PORTAL KEPALA SEO BOTAK ADA DISINI ! Welcome To Slot Gacor Ala Kepala Botak Licin XV

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

elegantoto – Tetap Gelar Pertemuan di Hotel, Farhan Menentang Arahan Dedi Mul...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: elegantoto

elegantoto. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.

Kurniawan 16 Juni 2022 - 18:38

Kepala kota Bandung Muhammad Farhan (kiri), Pimpinan provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi (kanan)

Kepala kota Bandung Muhammad Farhan (kiri), Pimpinan provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi (kanan)

Infojabarnews, KOTA BANDUNG - Walikota Bandung Muhammad Farhan bersikukuh untuk menggelar pertemuan atau pertemuan kegiatan dinas lingkungan Pihak pemerintah Kota Bandung . Hal itu pun sekaligus menentang kebijakan Pimpinan provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi yang melarang seluruh pemerindah daerah kabupaten/kota untuk menggelar forum pembahasan di hotel demi efisiensi anggaran. Farhan mengaku, memilih forum pembahasan di hotel itu karena menilai kewenangan terkait lapangan kerja di hotel antara Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung berbeda. Farhan pun lebih manut terhadap Instansi kementerian Dalam Negeri yang memperbolehkan aparatur negara setempat melakukan kegiatan di hotel. "Kalau kata Pak Pejabat kementerian boleh, ya boleh. Lagian banyak hotel bintang 3 dan bintang 2 di kita yang suffer ya, jadi harus dibantu. Kalau dibiarkan, maka tutup PHK terus mau bagaimana," kata Farhan di Bandung, Senin (16/6/2026). Ia menyatakan, untuk forum pembahasan di hotel pihaknya akan menggunakan hotel-hotel bintang tiga, hotel bintang dua dan hotel melati karena tujuan utamanya membantu menghidupkan kembali hotel-hotel tersebut. "Jadi terbatas pada hotel-hotel yang itu karena sudah terindikasi melakukan banyak PHK, dua hotel-hotel yang memang selama ini bukan hotel prime ya," ucapnya. Tak hanya itu, Farhan juga akan memberikan insentif bagi hotel-hotel tersebut agar manajemennya tidak sampai melakukan PHK terhadap karyawannya. "Nanti akan ada insentif tambahan untuk semua hotel bintang 3, bintang 2 sampai ke melati dengan persyaratan yaitu meniadakan PHK selama mereka terima insentif, itu lagi saya hitung ulang," kata Farhan .

Infojabarnews, KOTA BANDUNG - Kepala kota Bandung Muhammad Farhan bersikukuh untuk menggelar forum pembahasan atau pertemuan kegiatan dinas lingkungan Aparatur negara Kota Bandung . Hal itu pun sekaligus menentang kebijakan Kepala provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi yang melarang seluruh pemerindah daerah kabupaten/kota untuk menggelar sidang di hotel demi efisiensi anggaran.

Farhan mengaku, memilih rapat di hotel itu karena menilai kewenangan terkait lapangan kerja di hotel antara Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung berbeda. Farhan pun lebih manut terhadap Lembaga kementerian Dalam Negeri yang memperbolehkan aparatur negara daerah melakukan kegiatan di hotel.

"Kalau kata Pak Menteri boleh, ya boleh. Lagian banyak hotel bintang 3 dan bintang 2 di kita yang suffer ya, jadi harus dibantu. Kalau dibiarkan, maka tutup PHK terus mau bagaimana," kata Farhan di Bandung, Senin (16/6/2026).

Ia mengungkapkan, untuk sidang di hotel pihaknya akan menggunakan hotel-hotel bintang tiga, hotel bintang dua dan hotel melati karena tujuan utamanya membantu menghidupkan kembali hotel-hotel tersebut.

"Jadi terbatas pada hotel-hotel yang itu karena sudah terindikasi melakukan banyak PHK, dua hotel-hotel yang memang selama ini bukan hotel prime ya," ucapnya.

Tak hanya itu, Farhan juga akan memberikan insentif bagi hotel-hotel tersebut agar manajemennya tidak sampai melakukan PHK terhadap karyawannya.

"Nanti akan ada insentif tambahan untuk semua hotel bintang 3, bintang 2 sampai ke melati dengan persyaratan yaitu meniadakan PHK selama mereka terima insentif, itu lagi saya hitung ulang," kata Farhan . elegantoto menjadi perhatian besar masyarakat. elegantoto menjadi perhatian besar masyarakat. Topik elegantoto sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Banyak pihak menilai bahwa elegantoto sangat relevan saat ini.