semarjp – Sambut Gagasan Anies, Seniman dan Budayawan Bandung Gelar Diskusi K...
semarjp. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik semarjp sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Banyak pihak menilai bahwa semarjp sangat relevan saat ini. semarjp menjadi perhatian besar masyarakat. Topik semarjp sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
redaksi 4 Februari 2024 - 17:42
Infojabarnews, Bandung - Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul relawan Angin Perubahan (ABAH) Anies Baswedan dan Bale Amin pada hari ini menggelar diskusi kebudayaan yang menghadirkan para budayawan dan pegiat seni di Jawa Barat. Pasangan Capres dan Cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN), menempatkan kebudayaan sebagai salah satu aspek penting dalam visi misi mereka. Aspek kebudayaan tercantum dalam "Delapan Jalan Perubahan" serta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari 28 simpul kesejahteraan. Sebelumnya, dalam acara Ngajabarkan Anies Baswedan , Capres Anies Baswedan menekankan pentingnya aspek kebudayaan dan pendidikan seni sejak dini untuk menghadirkan SDM Indonesia yang berkualitas. Dalam pandangan Anies Baswedan, budaya adalah aktivitas investasi yang tak ternilai untuk masa depan. Disisi lain, budaya juga merupakan salah satu soft power dan sarana diplomasi untuk menjadikan Indonesia mendapat respek dan pernghormatan dari negara lain. Selain itu, Capres Anies Baswedan juga berjanji untuk menghadirkan pusat-pusat kebudayaan di berbagai kota di Indonesia. Budayawan Aat Soeratin yang memberikan pengantar dalam diskusi kebudayaan ini, menyentil keberadaan UU No 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang meski sudah mengakomodir hampir semua aspek kebudayaan, namun masih belum cukup memadai dalam implementasinya. Menurut Aat, kehadiran UU Pemajuan Kebudayaan memang menjadi angin segar bagi para budayawan, namun pengejawantahannya harus didukung komitmen otoritas, sebagai pemangku kepentingan utama di bidang kebudayaan. Budayawan Taufik Rahzen yang juga didaulat untuk menjadi pemantik diskusi menyatakan dengan tegas pentingnya kebudayaan sebagai daya transformasi keindonesiaan.
Infojabarnews, Bandung - Sebagai tindak lanjut acara Abah Anies Ngajabarkeun pada MInggu 28 Januari lalu, simpul relawan Angin Perubahan (ABAH) Anies Baswedan dan Bale Amin hari ini menggelar diskusi kebudayaan yang menghadirkan para budayawan dan pegiat seni di Jawa Barat.
Pasangan Capres dan Cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN), menempatkan kebudayaan sebagai salah satu aspek penting dalam visi misi mereka. Aspek kebudayaan tercantum dalam "Delapan Jalan Perubahan" serta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari 28 simpul kesejahteraan.
Sebelumnya, dalam acara Ngajabarkan Anies Baswedan , Capres Anies Baswedan menekankan pentingnya aspek kebudayaan dan sektor pendidikan seni sejak dini untuk menghadirkan SDM Indonesia yang berkualitas.
Dalam pandangan Anies Baswedan, budaya adalah investasi yang tak ternilai untuk masa depan. Disisi lain, budaya juga merupakan salah satu soft power dan sarana diplomasi untuk menjadikan Indonesia mendapat respek dan pernghormatan dari negara lain. Selain itu, Capres Anies Baswedan juga berjanji untuk menghadirkan pusat-pusat kebudayaan di berbagai kota di Indonesia.
Budayawan Aat Soeratin yang memberikan pengantar dalam diskusi kebudayaan ini, menyentil keberadaan UU No 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang meski sudah mengakomodir hampir semua aspek kebudayaan, namun masih belum cukup memadai dalam implementasinya.
Menurut Aat, kehadiran UU Pemajuan Kebudayaan memang menjadi angin segar bagi para budayawan, namun pengejawantahannya harus didukung komitmen pemerintah, sebagai pemangku kepentingan utama di bidang kebudayaan.
Budayawan Taufik Rahzen yang juga didaulat untuk menjadi pemantik diskusi menyiratkan dengan kuat pentingnya kebudayaan sebagai daya transformasi keindonesiaan.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.