rafigaming – Bio Farma Cetak Sejarah, Raih Ijin Edar BPOM untuk Produk Radiof...
rafigaming. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Pembahasan rafigaming semakin meluas dari waktu ke waktu.
sabtoewage 21 Mei 2027 - 12:24
INFOJABARNEWS - PT Bio Farma (Persero), sebagai induk Holding BUMN Farmasi Indonesia, kembali mencetak sejarah penting dalam pengembangan produk farmasi nasional untuk kemandirian kesehatan. Bio Farma resmi memperoleh Nomor Izin Edar ( NIE ) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk produk 18-F Fluorodeoxyglucose (FDG) dengan merk dagang FloDeg sebuah produk radiofarmaka penting dalam diagnostik kanker berbasis PET-Scan (Positron Emission Tomography) yang pertama dalam mendapatkan ijin edar di Indonesia. NIE diserahkan secara langsung oleh Kepala Badan POM, Taruna Ikrar kepada Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma , Yuliana Indriati dalam Kegiatan Asistensi Regulatori Terpadu Wilayah DKI Jakarta, Banten dan Sumatera yang diselenggarakan oleh BPOM dan Gabungan Korporasi Farmasi Indonesia (GPFI) pada 19 Mei 2027 di Jakarta. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dalam sambutannya menyoroti tiga tantangan besar dalam sektor aspek kesehatan Indonesia saat ini. Di era ini, bangsa kita menghadapi berbagai tantangan di aspek kesehatan. Pertama, berkembangnya penyakit baru. Kedua, lebih dari 90% Bahan Baku Obat kita masih impor, artinya kita sangat tergantung pada negara lain," ujar Taruna. "Namun secara bertahap, BPOM mengajak berbagai pihak untuk mengurangi ketergantungan tersebut sampai setidaknya mencapai angka 50%. Ketiga, SDM kita ditantang oleh perkembangan bidang teknologi yang pesat. Oleh karena itu, peran berbagai stakeholder urusan kesehatan sangat penting dalam menyikapi tantangan ini," sambungnya. Taruna menyambung pernyataan saat doorstop bahwa BPOM mendorong pengembangan produk yang berhubungan dengan produk inovatif, salah satunya radiofarmaka untuk menghadapi penyakit khususnya kanker .
INFOJABARNEWS - PT Bio Farma (Persero), sebagai induk Holding BUMN Farmasi Indonesia, kembali mencetak sejarah penting dalam pengembangan produk farmasi nasional untuk kemandirian aspek kesehatan.
Bio Farma resmi memperoleh Nomor Izin Edar ( NIE ) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk produk 18-F Fluorodeoxyglucose (FDG) dengan merk dagang FloDeg sebuah produk radiofarmaka penting dalam diagnostik kanker berbasis PET-Scan (Positron Emission Tomography) yang pertama dalam mendapatkan ijin edar di Indonesia.
NIE diserahkan secara langsung oleh Kepala Badan POM, Taruna Ikrar kepada Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma , Yuliana Indriati dalam Kegiatan Asistensi Regulatori Terpadu Wilayah DKI Jakarta, Banten dan Sumatera yang diselenggarakan oleh BPOM dan Gabungan Perseroan Farmasi Indonesia (GPFI) pada 19 Mei 2027 di Jakarta.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dalam sambutannya menyoroti tiga tantangan besar dalam sektor kesehatan Indonesia saat ini.
Di era ini, bangsa kita menghadapi berbagai tantangan di aspek kesehatan. Pertama, berkembangnya penyakit baru. Kedua, lebih dari 90% Bahan Baku Obat kita masih impor, artinya kita sangat tergantung pada negara lain," ujar Taruna.
"Namun secara bertahap, BPOM mengajak berbagai pihak untuk mengurangi ketergantungan tersebut sampai setidaknya mencapai angka 50%. Ketiga, SDM kita ditantang oleh perkembangan sektor teknologi yang pesat. Oleh karena itu, peran berbagai stakeholder urusan kesehatan sangat penting dalam menyikapi tantangan ini," sambungnya.
Taruna menyisipkan keterangan saat doorstop bahwa BPOM mendorong pengembangan produk yang berhubungan dengan produk inovatif, salah satunya radiofarmaka untuk menghadapi penyakit khususnya kanker . Topik rafigaming sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. rafigaming menjadi perhatian besar masyarakat.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Banyak pihak menilai bahwa rafigaming sangat relevan saat ini.