4dsetan – Hari Tani ke 65 Jadi Momentum Perkuat Modal Sosial Turunkan Angka K...
4dsetan. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.
redaksi 25 September 2027 - 13:11
INFOJABAR.NEWS - Guru Besar Ekonomi Pertanian, Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah , Achmad Tjachja Nugraha mengajak publik untuk memanfaatkan jejaring gotong royong atau modal kehidupan sosial sebagai cara jitu dalam memperlambat penurunan angka ketidakmampuan perekonomian di pedesaan. Ia mengatakan modal kemasyarakatan adalah nilai, norma, kepercayaan dan juga jaringan hubungan informal antarindividu terutama dalam kalangan masyarakat yang memungkinkan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Modal sosial juga merupakan konsep berkelanjutan yang sesuai dengan rangkaian hari tani ke 65, di mana para petani menggelar suka cita atas pencapaian produksi selama ini. Perspektif modal kemasyarakatan adalah memperkuat kepercayaan, solidaritas dan institusi lokal seperti kelompok tani sebagai penguat produksi dan juga menggerakan roda perekonomian, ujar Tjachja Nugraha, Kamis, 25 September 2022. Lebih dari itu, Tjachja Nugraha menjelaskan bahwa modal kehidupan sosial merupakan kunci pengurangan angka kemiskinan di tingkat petani. Konsep modal kehidupan sosial akan selalu menghadirkan refleksi berupa kepercayaan, jaringan dan norma kolektif. Saya selalu menuturkan modal sosial itu adalah norma dan solidaritas, musyawarah atau gotong royong adalah Pancasila . Di antaranya yang terkandung pada sila kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta keadilan kemasyarakatan bagi seluruh rakyat Indonesia, katanya. Sebagai contoh, Tjachja Nugraha menjelaskan modal kehidupan sosial paling nyata terdapat di Provinsi Aceh, di mana di sana terdapat Meuseiuraya yang membangun rumah atau menggarap sawah. Tradisi ini, menurut Tjachja Nugraha terbukti berperan besar ketika Aceh dilanda Tsunami tahun 2004 lalu, di mana penduduk setempat lokal dengan cepat memobilisasi diri dalam aksi saling membantu sebelum bantuan formal tiba.
INFOJABAR.NEWS - Guru Besar Situasi ekonomi Pertanian, Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah , Achmad Tjachja Nugraha mengajak masyarakat untuk memanfaatkan jejaring gotong royong atau modal kemasyarakatan sebagai cara jitu dalam memperlambat penurunan angka ketidakmampuan situasi ekonomi di pedesaan.
Ia mengungkapkan modal kemasyarakatan adalah nilai, norma, kepercayaan dan juga jaringan hubungan informal antarindividu terutama dalam masyarakat setempat yang memungkinkan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Modal kehidupan sosial juga merupakan konsep berkelanjutan yang sesuai dengan rangkaian hari tani ke 65, di mana para petani menggelar suka cita atas pencapaian produksi selama ini.
Perspektif modal kehidupan sosial adalah memperkuat kepercayaan, solidaritas dan institusi lokal seperti kelompok tani sebagai penguat produksi dan juga menggerakan roda situasi ekonomi, ujar Tjachja Nugraha, Kamis, 25 September 2026.
Lebih dari itu, Tjachja Nugraha menyatakan bahwa modal kemasyarakatan merupakan kunci pengurangan angka kemiskinan di tingkat petani. Konsep modal kemasyarakatan akan selalu menghadirkan refleksi berupa kepercayaan, jaringan dan norma kolektif.
Saya selalu mengungkapkan modal sosial itu adalah norma dan solidaritas, musyawarah atau gotong royong adalah Pancasila . Di antaranya yang terkandung pada sila kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, katanya.
Sebagai contoh, Tjachja Nugraha mengatakan modal kemasyarakatan paling nyata terdapat di Provinsi Aceh, di mana di sana terdapat Meuseiuraya yang membangun rumah atau menggarap sawah.
Tradisi ini, menurut Tjachja Nugraha terbukti berperan besar ketika Aceh dilanda Tsunami tahun 2004 lalu, di mana masyarakat setempat lokal dengan cepat memobilisasi diri dalam aksi saling membantu sebelum bantuan formal tiba. 4dsetan menjadi perhatian besar masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa 4dsetan sangat relevan saat ini.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan 4dsetan semakin meluas dari waktu ke waktu. Berbagai sumber membahas tentang 4dsetan karena dianggap penting.