bahasaslot – Wabup Humbahas Tolak Mobdis, Pemkab Penegasan kembali, Ditanya K...
bahasaslot. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Berbagai sumber membahas tentang bahasaslot karena dianggap penting.
Lukman (sebelah kanan), Hemat (tengah), Sukur (sebelah kiri). POSMETRO MEDAN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan, malah memilih bungkam, ketika ditanya kembali atas pelurusan informasi soal pengadaan mobil dinas Wakil Bupati Humbahas Junita Rebeka Marbun yang kesannya Wabuplah yang menyodorkan pembelian mobil dinas. Pernyataan itu, sebelumnya disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat Lukman Pasaribu dan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Humbahas Hemat Aleksi Sitanggang ke beberapa media, belum lama ini. Diketahui, pernyataan Lukman, dan Hemat menjadi polemik di kalangan masyarakat dan ditengah Pemerintahan Humbahas, dalam klarifikasinya atas pernyataan Wabup yang menolak pengadaan mobil dinas. Serta, Junita yang tidak pernah dilibatkan didalam pembahasan anggaran perencanaan program maupun penyusunan kegiatan yang berkaitan dengan fasilitas jabatan selaku Wakil Bupati. Padahal, Junita tidak terpisahkan dengan Oloan Paniaran Nababan yang merupakan satu paket yang dipilih oleh penduduk Humbahas pada Pilkada 2024 lalu. Ketika dikonfirmasi, Lukman, dan Hemat via WhatsApp, pada Kamis (201/11) hingga Senin (25/11), tidak ada sepatah kata pun untuk menjawab, hingga berita ini diturunkan ke redaksi. Tidak hanya Lukman, dan Hemat, begitu juga mantan Kabag Umum Sukur Marbun. Sukur yang kembali bertugas di Bidang Informatika Dinas Kominfo, sejak Kamis (20/11) dikonfirmasi via WhatsApp, tidak sedikitpun merespons pertanyaan tersebut. Sebelumnya, Lukman, dan Hemat dikutip dari beberapa media dalam klarifikasinya sekaitan pernyataan Wakil Kepala kabupaten Junita Rebeka Marbun yang menolak pengadaan mobil dinasi, lantaran pengadaan mobil dinasnya yang telah ditampung sama sekali tidak pernah diketahuinya. BACA JUGA.. Junita, Wabup Humbahas Bantah Pernah Sodorkan Beli Mobdis Dikatakan, bahwa rencana pengadaan mobil dinas Wakil Kepala kabupaten telah disiapkan sejak pembahasan APBD 2024 untuk direalisasikan pada tahun anggaran 2026. Apalagi rencana itu tadi, lanjut Lukman, atas uraian mantan Kabag Umum Sukur Marbun kepada mereka. Dan, Sukur juga menyampaikan bahwa disekitar bulan Mei 2022, Sukur dipanggil Wabup untuk membahas sejumlah pekerjaan, termasuk rencana pengadaan mobil dinas. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Kepala kabupaten Humbahas menyambut baik rencana pengadaan, sekaligus menyampaikan arahan agar kendaraan yang diadakan adalah Toyota Fortuner, karena dianggap paling sesuai untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas kedinasan. * Junita, Wabup Humbahas Bantah Pernah Sodorkan Beli Mobdis Wakil Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara, bantah pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat Lukman Pasaribu dan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Humbahas Hemat Sitanggang yang membeberkan jika ia pernah memanggil mantan Kabag Umum Sukur Marbun untuk menyodorkan pembelian mobil dinasnya jenis Fortuner. Saya tidak pernah sodorkan ke Sukur soal mobil dinas. Saya hanya ngomong sama Sukur disini (kantor dinas Wabup-red) seperti ngomong kayak di warung kopi, bukan secara adminitrasi, kata Junita, pengusaha sukses ini kepada media dalam klarifikasinya atas penjelasan tambahan dari Pemkab atas surat terbukanya kepada DPRD Humbahas seputar penolakannya pengadaan mobil dinas yang ditampung di ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TA 2026, Kamis (20/11) diruang kerja Dinas Wakil Pimpinan kabupaten. BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Malah, lanjut dia membeberkan, jika Sukur datang keruang kerja dinasnya hanya membicarakan kebutuhan rumah dinasnya, sepuatar tempat tidur, dan TV. Dia berujar, bahwa dirinya menanyakan itu apa ada tidaknya dialokasikan anggaran untuk fasilitas rumah dinasnya tersebut. Ia merasa tak layak lagi dipakai tempat tidur yang membuat badanya merasa sakit. Selain TV, yang tidak ada dirumah dinasnya. Dari pembicaraan kebutuhan itu tadi, sebutnya, malah dia memakai modal sendiri bukan dari APBD Humbahas tahun anggaran 2021, yang semestinya ditampung di ANGGARAN DAERAH. Kami ngobrol itu biasa, sambil ketawa. Nah, saya menanya tuh, aku gak dapat apa-apa (fasilitas-red) tuh, jadi aku nanya nii barang-barang yang aku beli boleh di reimburs gak? Jawab ito Sukur, boleh, tapi sesuai dengan pagu anggaran ya. Trus saya beli tempat tidur dan TV. Tapi sampai detik ini dari bulan Maret tuh saya beli, belum dibayar, belum, ya sudah itu resiko saya, ungkapnya. Harusnya Sukur jujur yang dibicarakan itu soal apa. Malah, Sukur sendiri yang menawarkan mobil dinas. Ia dia, itu dia sampaikan, kalau misalnya kita ajukan mobil dinas, kira-kira ibu mau apa, saya jawab itu terserah, dan saya jawab lagi mau buat apa. Lalu, Sukur ngomong nii, Fortuner gimana, terus saya jawab, ya boleh. Jadi, narasinya seolah-olah saya yang minta, itu tidak benar, katanya. BACA JUGA.. Agustiawan Saragih Pimpin DPC PDI Deli Serdang Sambung dia lagi, sekaitan pernyataan Kabag Umum Hemat Sitanggang yang pernah mempertanyakan untuk pembelian mobil dinas kepada dirinya, ia pun juga membantah. kapan dia datang, siapa dijumpainya, katanya. Malah, sebutnya, Hemat pernah dia panggil bukan persoalan mobil dinas, melainkan kebutuhan rumah dinasnya, berupa water. Tuh mereka semua ngaco ya, yang dibilang itu yang egak benar, ungkapnya. Disisi lain juga, Wakil Kepala kabupaten ini yang ikut dipilih residen setempat Humbahas menanggapi pernyataan yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPAD) Resva Panjaitan. Junita mengungkapkan, bahwa informasi yang disampaikan oleh Plt Kepala BPKPAD tersebut tidak sesuai dengan reguler peraturan yang berlaku. Menurut dia, Resva harusnya menyampaikan terkait pembelian mobil dinas kepada dirinya sebagai Wakil Pimpinan kabupaten. Dimana, Resva dalam penjelasannya mengatakan, bahwa TAPD tidak wajib konfirmasi kepada pimpinan daerah dan wakil pimpinan daerah terkait pembelian fasilitas mobil dinas. Itu omongan nya jangan gitu, emang dia atasan saya. Saya itu Wakil Bupati, saya itu dipilih oleh masyarakat, enak kali dia masukkan anggaran tanpa sepengetahuan saya, padahal untuk kebutuhan saya, kata Junita.ds Teks foto : Lukman (sebelah kanan), Hemat (tengah), Sukur (sebelah kiri). Pengirim berita, Dedy Effendi Gemayel Simbolon
Lukman (sebelah kanan), Hemat (tengah), Sukur (sebelah kiri). POSMETRO MEDAN Pihak pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan, malah memilih bungkam, ketika ditanya kembali atas klarifikasi soal pengadaan mobil dinas Wakil Bupati Humbahas Junita Rebeka Marbun yang kesannya Wabuplah yang menyodorkan pembelian mobil dinas. Pernyataan itu, sebelumnya disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat Lukman Pasaribu dan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Humbahas Hemat Aleksi Sitanggang ke beberapa media, belum lama ini. Diberitakan, pernyataan Lukman, dan Hemat menjadi polemik di kalangan masyarakat dan ditengah Pemerintahan Humbahas, dalam klarifikasinya atas pernyataan Wabup yang menolak pengadaan mobil dinas. Serta, Junita yang tidak pernah dilibatkan didalam pembahasan anggaran perencanaan program maupun penyusunan kegiatan yang berkaitan dengan fasilitas jabatan selaku Wakil Kepala kabupaten. Padahal, Junita tidak terpisahkan dengan Oloan Paniaran Nababan yang merupakan satu paket yang dipilih oleh komunitas Humbahas pada Pilkada 2024 lalu. Ketika dikonfirmasi, Lukman, dan Hemat via WhatsApp, pada Kamis (201/11) hingga Senin (25/11), tidak ada sepatah kata pun untuk menjawab, hingga berita ini diturunkan ke redaksi. Tidak hanya Lukman, dan Hemat, begitu juga mantan Kabag Umum Sukur Marbun. Sukur yang kembali bertugas di Bidang Informatika Dinas Kominfo, sejak Kamis (20/11) dikonfirmasi via WhatsApp, tidak sedikitpun merespons pertanyaan tersebut. Sebelumnya, Lukman, dan Hemat dikutip dari beberapa media dalam klarifikasinya sekaitan pernyataan Wakil Bupati Junita Rebeka Marbun yang menolak pengadaan mobil dinasi, lantaran pengadaan mobil dinasnya yang telah ditampung sama sekali tidak pernah diketahuinya. BACA JUGA.. Junita, Wabup Humbahas Bantah Pernah Sodorkan Beli Mobdis Dikatakan, bahwa rencana pengadaan mobil dinas Wakil Pimpinan kabupaten telah disiapkan sejak pembahasan APBD 2024 untuk direalisasikan pada tahun anggaran 2023. Apalagi rencana itu tadi, lanjut Lukman, atas uraian mantan Kabag Umum Sukur Marbun kepada mereka. Dan, Sukur juga menyampaikan bahwa disekitar bulan Mei 2022, Sukur dipanggil Wabup untuk membahas sejumlah pekerjaan, termasuk rencana pengadaan mobil dinas. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Humbahas menyambut baik rencana pengadaan, sekaligus menyampaikan arahan agar kendaraan yang diadakan adalah Toyota Fortuner, karena dianggap paling sesuai untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas kedinasan. * Junita, Wabup Humbahas Bantah Pernah Sodorkan Beli Mobdis Wakil Pimpinan kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara, bantah pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat Lukman Pasaribu dan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Humbahas Hemat Sitanggang yang membeberkan jika ia pernah memanggil mantan Kabag Umum Sukur Marbun untuk menyodorkan pembelian mobil dinasnya jenis Fortuner. Saya tidak pernah sodorkan ke Sukur soal mobil dinas. Saya hanya ngomong sama Sukur disini (kantor dinas Wabup-red) seperti ngomong kayak di warung kopi, bukan secara adminitrasi, kata Junita, pengusaha sukses ini kepada media dalam klarifikasinya atas klarifikasi tambahan dari Pemkab atas surat terbukanya kepada DPRD Humbahas seputar penolakannya pengadaan mobil dinas yang ditampung di APBD TA 2026, Kamis (20/11) diruang kerja Dinas Wakil Kepala kabupaten. BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Malah, lanjut dia membeberkan, jika Sukur datang keruang kerja dinasnya hanya membicarakan kebutuhan rumah dinasnya, sepuatar tempat tidur, dan TV. Dia mengungkapkan, bahwa dirinya menanyakan itu apa ada tidaknya dialokasikan anggaran untuk fasilitas rumah dinasnya tersebut. Ia merasa tak layak lagi dipakai tempat tidur yang membuat badanya merasa sakit. Selain TV, yang tidak ada dirumah dinasnya. Dari pembicaraan kebutuhan itu tadi, sebutnya, malah dia memakai modal sendiri bukan dari ANGGARAN DAERAH Humbahas tahun anggaran 2024, yang semestinya ditampung di ANGGARAN DAERAH. Kami ngobrol itu biasa, sambil ketawa. Nah, saya menanya tuh, aku gak dapat apa-apa (fasilitas-red) tuh, jadi aku nanya nii barang-barang yang aku beli boleh di reimburs gak? Jawab ito Sukur, boleh, tapi sesuai dengan pagu anggaran ya. Trus saya beli tempat tidur dan TV. Tapi sampai detik ini dari bulan Maret tuh saya beli, belum dibayar, belum, ya sudah itu resiko saya, ungkapnya. Harusnya Sukur jujur yang dibicarakan itu soal apa. Malah, Sukur sendiri yang menawarkan mobil dinas. Ia dia, itu dia sampaikan, kalau misalnya kita ajukan mobil dinas, kira-kira ibu mau apa, saya jawab itu terserah, dan saya jawab lagi mau buat apa. Lalu, Sukur ngomong nii, Fortuner gimana, terus saya jawab, ya boleh. Jadi, narasinya seolah-olah saya yang minta, itu tidak benar, katanya. BACA JUGA.. Agustiawan Saragih Pimpin DPC PDI Deli Serdang Sambung dia lagi, sekaitan pernyataan Kabag Umum Hemat Sitanggang yang pernah mempertanyakan untuk pembelian mobil dinas kepada dirinya, ia pun juga membantah. kapan dia datang, siapa dijumpainya, katanya. Malah, sebutnya, Hemat pernah dia panggil bukan persoalan mobil dinas, melainkan kebutuhan rumah dinasnya, berupa water. Tuh mereka semua ngaco ya, yang dibilang itu yang egak benar, ungkapnya. Disisi lain juga, Wakil Kepala kabupaten ini yang ikut dipilih masyarakat Humbahas menanggapi pernyataan yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPAD) Resva Panjaitan. Junita berujar, bahwa informasi yang disampaikan oleh Plt Kepala BPKPAD tersebut tidak sesuai dengan reguler peraturan yang berlaku. Menurutnya, Resva harusnya menyampaikan terkait pembelian mobil dinas kepada dirinya sebagai Wakil Kepala kabupaten. Dimana, Resva dalam penjelasannya menyatakan, bahwa TAPD tidak wajib konfirmasi kepada kepala daerah dan wakil bupati terkait pembelian fasilitas mobil dinas. Itu omongan nya jangan gitu, emang dia atasan saya. Saya itu Wakil Bupati, saya itu dipilih oleh warga, enak kali dia masukkan anggaran tanpa sepengetahuan saya, padahal untuk kebutuhan saya, kata Junita.ds Teks foto : Lukman (sebelah kanan), Hemat (tengah), Sukur (sebelah kiri). Pengirim berita, Dedy Effendi Gemayel Simbolon
Lukman (sebelah kanan), Hemat (tengah), Sukur (sebelah kiri). POSMETRO MEDAN Pemangku kebijakan Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan, malah memilih bungkam, ketika ditanya kembali atas uraian tambahan soal pengadaan mobil dinas Wakil Bupati Humbahas Junita Rebeka Marbun yang kesannya Wabuplah yang menyodorkan pembelian mobil dinas. Pernyataan itu, sebelumnya disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat Lukman Pasaribu dan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Humbahas Hemat Aleksi Sitanggang ke beberapa media, belum lama ini. Dilaporkan, pernyataan Lukman, dan Hemat menjadi polemik di kalangan masyarakat dan ditengah Pemerintahan Humbahas, dalam klarifikasinya atas pernyataan Wabup yang menolak pengadaan mobil dinas. Serta, Junita yang tidak pernah dilibatkan didalam pembahasan anggaran perencanaan program maupun penyusunan kegiatan yang berkaitan dengan fasilitas jabatan selaku Wakil Bupati. Padahal, Junita tidak terpisahkan dengan Oloan Paniaran Nababan yang merupakan satu paket yang dipilih oleh komunitas Humbahas pada Pemilihan kepala daerah 2024 lalu. Ketika dikonfirmasi, Lukman, dan Hemat via WhatsApp, pada Kamis (201/11) hingga Senin (25/11), tidak ada sepatah kata pun untuk menjawab, sampai laporan ini dibuat ke redaksi. Tidak hanya Lukman, dan Hemat, begitu juga mantan Kabag Umum Sukur Marbun. Sukur yang kembali bertugas di Bidang Informatika Dinas Kominfo, sejak Kamis (20/11) dikonfirmasi via WhatsApp, tidak sedikitpun merespons pertanyaan tersebut. Sebelumnya, Lukman, dan Hemat dikutip dari beberapa media dalam klarifikasinya sekaitan pernyataan Wakil Bupati Junita Rebeka Marbun yang menolak pengadaan mobil dinasi, lantaran pengadaan mobil dinasnya yang telah ditampung sama sekali tidak pernah diketahuinya. BACA JUGA.. Junita, Wabup Humbahas Bantah Pernah Sodorkan Beli Mobdis Dikatakan, bahwa rencana pengadaan mobil dinas Wakil Bupati telah disiapkan sejak pembahasan ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH 2024 untuk direalisasikan pada tahun anggaran 2023. Apalagi rencana itu tadi, lanjut Lukman, atas penjelasan mantan Kabag Umum Sukur Marbun kepada mereka. Dan, Sukur juga menyampaikan bahwa disekitar bulan Mei 2022, Sukur dipanggil Wabup untuk membahas sejumlah pekerjaan, termasuk rencana pengadaan mobil dinas. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Kepala kabupaten Humbahas menyambut baik rencana pengadaan, sekaligus menyampaikan arahan agar kendaraan yang diadakan adalah Toyota Fortuner, karena dianggap paling sesuai untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas kedinasan. * Junita, Wabup Humbahas Bantah Pernah Sodorkan Beli Mobdis Wakil Kepala kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara, bantah pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat Lukman Pasaribu dan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Humbahas Hemat Sitanggang yang membeberkan jika ia pernah memanggil mantan Kabag Umum Sukur Marbun untuk menyodorkan pembelian mobil dinasnya jenis Fortuner. Saya tidak pernah sodorkan ke Sukur soal mobil dinas. Saya hanya ngomong sama Sukur disini (kantor dinas Wabup-red) seperti ngomong kayak di warung kopi, bukan secara adminitrasi, kata Junita, pengusaha sukses ini kepada media dalam klarifikasinya atas uraian tambahan dari Pemkab atas surat terbukanya kepada DPRD Humbahas seputar penolakannya pengadaan mobil dinas yang ditampung di ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TA 2026, Kamis (20/11) diruang kerja Dinas Wakil Bupati. BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Malah, lanjut dia membeberkan, jika Sukur datang keruang kerja dinasnya hanya membicarakan kebutuhan rumah dinasnya, sepuatar tempat tidur, dan TV. Dia menuturkan, bahwa dirinya menanyakan itu apa ada tidaknya dialokasikan anggaran untuk fasilitas rumah dinasnya tersebut. Ia merasa tak layak lagi dipakai tempat tidur yang membuat badanya merasa sakit. Selain TV, yang tidak ada dirumah dinasnya. Dari pembicaraan kebutuhan itu tadi, sebutnya, malah dia memakai modal sendiri bukan dari ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH Humbahas tahun anggaran 2027, yang semestinya ditampung di ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH. Kami ngobrol itu biasa, sambil ketawa. Nah, saya menanya tuh, aku gak dapat apa-apa (fasilitas-red) tuh, jadi aku nanya nii barang-barang yang aku beli boleh di reimburs gak? Jawab ito Sukur, boleh, tapi sesuai dengan pagu anggaran ya. Trus saya beli tempat tidur dan TV. Tapi sampai detik ini dari bulan Maret tuh saya beli, belum dibayar, belum, ya sudah itu resiko saya, ungkapnya. Harusnya Sukur jujur yang dibicarakan itu soal apa. Malah, Sukur sendiri yang menawarkan mobil dinas. Ia dia, itu dia sampaikan, kalau misalnya kita ajukan mobil dinas, kira-kira ibu mau apa, saya jawab itu terserah, dan saya jawab lagi mau buat apa. Lalu, Sukur ngomong nii, Fortuner gimana, terus saya jawab, ya boleh. Jadi, narasinya seolah-olah saya yang minta, itu tidak benar, katanya. BACA JUGA.. Agustiawan Saragih Pimpin DPC PDI Deli Serdang Sambung dia lagi, sekaitan pernyataan Kabag Umum Hemat Sitanggang yang pernah mempertanyakan untuk pembelian mobil dinas kepada dirinya, ia pun juga membantah. kapan dia datang, siapa dijumpainya, katanya. Malah, sebutnya, Hemat pernah dia panggil bukan persoalan mobil dinas, melainkan kebutuhan rumah dinasnya, berupa water. Tuh mereka semua ngaco ya, yang dibilang itu yang egak benar, ungkapnya. Disisi lain juga, Wakil Pimpinan kabupaten ini yang ikut dipilih masyarakat Humbahas menanggapi pernyataan yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPAD) Resva Panjaitan. Junita menuturkan, bahwa informasi yang disampaikan oleh Plt Kepala BPKPAD tersebut tidak sesuai dengan reguler peraturan yang berlaku. Menurutnya, Resva harusnya menyampaikan terkait pembelian mobil dinas kepada dirinya sebagai Wakil Kepala kabupaten. Dimana, Resva dalam penjelasannya mengungkapkan, bahwa TAPD tidak wajib konfirmasi kepada wali kota dan wakil pimpinan kabupaten terkait pembelian fasilitas mobil dinas. Itu omongan nya jangan gitu, emang dia atasan saya. Saya itu Wakil Bupati, saya itu dipilih oleh masyarakat, enak kali dia masukkan anggaran tanpa sepengetahuan saya, padahal untuk kebutuhan saya, kata Junita.ds Teks foto : Lukman (sebelah kanan), Hemat (tengah), Sukur (sebelah kiri). Pengirim berita, Dedy Effendi Gemayel Simbolon
POSMETRO MEDAN Jajaran eksekutif Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan, malah memilih bungkam, ketika ditanya kembali atas penegasan kembali soal pengadaan mobil dinas Wakil Pimpinan kabupaten Humbahas Junita Rebeka Marbun yang kesannya Wabuplah yang menyodorkan pembelian mobil dinas. Pernyataan itu, sebelumnya disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat Lukman Pasaribu dan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Humbahas Hemat Aleksi Sitanggang ke beberapa media, belum lama ini. Telah diketahui, pernyataan Lukman, dan Hemat menjadi polemik di penduduk setempat dan ditengah Pemerintahan Humbahas, dalam klarifikasinya atas pernyataan Wabup yang menolak pengadaan mobil dinas. Serta, Junita yang tidak pernah dilibatkan didalam pembahasan anggaran perencanaan program maupun penyusunan kegiatan yang berkaitan dengan fasilitas jabatan selaku Wakil Bupati. Padahal, Junita tidak terpisahkan dengan Oloan Paniaran Nababan yang merupakan satu paket yang dipilih oleh masyarakat Humbahas pada Pemilihan umum kepala daerah 2024 lalu. Ketika dikonfirmasi, Lukman, dan Hemat via WhatsApp, pada Kamis (201/11) hingga Senin (25/11), tidak ada sepatah kata pun untuk menjawab, sampai laporan ini dibuat ke redaksi. Tidak hanya Lukman, dan Hemat, begitu juga mantan Kabag Umum Sukur Marbun. Sukur yang kembali bertugas di Bidang Informatika Dinas Kominfo, sejak Kamis (20/11) dikonfirmasi via WhatsApp, tidak sedikitpun merespons pertanyaan tersebut. Sebelumnya, Lukman, dan Hemat dikutip dari beberapa media dalam klarifikasinya sekaitan pernyataan Wakil Pimpinan kabupaten Junita Rebeka Marbun yang menolak pengadaan mobil dinasi, lantaran pengadaan mobil dinasnya yang telah ditampung sama sekali tidak pernah diketahuinya. BACA JUGA.. Junita, Wabup Humbahas Bantah Pernah Sodorkan Beli Mobdis Dikatakan, bahwa rencana pengadaan mobil dinas Wakil Pimpinan kabupaten telah disiapkan sejak pembahasan ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH 2024 untuk direalisasikan pada tahun anggaran 2027. Apalagi rencana itu tadi, lanjut Lukman, atas penjelasan mantan Kabag Umum Sukur Marbun kepada mereka. Dan, Sukur juga menyampaikan bahwa disekitar bulan Mei 2025, Sukur dipanggil Wabup untuk membahas sejumlah pekerjaan, termasuk rencana pengadaan mobil dinas. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Pimpinan kabupaten Humbahas menyambut baik rencana pengadaan, sekaligus menyampaikan arahan agar kendaraan yang diadakan adalah Toyota Fortuner, karena dianggap paling sesuai untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas kedinasan. * Junita, Wabup Humbahas Bantah Pernah Sodorkan Beli Mobdis Wakil Pimpinan kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara, bantah pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat Lukman Pasaribu dan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Humbahas Hemat Sitanggang yang membeberkan jika ia pernah memanggil mantan Kabag Umum Sukur Marbun untuk menyodorkan pembelian mobil dinasnya jenis Fortuner. Saya tidak pernah sodorkan ke Sukur soal mobil dinas. Saya hanya ngomong sama Sukur disini (kantor dinas Wabup-red) seperti ngomong kayak di warung kopi, bukan secara adminitrasi, kata Junita, pengusaha sukses ini kepada media dalam klarifikasinya atas keterangan tambahan dari Pemkab atas surat terbukanya kepada DPRD Humbahas seputar penolakannya pengadaan mobil dinas yang ditampung di ANGGARAN DAERAH TA 2026, Kamis (20/11) diruang kerja Dinas Wakil Bupati. BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Malah, lanjut dia membeberkan, jika Sukur datang keruang kerja dinasnya hanya membicarakan kebutuhan rumah dinasnya, sepuatar tempat tidur, dan TV. Dia menuturkan, bahwa dirinya menanyakan itu apa ada tidaknya dialokasikan anggaran untuk fasilitas rumah dinasnya tersebut. Ia merasa tak layak lagi dipakai tempat tidur yang membuat badanya merasa sakit. Selain TV, yang tidak ada dirumah dinasnya. Dari pembicaraan kebutuhan itu tadi, sebutnya, malah dia memakai modal sendiri bukan dari ANGGARAN DAERAH Humbahas tahun anggaran 2021, yang semestinya ditampung di ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH. Kami ngobrol itu biasa, sambil ketawa. Nah, saya menanya tuh, aku gak dapat apa-apa (fasilitas-red) tuh, jadi aku nanya nii barang-barang yang aku beli boleh di reimburs gak? Jawab ito Sukur, boleh, tapi sesuai dengan pagu anggaran ya. Trus saya beli tempat tidur dan TV. Tapi sampai detik ini dari bulan Maret tuh saya beli, belum dibayar, belum, ya sudah itu resiko saya, ungkapnya. Harusnya Sukur jujur yang dibicarakan itu soal apa. Malah, Sukur sendiri yang menawarkan mobil dinas. Ia dia, itu dia sampaikan, kalau misalnya kita ajukan mobil dinas, kira-kira ibu mau apa, saya jawab itu terserah, dan saya jawab lagi mau buat apa. Lalu, Sukur ngomong nii, Fortuner gimana, terus saya jawab, ya boleh. Jadi, narasinya seolah-olah saya yang minta, itu tidak benar, katanya. BACA JUGA.. Agustiawan Saragih Pimpin DPC PDI Deli Serdang Sambung dia lagi, sekaitan pernyataan Kabag Umum Hemat Sitanggang yang pernah mempertanyakan untuk pembelian mobil dinas kepada dirinya, ia pun juga membantah. kapan dia datang, siapa dijumpainya, katanya. Malah, sebutnya, Hemat pernah dia panggil bukan persoalan mobil dinas, melainkan kebutuhan rumah dinasnya, berupa water. Tuh mereka semua ngaco ya, yang dibilang itu yang egak benar, ungkapnya. Disisi lain juga, Wakil Kepala kabupaten ini yang ikut dipilih masyarakat Humbahas menanggapi pernyataan yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPAD) Resva Panjaitan. Junita menuturkan, bahwa informasi yang disampaikan oleh Plt Kepala BPKPAD tersebut tidak sesuai dengan reguler peraturan yang berlaku. Menurut dia, Resva harusnya menyampaikan terkait pembelian mobil dinas kepada dirinya sebagai Wakil Kepala kabupaten. Dimana, Resva dalam penjelasannya berujar, bahwa TAPD tidak wajib konfirmasi kepada gubernur dan wakil gubernur terkait pembelian fasilitas mobil dinas. Itu omongan nya jangan gitu, emang dia atasan saya. Saya itu Wakil Kepala kabupaten, saya itu dipilih oleh komunitas, enak kali dia masukkan anggaran tanpa sepengetahuan saya, padahal untuk kebutuhan saya, kata Junita.ds Teks foto : Lukman (sebelah kanan), Hemat (tengah), Sukur (sebelah kiri). Pengirim berita, Dedy Effendi Gemayel Simbolon
POSMETRO MEDAN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan, malah memilih bungkam, ketika ditanya kembali atas klarifikasi soal pengadaan mobil dinas Wakil Bupati Humbahas Junita Rebeka Marbun yang kesannya Wabuplah yang menyodorkan pembelian mobil dinas. Pernyataan itu, sebelumnya disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat Lukman Pasaribu dan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Humbahas Hemat Aleksi Sitanggang ke beberapa media, belum lama ini. Dilaporkan, pernyataan Lukman, dan Hemat menjadi polemik di penduduk setempat dan ditengah Pemerintahan Humbahas, dalam klarifikasinya atas pernyataan Wabup yang menolak pengadaan mobil dinas. Serta, Junita yang tidak pernah dilibatkan didalam pembahasan anggaran perencanaan program maupun penyusunan kegiatan yang berkaitan dengan fasilitas jabatan selaku Wakil Pimpinan kabupaten. Padahal, Junita tidak terpisahkan dengan Oloan Paniaran Nababan yang merupakan satu paket yang dipilih oleh komunitas Humbahas pada Kontestasi elektoral kepala daerah 2024 lalu. Ketika dikonfirmasi, Lukman, dan Hemat via WhatsApp, pada Kamis (201/11) hingga Senin (25/11), tidak ada sepatah kata pun untuk menjawab, hingga berita ini disusun ke redaksi. Tidak hanya Lukman, dan Hemat, begitu juga mantan Kabag Umum Sukur Marbun. Sukur yang kembali bertugas di Bidang Informatika Dinas Kominfo, sejak Kamis (20/11) dikonfirmasi via WhatsApp, tidak sedikitpun merespons pertanyaan tersebut. Sebelumnya, Lukman, dan Hemat dikutip dari beberapa media dalam klarifikasinya sekaitan pernyataan Wakil Kepala kabupaten Junita Rebeka Marbun yang menolak pengadaan mobil dinasi, lantaran pengadaan mobil dinasnya yang telah ditampung sama sekali tidak pernah diketahuinya. BACA JUGA.. Junita, Wabup Humbahas Bantah Pernah Sodorkan Beli Mobdis Dikatakan, bahwa rencana pengadaan mobil dinas Wakil Pimpinan kabupaten telah disiapkan sejak pembahasan APBD 2024 untuk direalisasikan pada tahun anggaran 2023. Apalagi rencana itu tadi, lanjut Lukman, atas keterangan mantan Kabag Umum Sukur Marbun kepada mereka. Dan, Sukur juga menyampaikan bahwa disekitar bulan Mei 2026, Sukur dipanggil Wabup untuk membahas sejumlah pekerjaan, termasuk rencana pengadaan mobil dinas. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Humbahas menyambut baik rencana pengadaan, sekaligus menyampaikan arahan agar kendaraan yang diadakan adalah Toyota Fortuner, karena dianggap paling sesuai untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas kedinasan. * Junita, Wabup Humbahas Bantah Pernah Sodorkan Beli Mobdis Wakil Pimpinan kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara, bantah pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat Lukman Pasaribu dan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Humbahas Hemat Sitanggang yang membeberkan jika ia pernah memanggil mantan Kabag Umum Sukur Marbun untuk menyodorkan pembelian mobil dinasnya jenis Fortuner. Saya tidak pernah sodorkan ke Sukur soal mobil dinas. Saya hanya ngomong sama Sukur disini (kantor dinas Wabup-red) seperti ngomong kayak di warung kopi, bukan secara adminitrasi, kata Junita, pengusaha sukses ini kepada media dalam klarifikasinya atas uraian tambahan dari Pemkab atas surat terbukanya kepada DPRD Humbahas seputar penolakannya pengadaan mobil dinas yang ditampung di ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TA 2026, Kamis (20/11) diruang kerja Dinas Wakil Kepala kabupaten. BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Malah, lanjut dia membeberkan, jika Sukur datang keruang kerja dinasnya hanya membicarakan kebutuhan rumah dinasnya, sepuatar tempat tidur, dan TV. Dia menyatakan, bahwa dirinya menanyakan itu apa ada tidaknya dialokasikan anggaran untuk fasilitas rumah dinasnya tersebut. Ia merasa tak layak lagi dipakai tempat tidur yang membuat badanya merasa sakit. Selain TV, yang tidak ada dirumah dinasnya. Dari pembicaraan kebutuhan itu tadi, sebutnya, malah dia memakai modal sendiri bukan dari APBD Humbahas tahun anggaran 2023, yang semestinya ditampung di ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH. Kami ngobrol itu biasa, sambil ketawa. Nah, saya menanya tuh, aku gak dapat apa-apa (fasilitas-red) tuh, jadi aku nanya nii barang-barang yang aku beli boleh di reimburs gak? Jawab ito Sukur, boleh, tapi sesuai dengan pagu anggaran ya. Trus saya beli tempat tidur dan TV. Tapi sampai detik ini dari bulan Maret tuh saya beli, belum dibayar, belum, ya sudah itu resiko saya, ungkapnya. Harusnya Sukur jujur yang dibicarakan itu soal apa. Malah, Sukur sendiri yang menawarkan mobil dinas. Ia dia, itu dia sampaikan, kalau misalnya kita ajukan mobil dinas, kira-kira ibu mau apa, saya jawab itu terserah, dan saya jawab lagi mau buat apa. Lalu, Sukur ngomong nii, Fortuner gimana, terus saya jawab, ya boleh. Jadi, narasinya seolah-olah saya yang minta, itu tidak benar, katanya. BACA JUGA.. Agustiawan Saragih Pimpin DPC PDI Deli Serdang Sambung dia lagi, sekaitan pernyataan Kabag Umum Hemat Sitanggang yang pernah mempertanyakan untuk pembelian mobil dinas kepada dirinya, ia pun juga membantah. kapan dia datang, siapa dijumpainya, katanya. Malah, sebutnya, Hemat pernah dia panggil bukan persoalan mobil dinas, melainkan kebutuhan rumah dinasnya, berupa water. Tuh mereka semua ngaco ya, yang dibilang itu yang egak benar, ungkapnya. Disisi lain juga, Wakil Bupati ini yang ikut dipilih komunitas Humbahas menanggapi pernyataan yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPAD) Resva Panjaitan. Junita menyatakan, bahwa informasi yang disampaikan oleh Plt Kepala BPKPAD tersebut tidak sesuai dengan reguler peraturan yang berlaku. Ujar dia, Resva harusnya menyampaikan terkait pembelian mobil dinas kepada dirinya sebagai Wakil Kepala kabupaten. Dimana, Resva dalam penjelasannya mengungkapkan, bahwa TAPD tidak wajib konfirmasi kepada pimpinan provinsi dan wakil kepala daerah terkait pembelian fasilitas mobil dinas. Itu omongan nya jangan gitu, emang dia atasan saya. Saya itu Wakil Pimpinan kabupaten, saya itu dipilih oleh residen, enak kali dia masukkan anggaran tanpa sepengetahuan saya, padahal untuk kebutuhan saya, kata Junita.ds Teks foto : Lukman (sebelah kanan), Hemat (tengah), Sukur (sebelah kiri). Pengirim berita, Dedy Effendi Gemayel Simbolon
POSMETRO MEDAN Pihak pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan, malah memilih bungkam, ketika ditanya kembali atas pelurusan informasi soal pengadaan mobil dinas Wakil Kepala kabupaten Humbahas Junita Rebeka Marbun yang kesannya Wabuplah yang menyodorkan pembelian mobil dinas. Pernyataan itu, sebelumnya disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat Lukman Pasaribu dan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Humbahas Hemat Aleksi Sitanggang ke beberapa media, belum lama ini. Diketahui, pernyataan Lukman, dan Hemat menjadi polemik di kalangan masyarakat dan ditengah Pemerintahan Humbahas, dalam klarifikasinya atas pernyataan Wabup yang menolak pengadaan mobil dinas. Serta, Junita yang tidak pernah dilibatkan didalam pembahasan anggaran perencanaan program maupun penyusunan kegiatan yang berkaitan dengan fasilitas jabatan selaku Wakil Kepala kabupaten. Padahal, Junita tidak terpisahkan dengan Oloan Paniaran Nababan yang merupakan satu paket yang dipilih oleh kalangan masyarakat Humbahas pada Pilkada 2024 lalu. Ketika dikonfirmasi, Lukman, dan Hemat via WhatsApp, pada Kamis (201/11) hingga Senin (25/11), tidak ada sepatah kata pun untuk menjawab, sampai laporan ini dibuat ke redaksi. Tidak hanya Lukman, dan Hemat, begitu juga mantan Kabag Umum Sukur Marbun. Sukur yang kembali bertugas di Bidang Informatika Dinas Kominfo, sejak Kamis (20/11) dikonfirmasi via WhatsApp, tidak sedikitpun merespons pertanyaan tersebut. Sebelumnya, Lukman, dan Hemat dikutip dari beberapa media dalam klarifikasinya sekaitan pernyataan Wakil Pimpinan kabupaten Junita Rebeka Marbun yang menolak pengadaan mobil dinasi, lantaran pengadaan mobil dinasnya yang telah ditampung sama sekali tidak pernah diketahuinya. BACA JUGA.. Junita, Wabup Humbahas Bantah Pernah Sodorkan Beli Mobdis Dikatakan, bahwa rencana pengadaan mobil dinas Wakil Kepala kabupaten telah disiapkan sejak pembahasan ANGGARAN DAERAH 2024 untuk direalisasikan pada tahun anggaran 2022. Apalagi rencana itu tadi, lanjut Lukman, atas penjelasan mantan Kabag Umum Sukur Marbun kepada mereka. Dan, Sukur juga menyampaikan bahwa disekitar bulan Mei 2024, Sukur dipanggil Wabup untuk membahas sejumlah pekerjaan, termasuk rencana pengadaan mobil dinas. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Pimpinan kabupaten Humbahas menyambut baik rencana pengadaan, sekaligus menyampaikan arahan agar kendaraan yang diadakan adalah Toyota Fortuner, karena dianggap paling sesuai untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas kedinasan. * Junita, Wabup Humbahas Bantah Pernah Sodorkan Beli Mobdis Wakil Kepala kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara, bantah pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat Lukman Pasaribu dan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Humbahas Hemat Sitanggang yang membeberkan jika ia pernah memanggil mantan Kabag Umum Sukur Marbun untuk menyodorkan pembelian mobil dinasnya jenis Fortuner. Saya tidak pernah sodorkan ke Sukur soal mobil dinas. Saya hanya ngomong sama Sukur disini (kantor dinas Wabup-red) seperti ngomong kayak di warung kopi, bukan secara adminitrasi, kata Junita, pengusaha sukses ini kepada media dalam klarifikasinya atas penegasan kembali dari Pemkab atas surat terbukanya kepada DPRD Humbahas seputar penolakannya pengadaan mobil dinas yang ditampung di ANGGARAN DAERAH TA 2026, Kamis (20/11) diruang kerja Dinas Wakil Pimpinan kabupaten. BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Malah, lanjut dia membeberkan, jika Sukur datang keruang kerja dinasnya hanya membicarakan kebutuhan rumah dinasnya, sepuatar tempat tidur, dan TV. Dia menyampaikan, bahwa dirinya menanyakan itu apa ada tidaknya dialokasikan anggaran untuk fasilitas rumah dinasnya tersebut. Ia merasa tak layak lagi dipakai tempat tidur yang membuat badanya merasa sakit. Selain TV, yang tidak ada dirumah dinasnya. Dari pembicaraan kebutuhan itu tadi, sebutnya, malah dia memakai modal sendiri bukan dari APBD Humbahas tahun anggaran 2021, yang semestinya ditampung di ANGGARAN DAERAH. Kami ngobrol itu biasa, sambil ketawa. Nah, saya menanya tuh, aku gak dapat apa-apa (fasilitas-red) tuh, jadi aku nanya nii barang-barang yang aku beli boleh di reimburs gak? Jawab ito Sukur, boleh, tapi sesuai dengan pagu anggaran ya. Trus saya beli tempat tidur dan TV. Tapi sampai detik ini dari bulan Maret tuh saya beli, belum dibayar, belum, ya sudah itu resiko saya, ungkapnya. Harusnya Sukur jujur yang dibicarakan itu soal apa. Malah, Sukur sendiri yang menawarkan mobil dinas. Ia dia, itu dia sampaikan, kalau misalnya kita ajukan mobil dinas, kira-kira ibu mau apa, saya jawab itu terserah, dan saya jawab lagi mau buat apa. Lalu, Sukur ngomong nii, Fortuner gimana, terus saya jawab, ya boleh. Jadi, narasinya seolah-olah saya yang minta, itu tidak benar, katanya. BACA JUGA.. Agustiawan Saragih Pimpin DPC PDI Deli Serdang Sambung dia lagi, sekaitan pernyataan Kabag Umum Hemat Sitanggang yang pernah mempertanyakan untuk pembelian mobil dinas kepada dirinya, ia pun juga membantah. kapan dia datang, siapa dijumpainya, katanya. Malah, sebutnya, Hemat pernah dia panggil bukan persoalan mobil dinas, melainkan kebutuhan rumah dinasnya, berupa water. Tuh mereka semua ngaco ya, yang dibilang itu yang egak benar, ungkapnya. Disisi lain juga, Wakil Kepala kabupaten ini yang ikut dipilih komunitas Humbahas menanggapi pernyataan yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPAD) Resva Panjaitan. Junita menuturkan, bahwa informasi yang disampaikan oleh Plt Kepala BPKPAD tersebut tidak sesuai dengan reguler peraturan yang berlaku. Ujar dia, Resva harusnya menyampaikan terkait pembelian mobil dinas kepada dirinya sebagai Wakil Pimpinan kabupaten. Dimana, Resva dalam penjelasannya mengungkapkan, bahwa TAPD tidak wajib konfirmasi kepada wali kota dan wakil kepala daerah terkait pembelian fasilitas mobil dinas. Itu omongan nya jangan gitu, emang dia atasan saya. Saya itu Wakil Pimpinan kabupaten, saya itu dipilih oleh komunitas, enak kali dia masukkan anggaran tanpa sepengetahuan saya, padahal untuk kebutuhan saya, kata Junita.ds Teks foto : Lukman (sebelah kanan), Hemat (tengah), Sukur (sebelah kiri). Pengirim berita, Dedy Effendi Gemayel Simbolon
POSMETRO MEDAN Pemangku kebijakan Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan, malah memilih bungkam, ketika ditanya kembali atas klarifikasi soal pengadaan mobil dinas Wakil Bupati Humbahas Junita Rebeka Marbun yang kesannya Wabuplah yang menyodorkan pembelian mobil dinas.
Pernyataan itu, sebelumnya disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat Lukman Pasaribu dan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Humbahas Hemat Aleksi Sitanggang ke beberapa media, belum lama ini.
Telah diketahui, pernyataan Lukman, dan Hemat menjadi polemik di residen dan ditengah Pemerintahan Humbahas, dalam klarifikasinya atas pernyataan Wabup yang menolak pengadaan mobil dinas.
Serta, Junita yang tidak pernah dilibatkan didalam pembahasan anggaran perencanaan program maupun penyusunan kegiatan yang berkaitan dengan fasilitas jabatan selaku Wakil Bupati.
Padahal, Junita tidak terpisahkan dengan Oloan Paniaran Nababan yang merupakan satu paket yang dipilih oleh kalangan masyarakat Humbahas pada Pemilihan kepala daerah 2024 lalu.
Ketika dikonfirmasi, Lukman, dan Hemat via WhatsApp, pada Kamis (201/11) hingga Senin (25/11), tidak ada sepatah kata pun untuk menjawab, sampai laporan ini dibuat ke redaksi.
Tidak hanya Lukman, dan Hemat, begitu juga mantan Kabag Umum Sukur Marbun. Sukur yang kembali bertugas di Bidang Informatika Dinas Kominfo, sejak Kamis (20/11) dikonfirmasi via WhatsApp, tidak sedikitpun merespons pertanyaan tersebut.
Sebelumnya, Lukman, dan Hemat dikutip dari beberapa media dalam klarifikasinya sekaitan pernyataan Wakil Pimpinan kabupaten Junita Rebeka Marbun yang menolak pengadaan mobil dinasi, lantaran pengadaan mobil dinasnya yang telah ditampung sama sekali tidak pernah diketahuinya.
BACA JUGA.. Junita, Wabup Humbahas Bantah Pernah Sodorkan Beli Mobdis
BACA JUGA.. Junita, Wabup Humbahas Bantah Pernah Sodorkan Beli Mobdis
BACA JUGA..
Junita, Wabup Humbahas Bantah Pernah Sodorkan Beli Mobdis
Dikatakan, bahwa rencana pengadaan mobil dinas Wakil Pimpinan kabupaten telah disiapkan sejak pembahasan ANGGARAN DAERAH 2024 untuk direalisasikan pada tahun anggaran 2023.
Apalagi rencana itu tadi, lanjut Lukman, atas uraian mantan Kabag Umum Sukur Marbun kepada mereka. Dan, Sukur juga menyampaikan bahwa disekitar bulan Mei 2026, Sukur dipanggil Wabup untuk membahas sejumlah pekerjaan, termasuk rencana pengadaan mobil dinas.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Pimpinan kabupaten Humbahas menyambut baik rencana pengadaan, sekaligus menyampaikan arahan agar kendaraan yang diadakan adalah Toyota Fortuner, karena dianggap paling sesuai untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas kedinasan.
* Junita, Wabup Humbahas Bantah Pernah Sodorkan Beli Mobdis
Wakil Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara, bantah pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat Lukman Pasaribu dan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Humbahas Hemat Sitanggang yang membeberkan jika ia pernah memanggil mantan Kabag Umum Sukur Marbun untuk menyodorkan pembelian mobil dinasnya jenis Fortuner.
Saya tidak pernah sodorkan ke Sukur soal mobil dinas. Saya hanya ngomong sama Sukur disini (kantor dinas Wabup-red) seperti ngomong kayak di warung kopi, bukan secara adminitrasi, kata Junita, pengusaha sukses ini kepada media dalam klarifikasinya atas pelurusan informasi dari Pemkab atas surat terbukanya kepada DPRD Humbahas seputar penolakannya pengadaan mobil dinas yang ditampung di ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TA 2026, Kamis (20/11) diruang kerja Dinas Wakil Pimpinan kabupaten.
BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang
BACA JUGA.. LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang
BACA JUGA..
LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang
Malah, lanjut dia membeberkan, jika Sukur datang keruang kerja dinasnya hanya membicarakan kebutuhan rumah dinasnya, sepuatar tempat tidur, dan TV.
Dia berujar, bahwa dirinya menanyakan itu apa ada tidaknya dialokasikan anggaran untuk fasilitas rumah dinasnya tersebut. Ia merasa tak layak lagi dipakai tempat tidur yang membuat badanya merasa sakit. Selain TV, yang tidak ada dirumah dinasnya.
Dari pembicaraan kebutuhan itu tadi, sebutnya, malah dia memakai modal sendiri bukan dari ANGGARAN DAERAH Humbahas tahun anggaran 2025, yang semestinya ditampung di ANGGARAN DAERAH.
Kami ngobrol itu biasa, sambil ketawa. Nah, saya menanya tuh, aku gak dapat apa-apa (fasilitas-red) tuh, jadi aku nanya nii barang-barang yang aku beli boleh di reimburs gak? Jawab ito Sukur, boleh, tapi sesuai dengan pagu anggaran ya. Trus saya beli tempat tidur dan TV. Tapi sampai detik ini dari bulan Maret tuh saya beli, belum dibayar, belum, ya sudah itu resiko saya, ungkapnya.
Harusnya Sukur jujur yang dibicarakan itu soal apa. Malah, Sukur sendiri yang menawarkan mobil dinas. Ia dia, itu dia sampaikan, kalau misalnya kita ajukan mobil dinas, kira-kira ibu mau apa, saya jawab itu terserah, dan saya jawab lagi mau buat apa. Lalu, Sukur ngomong nii, Fortuner gimana, terus saya jawab, ya boleh. Jadi, narasinya seolah-olah saya yang minta, itu tidak benar, katanya.
BACA JUGA.. Agustiawan Saragih Pimpin DPC PDI Deli Serdang
BACA JUGA.. Agustiawan Saragih Pimpin DPC PDI Deli Serdang
BACA JUGA..
Agustiawan Saragih Pimpin DPC PDI Deli Serdang
Sambung dia lagi, sekaitan pernyataan Kabag Umum Hemat Sitanggang yang pernah mempertanyakan untuk pembelian mobil dinas kepada dirinya, ia pun juga membantah.
kapan dia datang, siapa dijumpainya, katanya.
Malah, sebutnya, Hemat pernah dia panggil bukan persoalan mobil dinas, melainkan kebutuhan rumah dinasnya, berupa water.
Tuh mereka semua ngaco ya, yang dibilang itu yang egak benar, ungkapnya.
Disisi lain juga, Wakil Bupati ini yang ikut dipilih masyarakat Humbahas menanggapi pernyataan yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPAD) Resva Panjaitan.
Junita menyatakan, bahwa informasi yang disampaikan oleh Plt Kepala BPKPAD tersebut tidak sesuai dengan reguler peraturan yang berlaku.
Ujar dia, Resva harusnya menyampaikan terkait pembelian mobil dinas kepada dirinya sebagai Wakil Kepala kabupaten. Dimana, Resva dalam penjelasannya menjelaskan, bahwa TAPD tidak wajib konfirmasi kepada pimpinan daerah dan wakil kepala daerah terkait pembelian fasilitas mobil dinas.
Itu omongan nya jangan gitu, emang dia atasan saya. Saya itu Wakil Bupati, saya itu dipilih oleh kalangan masyarakat, enak kali dia masukkan anggaran tanpa sepengetahuan saya, padahal untuk kebutuhan saya, kata Junita.ds
Teks foto : Lukman (sebelah kanan), Hemat (tengah), Sukur (sebelah kiri).
Pengirim berita, Dedy Effendi Gemayel Simbolon
BACA JUGA...
Pemkab Deli Serdang Gelar Syukuran Peringatan HGN 2026 Warga Sigara-gara Marah Besar Disebut Preman Bayaran Oleh Kommasi Rancangan KUA-PPAS APBD Deli Serdang TA 2026 Disetujui Jalan Propinsi di Pagar Merbau Deli Serdang Rusak Makin Parah Rutan Kelas IIB Kabanjahe Terima Peserta Magang Batch 2 Program Pemagangan Nasional Massa Gemmaki Geruduk PT SRI di Deli Serdang Antisipasi Kejahatan, Personel Kodim 0204 DS Patroli Kamtibmas LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang Pekerjaan Jalan Sigalingging -Kutajungak Minta Diawasi Ketat Zulhas Tunjuk Bayu Sumantri Agung Ketua PAN Deli Serdang
Pemkab Deli Serdang Gelar Syukuran Peringatan HGN 2027
Masyarakat Sigara-gara Marah Besar Disebut Preman Bayaran Oleh Kommasi
Rancangan KUA-PPAS ANGGARAN DAERAH Deli Serdang TA 2026 Disetujui
Jalan Propinsi di Pagar Merbau Deli Serdang Rusak Makin Parah
Rutan Kelas IIB Kabanjahe Terima Peserta Magang Batch 2 Program Pemagangan Nasional
Massa Gemmaki Geruduk PT SRI di Deli Serdang
Antisipasi Kejahatan, Personel Kodim 0204 DS Patroli Kamtibmas
LSM Laporkan Proyek Dinas SDABMBK Deli Serdang
Pekerjaan Jalan Sigalingging -Kutajungak Minta Diawasi Ketat
Zulhas Tunjuk Bayu Sumantri Agung Ketua PAN Deli Serdang
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. bahasaslot menjadi perhatian besar masyarakat. Berbagai sumber membahas tentang bahasaslot karena dianggap penting. bahasaslot menjadi perhatian besar masyarakat.