cuanwin apk slot – Persib Berduka, Mang Ihin Pergi Selamanya Diusia 97 Tahun
cuanwin apk slot. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.
Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin saat ke rumah duka Alm Solihin GP di kawasan Dago, Bandung.
Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin saat ke rumah duka Alm Solihin GP di kawasan Dago, Bandung.
Infojabarnews - Bandung | Mantan Kepala provinsi Jawa Barat sekaligus tokoh sepak bola, Letjen JAJARAN MILITER (Purn) Solihin Gautama Purwanegara telah meninggal dunia Selasa (5/3/2024) pagi setelah menjalani perawatan di Rumah sakit Advent, Bandung. Almarhum Solihin GP atau lebih akbrab disapa Mang Ihin ini menghembuskan nafas terakhirnya di usia 97 tahun. Bagi Persib Alm. Solihin GP bukan sekedar mantan Kepala provinsi Jawa Barat (1970-1975) dan tokoh residen setempat Sunda. Namun, Pria kelahiran Tasikmalaya, 21 Juli 1926 ini merupakan sosok yang sangat berjasa membesarkan nama Persib di era amatir. Ya, Mang Ihin adalah Ketua Umum PERSIB pada rentang 1976-1983. Baca Juga : Terkena Sanksi Tanpa Penonton, Persib Ajukan Banding ke PSSI Salah satu jasa besarnya yang paling dikenang adalah program pembinaan berkesinambungan, khususnya para personel tim muda, yang mengembalikan Persib ke event kegiatan olahraga kasta tertinggi sepakbola nasional dan melahirkan generasi emas Maung Bandung pada dekade 1980-an. "Solichin Lagi". Begitulah judul sebuah artikel di Majalah Tempo No. 46/IX 12 Januari 1980. Artikel itu mengabarkan soal terpilih kembalinya Mang Ihin sebagai Ketua Umum PERSIB setelah sempat mengundurkan diri dan tak ingin dipilih lagi jadi Ketum Persib . Keputusan mundur Mang Ihin sebagai bentuk tanggung jawab Mang Ihin setelah Persib yang tengah berjuang dari "kampung ke kampung" gagal promosi ke Divisi Utama karena terhenti di babak 12 Besar Ajang Divisi I Perserikatan 1979/1980. Baca Juga : Hadapi PSIS Semarang dengan Persiapan Singkat, Bojan Hodak Pasrah Mang Ihin bersedia kembali memimpin Persib dengan syarat para pengurusnya bisa fokus terhadap upaya pembinaan prestasi dan organisasi Persib .
Infojabarnews - Bandung | Mantan Pimpinan provinsi Jawa Barat sekaligus tokoh sepak bola, Letjen TENTARA NASIONAL INDONESIA (Purn) Solihin Gautama Purwanegara telah meninggal dunia Selasa (5/3/2024) pagi setelah menjalani perawatan di Rs Advent, Bandung.
Almarhum Solihin GP atau lebih akbrab disapa Mang Ihin ini menghembuskan nafas terakhirnya di usia 97 tahun.
Bagi Persib Alm. Solihin GP bukan sekedar mantan Kepala provinsi Jawa Barat (1970-1975) dan tokoh penduduk Sunda. Namun, Pria kelahiran Tasikmalaya, 21 Juli 1926 ini merupakan sosok yang sangat berjasa membesarkan nama Persib di era amatir. Ya, Mang Ihin adalah Ketua Umum PERSIB pada rentang 1976-1983.
Baca Juga : Terkena Sanksi Tanpa Penonton, Persib Ajukan Banding ke PSSI
Salah satu jasa besarnya yang paling dikenang adalah program pembinaan berkesinambungan, khususnya para pemain muda, yang mengembalikan Persib ke ajang kasta tertinggi sepakbola nasional dan melahirkan generasi emas Maung Bandung pada dekade 1980-an.
"Solichin Lagi". Begitulah judul sebuah artikel di Majalah Tempo No. 46/IX 12 Januari 1980. Artikel itu mengabarkan soal terpilih kembalinya Mang Ihin sebagai Ketua Umum PERSIB setelah sempat mengundurkan diri dan tak ingin dipilih lagi jadi Ketum Persib .
Keputusan mundur Mang Ihin sebagai bentuk tanggung jawab Mang Ihin setelah Persib yang tengah berjuang dari "kampung ke kampung" gagal promosi ke Divisi Utama karena terhenti di babak 12 Besar Ajang Divisi I Perserikatan 1979/1980.
Baca Juga : Hadapi PSIS Semarang dengan Persiapan Singkat, Bojan Hodak Pasrah
Mang Ihin bersedia kembali memimpin Persib dengan syarat para pengurusnya bisa fokus terhadap upaya pembinaan prestasi dan organisasi Persib . Pembahasan cuanwin apk slot semakin meluas dari waktu ke waktu.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. cuanwin apk slot menjadi perhatian besar masyarakat. Berbagai sumber membahas tentang cuanwin apk slot karena dianggap penting. Pembahasan cuanwin apk slot semakin meluas dari waktu ke waktu.