kancilbola – "Kredit Fiktif di BRI Kebon Baru: 400 KTP Dicatut, Kerugian Capa...
kancilbola. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa kancilbola sangat relevan saat ini.
sabtoewage 19 Juni 2022 - 11:01
INFOJABARNEWS - Insiden tindak korupsi di tubuh Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) kembali jadi sorotan. Kali ini berasal dari unit BRI Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Modus tindak pidana ini adalah dengan memakai KTP orang luar Jakarta untuk pengajuan KUPRA . Terduga orang tidak bertanggung jawab pelaku membuat seolah-olah mereka berdomisili di Jakarta, padahal tidak. Untuk mencatut KTP pihak yang dirugikan, para tersangka memberikan bantuan ke pihak yang menjadi korban sekitar Rp 600 ribu hingga Rp 900 ribu. Sementara untuk tiap identitas yang dicatut, para pihak terduga mencairkan KUPRA sekitar Rp 50 juta-Rp 70 juta. Kejahatan kredit fiktif itu berjalan lancar karena para terduga pelaku adalah pihak internal Unit BRI Kebon Baru. Petugas penyidik telah menetapkan beberapa orang yang diduga pihak tertentu pelaku, termasuk DK, Kepala Unit BRI Kebon Baru, dan EW yang diduga sebagai calo sekaligus perantara pengumpulan data. Kepala Seksi Kejahatan pidana Khusus Kejari Jakarta Selatan Suyanto Reksasumarta menjelaskan, EW berperan sebagai perantara atau calo dalam mengumpulkan nasabah. Sementara DK memuluskan proses pencairan kredit di dalam sistem bank. Total kerugian akibat manuver ini ditaksir mencapai Rp 25 miliar. "EW bekerja sama dengan DK untuk memfasilitasi kredit fiktif yang sebetulnya tidak pernah ada. Ada sekitar 400 Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dicatut para pihak terduga untuk mencairkan Kredit Umum Pedesaan Rakyat ( KUPRA ) fiktif tersebut. Total kredit yang dicairkan sebesar Rp 25 miliar," kata Reksa. Sebelumnya Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan telah menetapkan empat orang yang diduga oknum pelaku di perkara ini. Mereka meliputi Kepala Unit BRI Kebon Baru periode 2022-2023 inisial DK. Ada pula Analisi Kredit BRI berinisial BN, DP dan PP.
INFOJABARNEWS - Perkara penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan di tubuh Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) kembali jadi sorotan. Kali ini berasal dari unit BRI Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan.
Modus perbuatan melawan hukum ini adalah dengan memakai KTP orang luar Jakarta untuk pengajuan KUPRA . Pihak terduga membuat seolah-olah mereka berdomisili di Jakarta, padahal tidak. Untuk mencatut KTP korban, para terduga orang yang diduga melakukan memberikan bantuan ke pihak yang dirugikan sekitar Rp 600 ribu hingga Rp 900 ribu.
Sementara untuk tiap identitas yang dicatut, para terduga pelaku mencairkan KUPRA sekitar Rp 50 juta-Rp 70 juta. Kejahatan kredit fiktif itu berjalan lancar karena para terduga terduga pelaksana adalah pihak internal Unit BRI Kebon Baru.
Penyidik telah menetapkan beberapa orang yang diduga terduga pelaksana, termasuk DK, Kepala Unit BRI Kebon Baru, dan EW yang diduga sebagai calo sekaligus perantara pengumpulan data.
Kepala Seksi Kejahatan pidana Khusus Kejari Jakarta Selatan Suyanto Reksasumarta menyampaikan, EW berperan sebagai perantara atau calo dalam mengumpulkan nasabah. Sementara DK memuluskan proses pencairan kredit di dalam sistem bank. Total kerugian akibat manuver ini ditaksir mencapai Rp 25 miliar.
"EW bekerja sama dengan DK untuk memfasilitasi kredit fiktif yang sebetulnya tidak pernah ada. Ada sekitar 400 Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dicatut para tersangka untuk mencairkan Kredit Umum Pedesaan Rakyat ( KUPRA ) fiktif tersebut. Total kredit yang dicairkan sebesar Rp 25 miliar," kata Reksa.
Sebelumnya Institusi kejaksaan Negeri Jakarta Selatan telah menetapkan empat orang yang diduga terduga pelaksana di perkara ini. Mereka meliputi Kepala Unit BRI Kebon Baru periode 2022-2023 inisial DK. Ada pula Analisi Kredit BRI berinisial BN, DP dan PP. Berbagai sumber membahas tentang kancilbola karena dianggap penting. kancilbola menjadi perhatian besar masyarakat.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Topik kancilbola sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.