim menambahkan, kita lagi check pelajar perguruan tinggi dari Perguruan Tinggi atau Universitas mana yang mengatasnama pelajar perguruan tinggi. Masyarakat Patumbak meminta perguruan tinggi memberikan perhatian pada mahasiswa-civitas akademika mahasiswa yang tidak membangun tapi merusak, ucapnya. Warga sekitar Dusun III menegaskan kembali, saat ini telah tercipta kekondusifan tempat kami tinggal dengan sebaik-baiknya. Tolong orang-orang yang mengatasnamakan civitas akademika mahasiswa jangan menganggu entitas usaha tempat kita bekerja, kalau kami tidak ada pekerjaan kami siap datangi ke kampus, sebut warga sekitar Dusun III. BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Klarifikasi PT Tanimas Soap Industries PT Tanimas Soap Industries mengklaim bahwa pada hari Jumat, 21 November 2024, di depan pabrik entitas usaha tidak ada terjadi unjukrasa atau demo oleh civitas akademika mahasiswa atau masyarakat setempat. Pada hari itu, operasional PT Tanimas Soap Industries tetap berjalan seperti biasanya. Meski ada pemberitahuan akan didemo mahasiswa, jelas Hendrik, Humas PT Tanimas Soap Industries, Senin, 24 November 2026, ketika dikunjungi awak media. Memang diakui Hendrik, ada terjadi kerumunan orang didekat entitas usaha. Keributan itu terjadi antara sejumlah masyarakat Dusun III dengan sekelompok orang. Tidak terjadi di depan pabrik perusahaan dan Kami segera laporkan ke Polsek Patumbak, bebernya didampingi Nita Evayanti, Kepala HRD PT Tanimas Soap Industries. Seperti diketahui PT Tanimas Soap Industries, perusahaan swasta berskala internasional, yang berdiri sejak tahun 2004, memproduksi bahan baku sabun. Sabun yang diproduksi diekspor ke luar negeri, seperti Afrika, jelasnya. PT Tanimas Soap Industries memiliki lebih kurang 500 pekerja. 95% pekerjanya merupakan residen Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang. Prinsip management entitas usaha mengutamakan penduduk lokal untuk mendukung otoritas mengurangi pengangguran, bilang Hendrik. PT Tanimas Soap Industries terbilang sangat patuh dan taat pada peraturan dan perizinan. Semua izin entitas usaha kami ada. Seperti izin AMDAL dan limbah rutin secara berkala dicek oleh dinas terkait, katanya menambah, perseroan juga taat membayar pajak kepada pemerintah di tingkat daerah setiap tahunnya. PT Tanimas Soap Industries juga aktif berkontribusi kepada kalangan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Adapun program CSR yang sudah dilakukan PT Tanimas Soap Industries, yakni bantuan pembangunan rumah ibadah, bedah rumah bagi komunitas kurang mampu, pemberian tali kasih bagi kalangan masyarakat di hari kebesaran agama (Lebaran dan Natal) dan aktif melakukan pemeriksaan urusan kesehatan dengan bekerjasama dengan jajaran eksekutif setempat. Ia berharap, dengan hadirnya PT Tanimas Soap Industries dapat membantu aparatur negara dalam mengurangi angka orang yang tidak bekerja khususnya di wilayah ke Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Kita butuh sektor industri tetap hidup, agar pengangguran dapat berkurang. Jadi, kami sebagai pemodal butuh kepastian hukum dalam berusaha, ucapnya. *** BACA JUGA.. Dianiaya Sekelompok Preman Saat Demo di PT Tanimas Soap Industries, Kordinator Kommasi Lapor Petugas kepolisian EDITOR : Putra
POSMETRO MEDAN Masyarakat setempat Dusun III Desa Sigara-gara mengaku keberatan disebut sebagai preman bayaran oleh sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Kommasi. Fitnahan yang diterima itu terungkap dalam berita aksi demo massa Kommasi yang terjadi di Dusun III Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Jumat, 21 November 2024. Kami (penduduk Dusun III) tidak terima dibilang preman. Apalagi disebut sebagai preman bayaran PT Tanimas Soap Industries. Kami adalah warga sekitar Dusun III yang cinta damai, kata Darma bersama residen Dusun III lainnya, diantaranya M Idris, Ibrahim dan P Rambo, Senin 24 November 2026 kepada awak media. Singkat cerita, kata Darma, kami merasa terganggu, kampung halaman kami didatangi oleh sekelompok orang yang tidak dikenal mengaku sebagai civitas akademika mahasiswa, yang notabene bukan masyarakat Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka (massa Kommasi) bukan berasal dari warga sekitar Dusun III Desa Sigara-gara, melainkan dari daerah lain. Niatnya mau mendemo PT Tanimas. Ya, kami merasa terganggu, mereka datang dengan patentengan (sok jagoan), tidak beretika dengan kalangan masyarakat setempat, ucap Darma diamini kawan-kawannya. Ibrahim mengungkapkan, kami merasa terganggu dengan sikap sekelompok civitas akademika mahasiswa tersebut yang mengatasnamakan masyarakat untuk beraspirasi ke PT Tanimas. Publik mana yang keberatan dengan korporasi? Kami selama ini baik-baik aja hubungan antara komunitas dengan perusahaan, sebutnya. Darma kembali menepis tuduhan pengeroyokan massa. Tidak ada terjadi pemukulan apalagi pengeroyokan seperti dalam berita yang sudah tersiar baik di media cetak maupun digital. Itu semuanya tidak benar. Kami hanya melakukan pengamanan, bukan pengeroyokan. Kalau terjadi pemukulan atau pengeroyokan, mungkin saja pasti ada yang terluka bahkan mati, cetusnya. Di pihak lain, Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan bersama kalangan masyarakat Dusun III merasa keberatan telah difitnah dan dicemari nama baik Dusun III Desa Sigara-gara atas kejadian tersebut dan akan berdampak menakuti para investor di Patumbak. Memang benar, ada sekelompok orang datang dengan mengendarai 3 mobil angkot, 1 mobil pribadi dan 2 sepeda motor datang ke Dusun III, berniat melakukan orasi ke PT Tanimas, jelasnya. Dipastikan Kepala Dusun, sekelompok orang (Kommasi) bukan lah warga sekitar Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka datang dari luar ke desa kami. Kondisi Dusun III sejauh ini masih kondusif, tidak ada konflik antara masyarakat dan korporasi, ucap Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan, Senin, 24 November 2024 kepada wartawan. Ibrahim menyambung pernyataan, kita lagi check pelajar perguruan tinggi dari Perguruan Tinggi atau Universitas mana yang mengatasnama civitas akademika mahasiswa. Kalangan masyarakat Patumbak meminta universitas memberikan perhatian pada mahasiswa-pelajar perguruan tinggi yang tidak membangun tapi merusak, ucapnya. Warga sekitar Dusun III menyiratkan dengan kuat kembali, saat ini telah tercipta kekondusifan tempat kami tinggal dengan sebaik-baiknya. Tolong orang-orang yang mengatasnamakan pelajar perguruan tinggi jangan menganggu perseroan tempat kita bekerja, kalau kami tidak ada pekerjaan kami siap datangi ke kampus, sebut masyarakat Dusun III. BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Pelurusan informasi PT Tanimas Soap Industries PT Tanimas Soap Industries mengklaim bahwa pada hari Jumat, 21 November 2023, di depan pabrik perusahaan tidak ada terjadi unjukrasa atau demo oleh civitas akademika mahasiswa atau komunitas. Pada hari itu, operasional PT Tanimas Soap Industries tetap berjalan seperti biasanya. Meski ada pemberitahuan akan didemo civitas akademika mahasiswa, jelas Hendrik, Humas PT Tanimas Soap Industries, Senin, 24 November 2023, ketika dikunjungi awak media. Memang diakui Hendrik, ada terjadi kerumunan orang didekat perusahaan. Keributan itu terjadi antara sejumlah penduduk Dusun III dengan sekelompok orang. Tidak terjadi di depan pabrik perseroan dan Kami segera laporkan ke Polsek Patumbak, bebernya didampingi Nita Evayanti, Kepala HRD PT Tanimas Soap Industries. Seperti dilaporkan PT Tanimas Soap Industries, entitas usaha swasta berskala internasional, yang berdiri sejak tahun 2004, memproduksi bahan baku sabun. Sabun yang diproduksi diekspor ke luar negeri, seperti Afrika, jelasnya. PT Tanimas Soap Industries memiliki lebih kurang 500 pekerja. 95% pekerjanya merupakan warga sekitar Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang. Prinsip management korporasi mengutamakan penduduk lokal untuk mendukung pihak pemerintah mengurangi tiadanya pekerjaan, bilang Hendrik. PT Tanimas Soap Industries terbilang sangat patuh dan taat pada peraturan dan perizinan. Semua izin perusahaan kami ada. Seperti izin AMDAL dan limbah rutin secara berkala dicek oleh dinas terkait, katanya menambah, perusahaan juga taat membayar pajak kepada pemda setiap tahunnya. PT Tanimas Soap Industries juga aktif berkontribusi kepada masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Adapun program CSR yang sudah dilakukan PT Tanimas Soap Industries, yakni bantuan pembangunan rumah ibadah, bedah rumah bagi warga sekitar kurang mampu, pemberian tali kasih bagi kalangan masyarakat di hari kebesaran agama (Lebaran dan Natal) dan aktif melakukan pemeriksaan urusan kesehatan dengan bekerjasama dengan pihak pemerintah setempat. Ia berharap, dengan hadirnya PT Tanimas Soap Industries dapat membantu pihak pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran khususnya di wilayah ke Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Kita butuh dunia industri tetap hidup, agar pengangguran dapat berkurang. Jadi, kami sebagai orang yang diduga melakukan pasar butuh kepastian hukum dalam berusaha, ucapnya. *** BACA JUGA.. Dianiaya Sekelompok Preman Saat Demo di PT Tanimas Soap Industries, Kordinator Kommasi Lapor Polisi EDITOR : Putra
POSMETRO MEDAN Komunitas Dusun III Desa Sigara-gara mengaku keberatan disebut sebagai preman bayaran oleh sekelompok pelajar perguruan tinggi yang mengatasnamakan Kommasi. Fitnahan yang diterima itu terungkap dalam berita aksi demo massa Kommasi yang terjadi di Dusun III Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Jumat, 21 November 2025. Kami (residen Dusun III) tidak terima dibilang preman. Apalagi disebut sebagai preman bayaran PT Tanimas Soap Industries. Kami adalah warga Dusun III yang cinta damai, kata Darma bersama warga Dusun III lainnya, diantaranya M Idris, Ibrahim dan P Rambo, Senin 24 November 2025 kepada awak media. Singkat cerita, kata Darma, kami merasa terganggu, kampung halaman kami didatangi oleh sekelompok orang yang tidak dikenal mengaku sebagai mahasiswa, yang notabene bukan masyarakat Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka (massa Kommasi) bukan berasal dari residen Dusun III Desa Sigara-gara, melainkan dari daerah lain. Niatnya mau mendemo PT Tanimas. Ya, kami merasa terganggu, mereka datang dengan patentengan (sok jagoan), tidak beretika dengan residen setempat, ucap Darma diamini kawan-kawannya. Ibrahim mengungkapkan, kami merasa terganggu dengan sikap sekelompok pelajar perguruan tinggi tersebut yang mengatasnamakan komunitas untuk beraspirasi ke PT Tanimas. Masyarakat mana yang keberatan dengan entitas usaha? Kami selama ini baik-baik aja hubungan antara masyarakat setempat dengan perusahaan, sebutnya. Darma kembali menepis tuduhan pengeroyokan massa. Tidak ada terjadi pemukulan apalagi pengeroyokan seperti dalam berita yang sudah tersiar baik di media cetak maupun digital. Itu semuanya tidak benar. Kami hanya melakukan pengamanan, bukan pengeroyokan. Kalau terjadi pemukulan atau pengeroyokan, mungkin saja pasti ada yang terluka bahkan mati, cetusnya. Sementara itu, Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan bersama publik Dusun III merasa keberatan telah difitnah dan dicemari nama baik Dusun III Desa Sigara-gara atas insiden tersebut dan akan berdampak menakuti para orang yang diduga melakukan pasar di Patumbak. Memang benar, ada sekelompok orang datang dengan mengendarai 3 mobil angkot, 1 mobil pribadi dan 2 sepeda motor datang ke Dusun III, berniat melakukan orasi ke PT Tanimas, jelasnya. Dipastikan Kepala Dusun, sekelompok orang (Kommasi) bukan lah residen Dusun III Desa Sigara-gara. Mereka datang dari luar ke desa kami. Kondisi Dusun III sampai sekarang masih kondusif, tidak ada konflik antara kalangan masyarakat dan korporasi, ucap Kadus III Desa Sigara Gara, Ali Akbar Tarigan, Senin, 24 November 2022 kepada wartawan. Ibrahim menambahkan, kita lagi check civitas akademika mahasiswa dari Perguruan Tinggi atau Universitas mana yang mengatasnama mahasiswa. Masyarakat Patumbak meminta perguruan tinggi memberikan perhatian pada civitas akademika mahasiswa-mahasiswa yang tidak membangun tapi merusak, ucapnya. Masyarakat Dusun III memastikan kembali kembali, saat ini telah tercipta kekondusifan tempat kami tinggal dengan sebaik-baiknya. Tolong orang-orang yang mengatasnamakan mahasiswa jangan menganggu perseroan tempat kita bekerja, kalau kami tidak ada pekerjaan kami siap datangi ke kampus, sebut penduduk Dusun III.
BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang
BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang
BACA JUGA..
LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang
Pelurusan informasi PT Tanimas Soap Industries PT Tanimas Soap Industries mengklaim bahwa pada hari Jumat, 21 November 2026, di depan pabrik perseroan tidak ada terjadi unjukrasa atau demo oleh pelajar perguruan tinggi atau warga setempat. Pada hari itu, operasional PT Tanimas Soap Industries tetap berjalan seperti biasanya. Meski ada pemberitahuan akan didemo pelajar perguruan tinggi, jelas Hendrik, Humas PT Tanimas Soap Industries, Senin, 24 November 2024, ketika dikunjungi awak media. Memang diakui Hendrik, ada terjadi kerumunan orang didekat perusahaan. Keributan itu terjadi antara sejumlah warga sekitar Dusun III dengan sekelompok orang. Tidak terjadi di depan pabrik perusahaan dan Kami segera laporkan ke Polsek Patumbak, bebernya didampingi Nita Evayanti, Kepala HRD PT Tanimas Soap Industries. Seperti diketahui PT Tanimas Soap Industries, perusahaan swasta berskala internasional, yang berdiri sejak tahun 2004, memproduksi bahan baku sabun. Sabun yang diproduksi diekspor ke luar negeri, seperti Afrika, jelasnya. PT Tanimas Soap Industries memiliki lebih kurang 500 pekerja. 95% pekerjanya merupakan penduduk Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang. Prinsip management perusahaan mengutamakan penduduk lokal untuk mendukung otoritas mengurangi orang yang tidak bekerja, bilang Hendrik. PT Tanimas Soap Industries terbilang sangat patuh dan taat pada peraturan dan perizinan. Semua izin entitas usaha kami ada. Seperti izin AMDAL dan limbah rutin secara berkala dicek oleh dinas terkait, katanya menambah, perseroan juga taat membayar pajak kepada aparatur negara di tingkat daerah setiap tahunnya. PT Tanimas Soap Industries juga aktif berkontribusi kepada komunitas melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Adapun program CSR yang sudah dilakukan PT Tanimas Soap Industries, yakni bantuan pembangunan rumah ibadah, bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu, pemberian tali kasih bagi masyarakat di hari kebesaran agama (Lebaran dan Natal) dan aktif melakukan pemeriksaan urusan kesehatan dengan bekerjasama dengan aparatur negara setempat. Ia berharap, dengan hadirnya PT Tanimas Soap Industries dapat membantu pemerintah dalam mengurangi angka tiadanya pekerjaan khususnya di wilayah ke Kecamatan Patumbak Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Kita butuh sektor industri tetap hidup, agar pengangguran dapat berkurang. Jadi, kami sebagai investor butuh kepastian hukum dalam berusaha, ucapnya. ***
BACA JUGA.. Dianiaya Sekelompok Preman Saat Demo di PT Tanimas Soap Industries, Kordinator Kommasi Lapor Polisi
BACA JUGA.. Dianiaya Sekelompok Preman Saat Demo di PT Tanimas Soap Industries, Kordinator Kommasi Lapor Polisi
BACA JUGA..
Dianiaya Sekelompok Preman Saat Demo di PT Tanimas Soap Industries, Kordinator Kommasi Lapor Polisi
BACA JUGA...
Pemkab Deli Serdang Gelar Syukuran Peringatan HGN 2021 Wabup Humbahas Tolak Mobdis, Pemkab Uraian tambahan, Ditanya Kembali Malah Pilih Bungkam Rancangan KUA-PPAS APBD Deli Serdang TA 2026 Disetujui Jalan Propinsi di Pagar Merbau Deli Serdang Rusak Makin Parah Rutan Kelas IIB Kabanjahe Terima Peserta Magang Batch 2 Program Pemagangan Nasional Massa Gemmaki Geruduk PT SRI di Deli Serdang Antisipasi Kejahatan, Personel Kodim 0204 DS Patroli Kamtibmas LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Pekerjaan Jalan Sigalingging -Kutajungak Minta Diawasi Ketat Zulhas Tunjuk Bayu Sumantri Agung Ketua PAN Deli Serdang
Pemkab Deli Serdang Gelar Syukuran Peringatan HGN 2021
Wabup Humbahas Tolak Mobdis, Pemkab Penegasan kembali, Ditanya Kembali Malah Pilih Bungkam
Rancangan KUA-PPAS ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH Deli Serdang TA 2026 Disetujui
Jalan Propinsi di Pagar Merbau Deli Serdang Rusak Makin Parah
Rutan Kelas IIB Kabanjahe Terima Peserta Magang Batch 2 Program Pemagangan Nasional
Massa Gemmaki Geruduk PT SRI di Deli Serdang
Antisipasi Kejahatan, Personel Kodim 0204 DS Patroli Kamtibmas
LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang
Pekerjaan Jalan Sigalingging -Kutajungak Minta Diawasi Ketat
Zulhas Tunjuk Bayu Sumantri Agung Ketua PAN Deli Serdang
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan mesinslot semakin meluas dari waktu ke waktu. Banyak pihak menilai bahwa mesinslot sangat relevan saat ini. Banyak pihak menilai bahwa mesinslot sangat relevan saat ini.