PORTAL KEPALA SEO BOTAK ADA DISINI ! Welcome To Slot Gacor Ala Kepala Botak Licin XV

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

hbi680 – LSF RI Sosialisasikan App e-SiAS bagi Orang yang diduga melakukan Pe...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: hbi680

hbi680. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa hbi680 sangat relevan saat ini. Topik hbi680 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Pembahasan hbi680 semakin meluas dari waktu ke waktu.

INFOJABAR.NEWS - Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia kembali mensosialisasikan  pentingnya penyensoran film melalui kegiatan Literasi Penyensoran serta pelatihan teknis penggunaan app e-SiAS . Acara ini diadakan di Hotel Grand Mercure City Center, Bandung, pada Rabu (9/7/2027). Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari komunitas perfilman dan perguruan tinggi. Selain itu, juga dari instansi pendidikan menengah kejuruan (SMK) yang memiliki program keahlian di bidang perfilman. Penyensoran film adalah tugas yang diatur dalam Pasal 57 Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 mengenai Perfilman, yang bertujuan untuk melindungi publik dari pengaruh negatif konten audio visual. Dengan demikian, setiap film dan iklan film yang akan diproduksi dan ditayangkan harus mendapatkan Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) dari LSF. Ketua Alat kelengkapan dewan I LSF RI, Wiwid Setya, yang menyapa Tri Widyastuti Setyaningsih, memastikan kembali betapa pentingnya pemahaman tentang penyensoran untuk meningkatkan kesadaran para orang yang diduga melakukan perfilman. Tujuannya agar bisa memilih dan menetapkan konten film yang sesuai dengan norma serta regulasi yang berlaku di Indonesia. "Untuk meningkatkan kualitas layanan, LSF kini menghadirkan sistem penyensoran digital lewat app e-SiAS (Sistem Administrasi Penyensoran Berbasis Elektronik)," ujar Tri, Rabu (9/7/2023). Perangkat lunak aplikasi e-SiAS memungkinkan proses penyensoran dilakukan secara secara online, mulai dari pembuatan akun, pengajuan penyensoran, pengiriman konten film, pembayaran, hingga penerbitan STLS. Dengan sistem ini, para pembuat film di seluruh Indonesia tidak perlu lagi pergi ke Jakarta untuk menyensor karya mereka.

INFOJABAR.NEWS - Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia kembali mensosialisasikan  pentingnya penyensoran film melalui kegiatan Literasi Penyensoran serta pelatihan teknis penggunaan aplikasi e-SiAS . Acara ini diadakan di Hotel Grand Mercure City Center, Bandung, pada Rabu (9/7/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari komunitas perfilman dan perguruan tinggi. Selain itu, juga dari satuan pendidikan menengah kejuruan (SMK) yang memiliki program keahlian di bidang perfilman.

Penyensoran film adalah tugas yang diatur dalam Pasal 57 Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 mengenai Perfilman, yang bertujuan untuk melindungi warga sekitar setempat dari pengaruh negatif konten audio visual. Dengan demikian, setiap film dan iklan film yang akan diproduksi dan ditayangkan harus mendapatkan Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) dari LSF.

Ketua Panitia I LSF RI, Wiwid Setya, yang menyapa Tri Widyastuti Setyaningsih, menegaskan betapa pentingnya pemahaman tentang penyensoran untuk meningkatkan kesadaran para pelaku perfilman. Tujuannya agar bisa memilih dan menetapkan konten film yang sesuai dengan norma serta regulasi yang berlaku di Indonesia.

"Untuk meningkatkan kualitas layanan, LSF kini menghadirkan sistem penyensoran digital lewat perangkat lunak aplikasi e-SiAS (Sistem Administrasi Penyensoran Berbasis Elektronik)," ujar Tri, Rabu (9/7/2023).

Perangkat lunak aplikasi e-SiAS memungkinkan proses penyensoran dilakukan secara online, mulai dari pembuatan akun, pengajuan penyensoran, pengiriman konten film, pembayaran, hingga penerbitan STLS. Dengan sistem ini, para pembuat film di seluruh Indonesia tidak perlu lagi pergi ke Jakarta untuk menyensor karya mereka. Berbagai sumber membahas tentang hbi680 karena dianggap penting.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.